Read more: http://infosinta.blogspot.com/2012/04/cara-unik-agar-potingan-di-blog-tidak.html#ixzz24oy9BWTE KPOP FANFICTION: FF Yadong/ My Girl Like As Kitten/Yadong NC 19/Two Shoot/Part 1

Kamis, 13 September 2012

FF Yadong/ My Girl Like As Kitten/Yadong NC 19/Two Shoot/Part 1

Diposkan oleh Nanda Chan di 06.41

Title: My Girl Like As Kitten
Author: Han Hyo Seok
Genre: Romance, Yadong NC 19+
Lenght: Two Shoot
Cast:
Lee Hyukjae
Choi Siwon
You as Yoon Shi Hyun

Siwon POV
Yeoja inh benar-benar manis sekali. Awalnya aku ingin mengajaknya ke Jeju Insland, namum perjalanan kami tertunda karena ada seorang ahjussi yang kesusahan. Melihat Shi Hyun yang berbaik hati membuatku ingin memilikinya. Dan keberaniannya melawan penjahat seperti anak kucing yang mengeluarkan cakarnya jika terancam dan berwajah manis jika ditolong.

Kami segera mengantarkan ahjussi itu.
*****

Hyukjae POV
"yeobo-ah kenapa baru pulang? Siapa mereka?" sapa eomma.
"mianhae, aku telat! Tadi ada sedikit kecelakaan. Dengan baik hati mereka menolongku. Apalagi yeoja ini ia seperti cat woman!" suara appa.
Aku yang menunggu di sofa mendengar perbincangan eomma dan appa.
"annyeong haseyo!" sapa seorang yeoja dan namja bersama appa.
'loh? Suara yeoja itu seperti Shi Hyun. Apakah itu dia?' batinku.
"masuklah. Gomawo, telah menolong yeobo-ku ini. Mianhaeyo, telah merepotkan kalian. Oh, ya sepertinya wajahmu tak asing. Apa aku salah orang? Kau sangat manis"
"ne, gwaenchana ahjumma"

"Chagiya!!" teriakku ketika melihat sosok yeoja masuk ke ruang tamu.
"Hyukkie??" ucapnya berbarengan dengan appa.
Aku tak tahu bagaimana bisa appa mengenal Shi Hyun? Dan kenapa ada namja yang kemarin? Ini pasti bukan kebetulan.
Air muka appa yang tadinya gembira kini menjadi sedikit tegang seperti ingin marah.
"appa, mianhae jeongmal mianhae" ucapku didepan mereka semua.
Aku berlutut didepan appa dan memohon agar memaafkan keselahanku meninggalkan rumah tanpa jejak.
Appa memegang pundakku dan mengangkatku berdiri. Ia mengakat satu tangannya ke atas.
'tak apa aku ditampar oleh mu. Rasa sakitmu bisa kurasakan dengan pukulanmu ini' pikirku.

Plakk Plakk Plakk. .

Appa menepuk-nepuk pundakku meminta maaf atas kesalahannya melarangku menggapai cita-cita yang kini sudah terwujud. Aku memeluknya dan menangis. Betapa bahagianya bisa merasakan pelukan seorang appa yang begitu bijaksana. Eomma juga menitikkan air matanya.
Aku melepaskan pelukanku dan langsung menghampiri yeojaku.
"chagiya, mianhae aku tak menemuimu. Aku pulang ke rumah untuk mendapatkan restu dari kedua orang tuaku agar nanti kita bisa menikah. Aku tau kau pasti kesal, kecewa dan marah. Mianhae chagi, Jebal" pintaku dengan menggegam tangannya.
Bukkk!!
Ia memberikan sebuah tinju keras di abs-ku lalu mengelus kembali.
"apakah sakit oppa? Sama seperti yang kurasakan. SAKIT! Namun kau juga merasakannya jadi kita impas" ujarnya.
"jadi, kau memaafkanku?"
"ne, oppa"
"jadi, ini yeojachingumu pantas eomma seperti pernah melihat wajahnya. Benar-benar yeoja yang manis"
"lebih baik kita makan dulu!"
"mianhae kami tak bisa! Kami harus pergi" ucap namja yang menarik lengan Shi Hyun.
"lepaskan genggamanmu!" perintahku.
*****

Author POV
'apa ini opera sabunkah? Kenapa jalan ceritanya seperti ini tidak menarik. Sepertinya lebih baik aku hancurkan saja opera ini' batin Siwon.
Siwon menarik tanganmu dari pelukan Hyukjae. Kau membawanya pergi dan meninggalkan area rumah Hyukjae.
Kau tak bisa melepaskan genggamannya yang begitu kuat.
"oppa, kita mau kemana? Ahjussi itu mengajak kita makan bersama lepaskan genggamanmu ini!"
"aniyo! Kau ini calon istriku"
Siwon memacukan gasnya dengan cepat. Hyukjae tak hanya diam ia mengendarai mobil milik appa-nya yang ada digudang.
Hyukjae dan Siwon kini seperti berbalapan. Entah apa yang ada dipikiran Siwon, ia memberhetikan mobilnya di sebuah Love Hotel.

You POV
"kenapa kita kemari? Apa yang ingin kau lakukan padaku?" tanyaku dengan mencoba melepaskan genggamannya.
"sebenarnya niatku bertemu denganmu untuk bermain-main bukan untuk bertunangan dengan yeoja kecil sepertimu" jelas Siwon.

Ia membanting tubuhku dikasur. Ia menggegam kedua tanganku dan lidahnya terjulur dileherku. Ia menjilati, mengecup, dan menggigit bibirku. Tangannya mulai membuka kemejaku dengan paksa.
Tangannya mulai meremas-remas kasar kedua dadaku.

Bukkk. .
Siwon jatuh tersungkur ketika Hyukjae datang mendobrak pintu. Aku mulai menghampiri Hyukjae dan menutupi kemejaku yang kancingnya sudah pada hilang akibat perlakuan Siwon.
Hyukjae menutupi tubuhku dengan jaketnya. Kami berlari ke arah parkiran. Dengan segera kami pergi meninggalkan tempat itu.
Aku menundukkan kepalaku, merasakan malu seakan diriku ini sudah tak pantas untuknya.
"gomawo oppa!"
"ne, cheoma chagiya! Kau tak apa?" tanyanya penuh perhatian.
"ne, gwaenchana"

Ia menyentuh pipiku dan memperlambat laju mobilnya.
"stop oppa! Jangan cium aku" larangku.
"wae chagi? Kau masih marah" tatapannya kembali lurus ke depan menghadap jalan.
"anni, aku hanya merasa geli dengan diriku sekarang. Aku telah disentuh selain dirimu" ucapku malu.
"aigo chagi, kukira kau kenapa!" ia tertawa.
"memangnya kau tak geli dengan air liur Siwon yang menempel di sekujur tubuhku ini?" tanyaku.
"pabbo. Kenapa kau bisa memikirkan hal seperti itu ha?" tawanya semakin geli.
"baiklah! Aku antar kau pulang ya!"
"JANGAN!! Eomma pasti marah jika aku kembali pasti ia tidak ingin aku bertemu denganmu lagi"
"mmmm, yasudah kita kerumahku saja. Appa dan eomma sempat terkejut tadi ketika namja sialan itu menarikmu paksa"
"ne, gomawo oppa atas semua pertolonganmu"
"ne, tapi ada imbalannya"
"mwoo?"
"puaskan aku malam ini setelah kau membersihkan tubuhmu. Dan selama perjalanan puaskan tangan kiri dan juniorku" godanya.
"MWOYA??"
"jika kau tak mau aku antarkan kau pulang!" ancam Hyukjae.
"mmm. . Baiklah oppa tapi jangan sampai klimaks hanya junior dan tangan kirimu" ucapku.
*****

Hyukjae POV
Pelahan ku julurkan tangan kiri ke dadanya. Dan tangan memegangi kendali stir mobil. Perlahan aku memainkan dada diluar kemejanya. Lama-lama tanganku mulai menyelusup langsung kedalam balik kemejanya dan ku lepaskan kaitan bra-nya. Aku meremas dua daging kenyal itu bergantian.
Aku melirik wajahnya yang menikmati remasan-remasan didadanya. Setelah gemas memainkan daging kenyal itu kumainkan nipplenya yang kemerahan akibat remasan-remasanku. Ku pelintir, ku pilin, kucubit dengan gemasnya itu.
"ssshhh. .ah. .hyuk" keluhnya.

Kulihat wajahnya menegang. Ketika ku mencoba mencubit nipple kirinya ia mendesah begitu erotis ditelingaku.
'sudah ku duga ia ingin orgasme pertama hehe' pikirku nakal.

Tangan kiriku kini mengelus perutnya dan akhirnya masuk kedalam celana jeans-nya itu. Kurasakan cairan hangat diselangkangannya. Kini aku mencoba masuk ke underwarenya dan menggesek-gesek bibir vaginanya itu.
"akhh hyukkie. . Ahh sepertinya aku aku ouchhhhhh~"

akhirnya orgasme. Ia mengatur nafasnya kembali. Sekarang gilirannya memainkan juniorku.
******

Author POV
Nafasmu masih tersengal-sengal. Kau mencoba mengatur nafasmu. Sekarang giliranmu membangunkan juniornya namun tak jadi, karena sudah berada di pertigaan rumah Hyukjae. Kau merapikan pakaianmu.
*****

You POV
Selesai makan bersama dengan keluarga Hyukkie aku membantu eommanya membereskan meja makan. Eomma-nya bercerita banyak tentang Hyukjae kecil. Ia memberikan foto album masa kecilnya Hyukkie.

Setelah selesai mandi aku memakai kaos Hyukkie yang membuatku tenggelam*kebesaran*. Memakai kaos ini membuatku merasakan tubuhku dipeluk olehnya.
Ketika aku selesai berpakain Hyukjae memelukku dari belakang dan mencium tengkukku.
Ia menidurkanku di kasur dan berbisik.
"lanjutkan yang tadi! Jebal chagiya"
aku hanya tersenyum mau.
Ia mulai membuka kaos yang kupukai. Saat itu aku memang tak memakai bra. Ia menatapku seduktif dan mencium dengan exotis. Diremas-remasnya dadaku. Kini tubuh menggesek-gesekkan tubuhku. Ku rasakan junior yang terbungkus itu menggesek luar bibir vaginaku.
Ciumannya kini turun ke dadaku. Dilahapnya habis dada kiriku. Ia menggigit kecil nippleku membuatku mendesah.
Kini juniornya sudah menegang. Ia mulai meneroboskan miliknya ke dalam selangkanganku. Kami sudah melakukannya dua kali. Jadi, ia dengan mudah meneroboskannya. Hyukjae memaju mundurkan pinggulnya membuat bunyi decakan dan desahan bersatu.
Rasa perih yang kini berubah jadi nikmat membuat desahan menjadi lenguhan.
"hyukkie. . Ahh Palli palli palli jebal ohh uh"
ia mengikuti perintahku.

Author POV
Hyukjae mengangkat pahamu agar ia leluasa memaju mundurkan juniornya.
"Aghh. . Nikmat sshh chagiyaaah" desak Hyukjae.
"oppa aku ingin sampai ukhhh. . Ahh"
"ahhh. .chagiya aku juga. . Ah agh akh"
Hyukjae terus mempercepat permainan. Kini ia membalikkan tubuhmu. Hyukjae menindihmu dari atas dan tangannya bergerilya di dadamu. Mulutnya menciummi punggungmu.
"hannadulsett Ouchhhhh ahh ahh hhh. ."lenguhan hyukjae dan dirimu.

Kalian merasakan cairan cinta kalian keluar. Hyukjae lalu berbaring disisimu. Kau membenamkan kepalamu di abs-nya yang peluh keringat.
Hyukjae menarik selimut dan menutupi tubuh kalian yang full naked.
*****

Esoknya
Hari ini kau, Hyukjae appa&eomma, dan Hyukkie berkunjung ke rumahmu. Perasaanmu tak karuan. Dengan genggaman tangan Hyukkie kau menjadi sedikit tenang.

Kau membunyikan bel rumah.
"annyeong" sapa eommamu.
"Kyaaa Yoon Ji. Itukah kau??" teriak ahjumma(Hyukjae eomma).
"Lee Shin? Kau apa kabar? Nomu bogoshippo chingu" sapa eomma.
"kalian saling mengenal?" tanyamu heran.
"tentu saja! Masuklah, apakah ini Hyukjae itu anakmu? Si hyukkie nakal?"
"ne, hyukkie sudah besar. Kami kemari untuk melamar anakmu. Dan ternyata ibu dari Shi Hyun adalah dirimu. Aigooo"
"masuklah masuk kita bicarakan didalam saja" ajak eomma.
Aku dan Hyukjae saling bertatapan. Karena selama ini sebenarnya kalian memang sudah dijodohkan bersama.
Kau dan Hyukjae masuk dan mulai membicarakan keseriusan hubungan kalian.

END

0 komentar on "FF Yadong/ My Girl Like As Kitten/Yadong NC 19/Two Shoot/Part 1"

Poskan Komentar

FF Yadong/ My Girl Like As Kitten/Yadong NC 19/Two Shoot/Part 1


Title: My Girl Like As Kitten
Author: Han Hyo Seok
Genre: Romance, Yadong NC 19+
Lenght: Two Shoot
Cast:
Lee Hyukjae
Choi Siwon
You as Yoon Shi Hyun

Siwon POV
Yeoja inh benar-benar manis sekali. Awalnya aku ingin mengajaknya ke Jeju Insland, namum perjalanan kami tertunda karena ada seorang ahjussi yang kesusahan. Melihat Shi Hyun yang berbaik hati membuatku ingin memilikinya. Dan keberaniannya melawan penjahat seperti anak kucing yang mengeluarkan cakarnya jika terancam dan berwajah manis jika ditolong.

Kami segera mengantarkan ahjussi itu.
*****

Hyukjae POV
"yeobo-ah kenapa baru pulang? Siapa mereka?" sapa eomma.
"mianhae, aku telat! Tadi ada sedikit kecelakaan. Dengan baik hati mereka menolongku. Apalagi yeoja ini ia seperti cat woman!" suara appa.
Aku yang menunggu di sofa mendengar perbincangan eomma dan appa.
"annyeong haseyo!" sapa seorang yeoja dan namja bersama appa.
'loh? Suara yeoja itu seperti Shi Hyun. Apakah itu dia?' batinku.
"masuklah. Gomawo, telah menolong yeobo-ku ini. Mianhaeyo, telah merepotkan kalian. Oh, ya sepertinya wajahmu tak asing. Apa aku salah orang? Kau sangat manis"
"ne, gwaenchana ahjumma"

"Chagiya!!" teriakku ketika melihat sosok yeoja masuk ke ruang tamu.
"Hyukkie??" ucapnya berbarengan dengan appa.
Aku tak tahu bagaimana bisa appa mengenal Shi Hyun? Dan kenapa ada namja yang kemarin? Ini pasti bukan kebetulan.
Air muka appa yang tadinya gembira kini menjadi sedikit tegang seperti ingin marah.
"appa, mianhae jeongmal mianhae" ucapku didepan mereka semua.
Aku berlutut didepan appa dan memohon agar memaafkan keselahanku meninggalkan rumah tanpa jejak.
Appa memegang pundakku dan mengangkatku berdiri. Ia mengakat satu tangannya ke atas.
'tak apa aku ditampar oleh mu. Rasa sakitmu bisa kurasakan dengan pukulanmu ini' pikirku.

Plakk Plakk Plakk. .

Appa menepuk-nepuk pundakku meminta maaf atas kesalahannya melarangku menggapai cita-cita yang kini sudah terwujud. Aku memeluknya dan menangis. Betapa bahagianya bisa merasakan pelukan seorang appa yang begitu bijaksana. Eomma juga menitikkan air matanya.
Aku melepaskan pelukanku dan langsung menghampiri yeojaku.
"chagiya, mianhae aku tak menemuimu. Aku pulang ke rumah untuk mendapatkan restu dari kedua orang tuaku agar nanti kita bisa menikah. Aku tau kau pasti kesal, kecewa dan marah. Mianhae chagi, Jebal" pintaku dengan menggegam tangannya.
Bukkk!!
Ia memberikan sebuah tinju keras di abs-ku lalu mengelus kembali.
"apakah sakit oppa? Sama seperti yang kurasakan. SAKIT! Namun kau juga merasakannya jadi kita impas" ujarnya.
"jadi, kau memaafkanku?"
"ne, oppa"
"jadi, ini yeojachingumu pantas eomma seperti pernah melihat wajahnya. Benar-benar yeoja yang manis"
"lebih baik kita makan dulu!"
"mianhae kami tak bisa! Kami harus pergi" ucap namja yang menarik lengan Shi Hyun.
"lepaskan genggamanmu!" perintahku.
*****

Author POV
'apa ini opera sabunkah? Kenapa jalan ceritanya seperti ini tidak menarik. Sepertinya lebih baik aku hancurkan saja opera ini' batin Siwon.
Siwon menarik tanganmu dari pelukan Hyukjae. Kau membawanya pergi dan meninggalkan area rumah Hyukjae.
Kau tak bisa melepaskan genggamannya yang begitu kuat.
"oppa, kita mau kemana? Ahjussi itu mengajak kita makan bersama lepaskan genggamanmu ini!"
"aniyo! Kau ini calon istriku"
Siwon memacukan gasnya dengan cepat. Hyukjae tak hanya diam ia mengendarai mobil milik appa-nya yang ada digudang.
Hyukjae dan Siwon kini seperti berbalapan. Entah apa yang ada dipikiran Siwon, ia memberhetikan mobilnya di sebuah Love Hotel.

You POV
"kenapa kita kemari? Apa yang ingin kau lakukan padaku?" tanyaku dengan mencoba melepaskan genggamannya.
"sebenarnya niatku bertemu denganmu untuk bermain-main bukan untuk bertunangan dengan yeoja kecil sepertimu" jelas Siwon.

Ia membanting tubuhku dikasur. Ia menggegam kedua tanganku dan lidahnya terjulur dileherku. Ia menjilati, mengecup, dan menggigit bibirku. Tangannya mulai membuka kemejaku dengan paksa.
Tangannya mulai meremas-remas kasar kedua dadaku.

Bukkk. .
Siwon jatuh tersungkur ketika Hyukjae datang mendobrak pintu. Aku mulai menghampiri Hyukjae dan menutupi kemejaku yang kancingnya sudah pada hilang akibat perlakuan Siwon.
Hyukjae menutupi tubuhku dengan jaketnya. Kami berlari ke arah parkiran. Dengan segera kami pergi meninggalkan tempat itu.
Aku menundukkan kepalaku, merasakan malu seakan diriku ini sudah tak pantas untuknya.
"gomawo oppa!"
"ne, cheoma chagiya! Kau tak apa?" tanyanya penuh perhatian.
"ne, gwaenchana"

Ia menyentuh pipiku dan memperlambat laju mobilnya.
"stop oppa! Jangan cium aku" larangku.
"wae chagi? Kau masih marah" tatapannya kembali lurus ke depan menghadap jalan.
"anni, aku hanya merasa geli dengan diriku sekarang. Aku telah disentuh selain dirimu" ucapku malu.
"aigo chagi, kukira kau kenapa!" ia tertawa.
"memangnya kau tak geli dengan air liur Siwon yang menempel di sekujur tubuhku ini?" tanyaku.
"pabbo. Kenapa kau bisa memikirkan hal seperti itu ha?" tawanya semakin geli.
"baiklah! Aku antar kau pulang ya!"
"JANGAN!! Eomma pasti marah jika aku kembali pasti ia tidak ingin aku bertemu denganmu lagi"
"mmmm, yasudah kita kerumahku saja. Appa dan eomma sempat terkejut tadi ketika namja sialan itu menarikmu paksa"
"ne, gomawo oppa atas semua pertolonganmu"
"ne, tapi ada imbalannya"
"mwoo?"
"puaskan aku malam ini setelah kau membersihkan tubuhmu. Dan selama perjalanan puaskan tangan kiri dan juniorku" godanya.
"MWOYA??"
"jika kau tak mau aku antarkan kau pulang!" ancam Hyukjae.
"mmm. . Baiklah oppa tapi jangan sampai klimaks hanya junior dan tangan kirimu" ucapku.
*****

Hyukjae POV
Pelahan ku julurkan tangan kiri ke dadanya. Dan tangan memegangi kendali stir mobil. Perlahan aku memainkan dada diluar kemejanya. Lama-lama tanganku mulai menyelusup langsung kedalam balik kemejanya dan ku lepaskan kaitan bra-nya. Aku meremas dua daging kenyal itu bergantian.
Aku melirik wajahnya yang menikmati remasan-remasan didadanya. Setelah gemas memainkan daging kenyal itu kumainkan nipplenya yang kemerahan akibat remasan-remasanku. Ku pelintir, ku pilin, kucubit dengan gemasnya itu.
"ssshhh. .ah. .hyuk" keluhnya.

Kulihat wajahnya menegang. Ketika ku mencoba mencubit nipple kirinya ia mendesah begitu erotis ditelingaku.
'sudah ku duga ia ingin orgasme pertama hehe' pikirku nakal.

Tangan kiriku kini mengelus perutnya dan akhirnya masuk kedalam celana jeans-nya itu. Kurasakan cairan hangat diselangkangannya. Kini aku mencoba masuk ke underwarenya dan menggesek-gesek bibir vaginanya itu.
"akhh hyukkie. . Ahh sepertinya aku aku ouchhhhhh~"

akhirnya orgasme. Ia mengatur nafasnya kembali. Sekarang gilirannya memainkan juniorku.
******

Author POV
Nafasmu masih tersengal-sengal. Kau mencoba mengatur nafasmu. Sekarang giliranmu membangunkan juniornya namun tak jadi, karena sudah berada di pertigaan rumah Hyukjae. Kau merapikan pakaianmu.
*****

You POV
Selesai makan bersama dengan keluarga Hyukkie aku membantu eommanya membereskan meja makan. Eomma-nya bercerita banyak tentang Hyukjae kecil. Ia memberikan foto album masa kecilnya Hyukkie.

Setelah selesai mandi aku memakai kaos Hyukkie yang membuatku tenggelam*kebesaran*. Memakai kaos ini membuatku merasakan tubuhku dipeluk olehnya.
Ketika aku selesai berpakain Hyukjae memelukku dari belakang dan mencium tengkukku.
Ia menidurkanku di kasur dan berbisik.
"lanjutkan yang tadi! Jebal chagiya"
aku hanya tersenyum mau.
Ia mulai membuka kaos yang kupukai. Saat itu aku memang tak memakai bra. Ia menatapku seduktif dan mencium dengan exotis. Diremas-remasnya dadaku. Kini tubuh menggesek-gesekkan tubuhku. Ku rasakan junior yang terbungkus itu menggesek luar bibir vaginaku.
Ciumannya kini turun ke dadaku. Dilahapnya habis dada kiriku. Ia menggigit kecil nippleku membuatku mendesah.
Kini juniornya sudah menegang. Ia mulai meneroboskan miliknya ke dalam selangkanganku. Kami sudah melakukannya dua kali. Jadi, ia dengan mudah meneroboskannya. Hyukjae memaju mundurkan pinggulnya membuat bunyi decakan dan desahan bersatu.
Rasa perih yang kini berubah jadi nikmat membuat desahan menjadi lenguhan.
"hyukkie. . Ahh Palli palli palli jebal ohh uh"
ia mengikuti perintahku.

Author POV
Hyukjae mengangkat pahamu agar ia leluasa memaju mundurkan juniornya.
"Aghh. . Nikmat sshh chagiyaaah" desak Hyukjae.
"oppa aku ingin sampai ukhhh. . Ahh"
"ahhh. .chagiya aku juga. . Ah agh akh"
Hyukjae terus mempercepat permainan. Kini ia membalikkan tubuhmu. Hyukjae menindihmu dari atas dan tangannya bergerilya di dadamu. Mulutnya menciummi punggungmu.
"hannadulsett Ouchhhhh ahh ahh hhh. ."lenguhan hyukjae dan dirimu.

Kalian merasakan cairan cinta kalian keluar. Hyukjae lalu berbaring disisimu. Kau membenamkan kepalamu di abs-nya yang peluh keringat.
Hyukjae menarik selimut dan menutupi tubuh kalian yang full naked.
*****

Esoknya
Hari ini kau, Hyukjae appa&eomma, dan Hyukkie berkunjung ke rumahmu. Perasaanmu tak karuan. Dengan genggaman tangan Hyukkie kau menjadi sedikit tenang.

Kau membunyikan bel rumah.
"annyeong" sapa eommamu.
"Kyaaa Yoon Ji. Itukah kau??" teriak ahjumma(Hyukjae eomma).
"Lee Shin? Kau apa kabar? Nomu bogoshippo chingu" sapa eomma.
"kalian saling mengenal?" tanyamu heran.
"tentu saja! Masuklah, apakah ini Hyukjae itu anakmu? Si hyukkie nakal?"
"ne, hyukkie sudah besar. Kami kemari untuk melamar anakmu. Dan ternyata ibu dari Shi Hyun adalah dirimu. Aigooo"
"masuklah masuk kita bicarakan didalam saja" ajak eomma.
Aku dan Hyukjae saling bertatapan. Karena selama ini sebenarnya kalian memang sudah dijodohkan bersama.
Kau dan Hyukjae masuk dan mulai membicarakan keseriusan hubungan kalian.

END

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar

 

©KPOP FANFICTION - Powered By Blogger Thanks to Blogger Templates | punta cana dominican republic