Read more: http://infosinta.blogspot.com/2012/04/cara-unik-agar-potingan-di-blog-tidak.html#ixzz24oy9BWTE KPOP FANFICTION: My Letter for my Laoshi

Kamis, 07 November 2013

My Letter for my Laoshi

Diposkan oleh Nanda Chan di 05.33


Jian Zhen Min or Jian Laoshi, he is my teacher, my sun, my prince, and my spirit in Monday

Hahh, Minggu ini dan seterusnya sepertinya akan terasa hampa dan seperti ada yang hilang. Semua itu berawal di hari Jumat, 13 October 2013. Saat-saat terakhir Laoshi sebelum ia kembali ke Tiongkok.

Laoshi sudah hampir 2 tahun berada di Indonesia, dia guru yang paling tampan, manis, keren, dan jelas dia lebih muda dari guru yang lain karena usianya masih muda. Hmmmm hanya beda 10 tahun dari usiaku. Hehehe. . .

Omo-ya aku sangat merindukannya padahal baru empat hari tetapi aku sudah merindukannya. Terlalu banyak kenangan tentang dirinya. Untung saja disekolahkku terdapat sebuah kenangan tentang dirinya yaitu sepeda lipat berwarna merah yang selalu ia kendarai jika berangkat ke sekolah. Setiap melihat sepeda itu rasanya seperti ingin menangis. Hmm apakah menurut oppa aku terlalu berlebihan??


“Mingpai ma?” kalimat tersebut merupakan kalimat yang ia sering ucapkan ketika sudah didalam kelas.
Terkadang ia menggunakan bahasa indonesia, walaupun dengan intonasi ataupun logat bahasanya yang sedikit lucu untuk didengar. Terkadang Jian laoshi bercerita tentang negaranya, kebiasaan di negaranya, tempat wisata yang ia kunjungi selama di Indonesia, tentang keluarganya dan hal lainnya, terakhir ia bercerita tentang kakaknya yang sudah melahirkan. Ia menunjukkan kepada kami foto dari bayi kakaknya itu.

Huftt~ cara berdirinya, senyumannya, mimik wajahnya, kebiasaannya membawa air minum, semua itu masih terbayang diingatanku.

Apakah aku sudah gila jika aku merindukannya?

Untungnya saat terakhir Laoshi mengajar kami, aku dan teman sebangku-ku sempat berbincang-bincang. Mulai dari artis Thailand “Mario Maurer”, Film-film Thailand yang pernah kami tonton, tentang tragedi lapangan Tiananmen square,tentang Super Junior (sudah pasti topik ini aku yang memulai), tentang Allen oppa yang berada di Taiwan, dan berakhir di Chinese name.

Hmmm, tentang Chinese Name. Aku akan menceritakan sedikit tentang topik itu. Karena topik itu sangat berkesan untukku.
“kamu mau saya buatkan Chinese Name?” tanya Jian Laoshi.
“ahh engga laoshi, saya sudah punya. Xin Ai”
“Xin Ai?”
“iya laoshi, kenapa laoshi? Aneh ya?”
“artinya itu . . .” tanya Laoshi sambil nulis Hanze(karakter china)
“Ramah dan Ceria” ucapku.
“iya, bagaimana bisa buat nama itu?” tanya laoshi wajah bingung.
Saat itu aku hanya diam sambil cengengesan.
“tapi, belum ada nama keluarganya. Mau dibuatkan?”
“mau laoshi” ucapku tegas.
Laoshi meintaku untuk menuliskan namaku dan ia sambil berfikir nama keluarga apa yang tepat. Sampai akhirnya ia sudah kehabisan ide dan ia mengusulkan untuk memasukkan nama keluarganya untuk Chinese Name-ku. Tanpa banyak berfikir aku langsung menyetujuinya.
“Laoshi, berarti saya jadi adiknya laoshi dong? Hehe”
Laoshi hanya tersenyum sambil mengucap namaku Jian Xin Ai (简 蔼).
Haha saat-saat terakhir yang sulit dilupakan.
Aku yakin suatu hari nanti pasti aku dan laoshi akan bertemu lagi di Tiongkok.
Someday we can meet~

0 komentar on "My Letter for my Laoshi"

Poskan Komentar

My Letter for my Laoshi



Jian Zhen Min or Jian Laoshi, he is my teacher, my sun, my prince, and my spirit in Monday

Hahh, Minggu ini dan seterusnya sepertinya akan terasa hampa dan seperti ada yang hilang. Semua itu berawal di hari Jumat, 13 October 2013. Saat-saat terakhir Laoshi sebelum ia kembali ke Tiongkok.

Laoshi sudah hampir 2 tahun berada di Indonesia, dia guru yang paling tampan, manis, keren, dan jelas dia lebih muda dari guru yang lain karena usianya masih muda. Hmmmm hanya beda 10 tahun dari usiaku. Hehehe. . .

Omo-ya aku sangat merindukannya padahal baru empat hari tetapi aku sudah merindukannya. Terlalu banyak kenangan tentang dirinya. Untung saja disekolahkku terdapat sebuah kenangan tentang dirinya yaitu sepeda lipat berwarna merah yang selalu ia kendarai jika berangkat ke sekolah. Setiap melihat sepeda itu rasanya seperti ingin menangis. Hmm apakah menurut oppa aku terlalu berlebihan??


“Mingpai ma?” kalimat tersebut merupakan kalimat yang ia sering ucapkan ketika sudah didalam kelas.
Terkadang ia menggunakan bahasa indonesia, walaupun dengan intonasi ataupun logat bahasanya yang sedikit lucu untuk didengar. Terkadang Jian laoshi bercerita tentang negaranya, kebiasaan di negaranya, tempat wisata yang ia kunjungi selama di Indonesia, tentang keluarganya dan hal lainnya, terakhir ia bercerita tentang kakaknya yang sudah melahirkan. Ia menunjukkan kepada kami foto dari bayi kakaknya itu.

Huftt~ cara berdirinya, senyumannya, mimik wajahnya, kebiasaannya membawa air minum, semua itu masih terbayang diingatanku.

Apakah aku sudah gila jika aku merindukannya?

Untungnya saat terakhir Laoshi mengajar kami, aku dan teman sebangku-ku sempat berbincang-bincang. Mulai dari artis Thailand “Mario Maurer”, Film-film Thailand yang pernah kami tonton, tentang tragedi lapangan Tiananmen square,tentang Super Junior (sudah pasti topik ini aku yang memulai), tentang Allen oppa yang berada di Taiwan, dan berakhir di Chinese name.

Hmmm, tentang Chinese Name. Aku akan menceritakan sedikit tentang topik itu. Karena topik itu sangat berkesan untukku.
“kamu mau saya buatkan Chinese Name?” tanya Jian Laoshi.
“ahh engga laoshi, saya sudah punya. Xin Ai”
“Xin Ai?”
“iya laoshi, kenapa laoshi? Aneh ya?”
“artinya itu . . .” tanya Laoshi sambil nulis Hanze(karakter china)
“Ramah dan Ceria” ucapku.
“iya, bagaimana bisa buat nama itu?” tanya laoshi wajah bingung.
Saat itu aku hanya diam sambil cengengesan.
“tapi, belum ada nama keluarganya. Mau dibuatkan?”
“mau laoshi” ucapku tegas.
Laoshi meintaku untuk menuliskan namaku dan ia sambil berfikir nama keluarga apa yang tepat. Sampai akhirnya ia sudah kehabisan ide dan ia mengusulkan untuk memasukkan nama keluarganya untuk Chinese Name-ku. Tanpa banyak berfikir aku langsung menyetujuinya.
“Laoshi, berarti saya jadi adiknya laoshi dong? Hehe”
Laoshi hanya tersenyum sambil mengucap namaku Jian Xin Ai (简 蔼).
Haha saat-saat terakhir yang sulit dilupakan.
Aku yakin suatu hari nanti pasti aku dan laoshi akan bertemu lagi di Tiongkok.
Someday we can meet~

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar

 

©KPOP FANFICTION - Powered By Blogger Thanks to Blogger Templates | punta cana dominican republic