Read more: http://infosinta.blogspot.com/2012/04/cara-unik-agar-potingan-di-blog-tidak.html#ixzz24oy9BWTE KPOP FANFICTION: Man Should Laugh/One Shoot

Jumat, 08 Februari 2013

Man Should Laugh/One Shoot

Diposkan oleh Nanda Chan di 04.31


Title: Man Should Laugh
Author: Han Hyo Seok
Length: Short Story
Cast:
Kim Kibum
Goo Hyemi
Shin Hyesung

Backsound:
Homme - Man Should Laugh
B1A4 – Tried To Walk

Kim Kibum itulah namaku. hari ini hari dimana aku akan menyatakan perasaanku pada yeoja yang sudah 3 tahun sekelas denganku. Hari ini dengan semangat dan keyakinan besar aku pun menghampirinya dan mencoba berbicara bedua dengannya.
“Hyemi, setelah upacara kelulusan ini apa kau mau menjadi kekasihku?” tanyaku sedikit gugup.
“maaf, aku sudah mempunyai kekasih” ucapnya.

Hahhh belakangan aku tahu ternyata pacar Hyemi adalah teman satu kelasnya dulu. Mereka sudah jadian sebelum musim dingin berlalu. Dan dalam keadaan ‘patah hati’ aku pun masuk universitas yang sama dengannya.
Entah kenapa mataku tak bisa lepas darinya. Mataku selalu saja mengikuti dirinya berada. Tetapi, itu malah membuatku terus terbayang oleh dirinya.
“apa aku masih menyesalinya? Kapan ya aku bisa melepaskannya? Hahhh” eluhku.
“ada apa?” tanya Yesung Hyung padaku.
“aniya. Hanya ingin menghela napas panjang saja” ucapku asal.
“kau habis putus cinta ya?” tanyanya yang membuat nafsu makanku turun.
“aniyaa!” teriakku.
“Hyung, yakin yeoja itu jauh dari jangkauanmu. Apa yang membuatmu menyukainya?”
“ha? Mmm wajahnya, otaknya pintar, dan jago berolahraga.”
“Eomeo, jujurnya. Jadi penampilannya ya! Mmmm kalau kamu bisa menjawab apa yang kau sukai dari dirinya itu bukanlah cinta yang sebenarnya.”
“ha, habisnya ditanya seperti itu”
“cinta itu, begitu tersadar kamu tak bisa tanpa kehadirannya. Dan tak bisa langsung dijawab begitu saja, apa yang kau suka darinya. Mungkin kau belum mengerti”
“Hyaaaa apa maksudnya itu. Ishhh memang dasarnya yeoja itu sulit untuk dimengerti.”

Sejak saat itu kalimat Yesung Hyung selalu terbayang olehku. Dan menjelang masuk musim dingin. Kekasih Hyemi mulai pindah kota dan hubungan mereka kelihatan tak akur. Namun, aku tak ingin menyatakan cinta lagi padanya.
“Kyaaaa” teriak seorang yeoja.
“gwaenchanayo?”
“ne, gomawo. Kau pasti temannya Hyemi. Aku Hyesung. Bangapta”
“Eomeo, ileon geunyang aju salang seuleobjyo” ucapku dalam hati.

Manisnya. Padahal jika dibandingkan dengan Hyemi, Hyemi justru lebih cantik darinya. Dan yeoja ini tidak ada yang istimewa. Apa? Kenapa? Aku jadi selalu memperhatikannya ya. Inikah yang dinamakan cinta? Ah, jangan berkata yang tidak-tidak kim kibum. Sadarlah sadarlah.
“hei, Hyesung kau belum masuk klub manapun kan?” tanyaku padanya.
“ah, belum. Wae?”
“maukah kau menjadi manajer klub atletik? jebalyo!!!”
“hmm, baiklah aku akan mencoba”

Aigo, aku berhasil mendekati Hyesung. Hyesung sendiri juga sepertinya sedikit memperhatikanku. Namun, setelah hubunganku dan Hyesung semakin dekat. Hyemi mulai mencegahku. Ia bilang bahwa Hyesung telah mempunya pacar. Dan itu benar, hyesung telah memiliki seorang namjachingu. Dan, namjachingunya berbeda jauh dariku.
“Aigo, maeu seong-gasin su issseuibnida. Kenapa aku selalu menyukai yeoja yang telah memiliki namja??? -__-”
Tapi, aku sadar aku sedang menyukai yeoja yang sedang jatuh cinta. Itu terlihat sekali dari aura Hyesung yang selalu bersinar. Banyak hal yang terjadi saat kulalui bersama Hyesung. Perasaan padanya pun bukannya menghilang namun semakin kuat. Tetapi, Hyemi tetap menghalangiku.
Malam natal itu Hyemi mengambil ciuman pertamaku dengan paksa. Saat itu walau bibirku mengatakan bahwa ia keterlaluan. Justru aku lah yang keterlaluan. Tanpa sadar aku justru senang.
“siapapun pasti senang mendapatkan ciuman dari orang yang disukai bukan. Jadi, jangan salahkan aku”
Begitulah aku mencoba meyakinkan diriku bahwa dalam hati ini aku merasa bersalah pada Hyesung. Karena, itu aku mencoba membuat ciuman tidak lagsung dengan sebuah minuman dengan sedotan yang kami pakai bersama.
Aku memanglah tak sepintar namjachingu Shin Hyesung. Namun, aku hanya bisa belari cepat. Tapi, aku percaya tak ada yang mencintai Hyesung melebihi perasaanku ini. Apakah lelaki yang jatuh cinta tidak bisa terlihat sinarnya?
Jarak antara aku dan Hyesung semakin dekat. pasti suatu saat aku bisa membuatnya lebih bersinar lagi. Aku yakin itu. Hyesung, suatu hari nanti entah itu kapan kau pasti akan jatuh hati padaku walaupun itu membutuhkan waktu yang cukup lama.

END


0 komentar on "Man Should Laugh/One Shoot"

Poskan Komentar

Man Should Laugh/One Shoot



Title: Man Should Laugh
Author: Han Hyo Seok
Length: Short Story
Cast:
Kim Kibum
Goo Hyemi
Shin Hyesung

Backsound:
Homme - Man Should Laugh
B1A4 – Tried To Walk

Kim Kibum itulah namaku. hari ini hari dimana aku akan menyatakan perasaanku pada yeoja yang sudah 3 tahun sekelas denganku. Hari ini dengan semangat dan keyakinan besar aku pun menghampirinya dan mencoba berbicara bedua dengannya.
“Hyemi, setelah upacara kelulusan ini apa kau mau menjadi kekasihku?” tanyaku sedikit gugup.
“maaf, aku sudah mempunyai kekasih” ucapnya.

Hahhh belakangan aku tahu ternyata pacar Hyemi adalah teman satu kelasnya dulu. Mereka sudah jadian sebelum musim dingin berlalu. Dan dalam keadaan ‘patah hati’ aku pun masuk universitas yang sama dengannya.
Entah kenapa mataku tak bisa lepas darinya. Mataku selalu saja mengikuti dirinya berada. Tetapi, itu malah membuatku terus terbayang oleh dirinya.
“apa aku masih menyesalinya? Kapan ya aku bisa melepaskannya? Hahhh” eluhku.
“ada apa?” tanya Yesung Hyung padaku.
“aniya. Hanya ingin menghela napas panjang saja” ucapku asal.
“kau habis putus cinta ya?” tanyanya yang membuat nafsu makanku turun.
“aniyaa!” teriakku.
“Hyung, yakin yeoja itu jauh dari jangkauanmu. Apa yang membuatmu menyukainya?”
“ha? Mmm wajahnya, otaknya pintar, dan jago berolahraga.”
“Eomeo, jujurnya. Jadi penampilannya ya! Mmmm kalau kamu bisa menjawab apa yang kau sukai dari dirinya itu bukanlah cinta yang sebenarnya.”
“ha, habisnya ditanya seperti itu”
“cinta itu, begitu tersadar kamu tak bisa tanpa kehadirannya. Dan tak bisa langsung dijawab begitu saja, apa yang kau suka darinya. Mungkin kau belum mengerti”
“Hyaaaa apa maksudnya itu. Ishhh memang dasarnya yeoja itu sulit untuk dimengerti.”

Sejak saat itu kalimat Yesung Hyung selalu terbayang olehku. Dan menjelang masuk musim dingin. Kekasih Hyemi mulai pindah kota dan hubungan mereka kelihatan tak akur. Namun, aku tak ingin menyatakan cinta lagi padanya.
“Kyaaaa” teriak seorang yeoja.
“gwaenchanayo?”
“ne, gomawo. Kau pasti temannya Hyemi. Aku Hyesung. Bangapta”
“Eomeo, ileon geunyang aju salang seuleobjyo” ucapku dalam hati.

Manisnya. Padahal jika dibandingkan dengan Hyemi, Hyemi justru lebih cantik darinya. Dan yeoja ini tidak ada yang istimewa. Apa? Kenapa? Aku jadi selalu memperhatikannya ya. Inikah yang dinamakan cinta? Ah, jangan berkata yang tidak-tidak kim kibum. Sadarlah sadarlah.
“hei, Hyesung kau belum masuk klub manapun kan?” tanyaku padanya.
“ah, belum. Wae?”
“maukah kau menjadi manajer klub atletik? jebalyo!!!”
“hmm, baiklah aku akan mencoba”

Aigo, aku berhasil mendekati Hyesung. Hyesung sendiri juga sepertinya sedikit memperhatikanku. Namun, setelah hubunganku dan Hyesung semakin dekat. Hyemi mulai mencegahku. Ia bilang bahwa Hyesung telah mempunya pacar. Dan itu benar, hyesung telah memiliki seorang namjachingu. Dan, namjachingunya berbeda jauh dariku.
“Aigo, maeu seong-gasin su issseuibnida. Kenapa aku selalu menyukai yeoja yang telah memiliki namja??? -__-”
Tapi, aku sadar aku sedang menyukai yeoja yang sedang jatuh cinta. Itu terlihat sekali dari aura Hyesung yang selalu bersinar. Banyak hal yang terjadi saat kulalui bersama Hyesung. Perasaan padanya pun bukannya menghilang namun semakin kuat. Tetapi, Hyemi tetap menghalangiku.
Malam natal itu Hyemi mengambil ciuman pertamaku dengan paksa. Saat itu walau bibirku mengatakan bahwa ia keterlaluan. Justru aku lah yang keterlaluan. Tanpa sadar aku justru senang.
“siapapun pasti senang mendapatkan ciuman dari orang yang disukai bukan. Jadi, jangan salahkan aku”
Begitulah aku mencoba meyakinkan diriku bahwa dalam hati ini aku merasa bersalah pada Hyesung. Karena, itu aku mencoba membuat ciuman tidak lagsung dengan sebuah minuman dengan sedotan yang kami pakai bersama.
Aku memanglah tak sepintar namjachingu Shin Hyesung. Namun, aku hanya bisa belari cepat. Tapi, aku percaya tak ada yang mencintai Hyesung melebihi perasaanku ini. Apakah lelaki yang jatuh cinta tidak bisa terlihat sinarnya?
Jarak antara aku dan Hyesung semakin dekat. pasti suatu saat aku bisa membuatnya lebih bersinar lagi. Aku yakin itu. Hyesung, suatu hari nanti entah itu kapan kau pasti akan jatuh hati padaku walaupun itu membutuhkan waktu yang cukup lama.

END


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar

 

©KPOP FANFICTION - Powered By Blogger Thanks to Blogger Templates | punta cana dominican republic