Read more: http://infosinta.blogspot.com/2012/04/cara-unik-agar-potingan-di-blog-tidak.html#ixzz24oy9BWTE KPOP FANFICTION: FF Romance/Love Story in Xiamen School/Romance/Three Shoot/Part One

Rabu, 26 Desember 2012

FF Romance/Love Story in Xiamen School/Romance/Three Shoot/Part One

Diposkan oleh Nanda Chan di 02.18

[Part 1]

Title: Love Story in Xiamen School
Author: Han Hyo Seok
Twitter: @nandiatiputri
Genre: Romance, Yadong NC 21
Lenght: Three Shoot
Cast:
|  You as Jung Sohee
|  Jang Wooyoung a.k.a Wooyoung
|  Bae Suzy a.k.a Suzy
|  Lee Donghae a.k.a Donghae
|  Choi Minho a.k.a Minho
|  Choi Sooyoung a.k.a Sooyoung

Happy Reading J

Author POV
‘Lee Donghae kenapa sikapmu harus sedingin itu kepadaku??’ batin Sohee yang menatap Donghae dari jauh.
Sohee seorang siswi kelas 3B yang bersekolah di Xiamen School. Sudah 6 tahun ia menyukai Donghae, namun tak pernah ada balasan dari Donghae. Sohee memang bukanlah siswi yang spesial di Xiame School. Sohee yeoja yang periang, mudah berteman, baik, namu kadang ceroboh.

Dari kejauhan Sohee menatap lekat kearah Donghae yang sedang berjalan meuju arah perpustakaan bersama Wooyoung. Tanpa sadar Sohee melupakan sahabatnya Suzy yang ada disebelahnya dengan wajah yang murung.
“kau baik-baik saja Suzy-ah?” tanya Sohee yang menghalangi pemandangan Suzy.
“eoh, tentu” seru Suzy terkejut.
“sepertinya ada yang aneh antara kau dan Wooyoung apa kau bertengkar?” tanya Sohee.
“mmm aku tidak tahu sepertinya aku membuat salah padanya. Ia menjauhiku akhir-akhir ini huftt” jelas Suzy dengan menghela napasnya dengan berat.

Sohee merasa kasian terhadap sahabatnya yang satu ini. Ia tahu sekali bahwa Suzy menyukai Wooyoung. Tapi, apa yang harus dilakukannya?

ooOoOoo

Donghae POV

Hmmm sepertinya ada yang aneh terhadap Wooyoung tidak biasanya ia seperti ini. Apa ada masalah dengannya.
“kau baik-baik saja?” tanyaku mencoba mencairkan suasana.
“yeahh” jawab Wooyoung tak bersemangat.
“bagaimana dengan Suzy apakah kau sudah menembaknya?” tanyaku kembali.
“belum”
“wae?”
“sepertinya akhir-akhir ini dia sering menjauhiku. Aku takut ia benar-benar membenciku”

Wooyoung, kenapa kau menjadi lemah seperti ini. Aku jadi kasihan terhadapmu. Sepertinya aku harus meminta bantuan kepada Sohee untuk mendekatkan kembali antara Suzy dan Wooyoung. Semoga saja ideku ini akan berhasil.

“Sohee-ah bisakah kita bicara sebentar?” panggilku.
“Ah, aku juga ingin membicarakan sesuatu padamu.”
“Kau lihat kan hubungan antara Wooyoung dan Suzy sepertinya menjauh. Wooyoung berfikir bahwa ia merasa dibenci oleh Suzy. Apakah itu benar?” tanyaku.
“ha, jinjjayo? Bukankah dia yang menjauhi Suzy?”
“sepertinya ada kesalahpahaman antara mereka berdua. Bisakah kau membantuku untuk mengembalikkan kembali hubungan pertemanan mereka.”
“tentu. gomawo” Sohee pun menyetujui rencanaku dengan senang.

Aku sering kali merasa aneh dengannya. Entah kenapa ia selalu memperhatikanku dari jauh atau hanya perasaanku saja ya? Entahlah. Semoga saja rencanaku dengan Sohee berhasil.

ooOoOoo

Sohee POV

Aigo, aku tak menyangka bisa sedekat ini dengan Donghae. Aku mengobrol dengannya saj sudah membuat kakiku lemas. Hmmm Suzy-ah terima kasih gara-gara kau aku bisa mengrol bersama dengan pangeran Donghae. Tenang saja Suzy-ah aku pasti akan membantumu kembali dekat dengan Wooyoung. Aku berjanji.
“Donghae-ahh” teriak Yeoja genit menghampiri kami berdua.
“Sooyoung? Ada apa kau kemari?” tanya Donghae.
“ayo kita ke kantin bersama” ajak Sooyoung dengan menggandeng lengan Donghae.
Aish yeoja penggangu. Kau tahu kami berdua sedang mengobrol bersama. Choi Sooyoung kau selalu saja membuatku kesal dan kenapa kau harus memeluk lengan pangeranku ini hah. Jangan sampai aku menjambak rambutmu Choi Sooyoung.
“tidak bisa. Masih ada yang harus aku bicarakan pada Donghae” aku mencoba menghalangi Sooyoung.
“siapa  kau? Apa kau yeojachingunya? Bukan kan, jadi kau tak berhak menghalangiku” Sooyoung mempererat kaitan tangannya di lengan Donghae.
Hyaaa aku tahu kau teman kecilnya tapi tak usah menggandeng lengannya seperti itu. Membuatku iri saja. Huahh lebih baik aku segera pergi daripada semakin panas disini.
“mianhae, donghae aku harus pergi. Bye” aku pun menjauhi mereka berdua dan kembali menghampiri Suzy yang masih termenung.

Seandainya saja aku orang yang pertama kali bertemu dengan Donghae mungkin aku sudah bisa sedekat itu.

ooOoOoo

Keesokkan Harinya

Author POV

Sudah lebih tiga hari Sohee dan Donghae selalu berduaan. Sohee merasa dirinya benar-benar beruntung bisa sedekat ini dengan Donghae.
Disaat pelajaran mereka terus membicarakan tentang rencana yang akan dibuat. Sampai-sampai Sohee dan Donghae dihukum berdua karena berisik di dalam kelas.
‘Hmmm sejak kapan aku bisa sedekat ini dengan Donghae’ batin Sohee.

Akhirnya rencana Donghae dan Sohee pun selesai juga. Tapi, Sohee merasakan sedih karena mungkin setelah rencana ini berhasil Sohee dan Donghae akan kembali seperti dulu seperti tak saling kenal. Sohee tak ingin seperti itu. Siapapun juga tak ingin seperti itu.

Sohee segera menulis surat untuk Wooyoung dan Donghae pun sebaliknya menulis surat untuk Suzy. Dan mereka berdua tinggal menunggu hasilnya.

Wooyoung POV

Hari ini perasaanku sedikit kacau. Suzy mengirimkanku surat untuk bertemu di taman belakag. Perasaanku sedikit gugup. Entah apa yang akan nanti dia katakan padaku.

“Suzy-ah” sapaku dengan gugup.
“ha.. Wooyoung..” Suzy menundukkan kepalanya.

Apakah ia tak ingin melihat wajahku? Apakah sebenci itukah kau padaku?

“huaahhh apa yang harus kulakukan?” ucapnya pelan yang masih terdengar olehku.
“suzy-a h sudahlah. Lebih baik kita berteman saja. Aku tau kau membenciku aku minta maaf jika aku berbuat salah padamu.” Ucapku lalu pergi meningglkannya.

Aku tak ingin membuat Suzy sedih. Lebih baik aku saja yang pergi daripada aku yang membuatnya sakit. Maafkan aku Suzy-ah.

ooOoOoo

Suzy POV

Bagaimana ini mulutku seakan terkunci dihadapan Wooyoung. Apayang harus kukatakan. Huaahh Wooyoung aku mohon mengertilah aku tak ingin kita seperti ini.

“suzy-a h sudahlah. Lebih baik kita berteman saja. Aku tau kau membenciku aku minta maaf jika aku berbuat salah padamu.” Ucap Wooyoung lalu pergi meningglkanku.
Shock. Aku benar-benar terkejut mendengar kalimatnya. Air mataku menetes perlahan.
“Suzy~” Sohee menghampiriku dan memelukku erat.
“Sohee, bagaimana ini dia bilang kita berteman saja. Aku sebenarnya ingin lebih dari teman. Kurasa dia membenciku. Apa yang harus kulakukan. Hiks hikss tetapi setelah Wooyoung mengatakan itu dadaku terasa sakit. Sohee apa yang harus kulakukan” jelasku padanya.

Sohee melepaskan pelukannya lalu menatapku lekat dan dalam.
“Dengarlah Suzy, dengarkan kata hatimu. Lakukanlah yang sesuai dengan kata hatimu. Kejarlah Wooyoung dan bilang apa yang ingin kau katakan sebelum semuanya terlambat. Aku ingin kau bahagia bukan menderita. Cepatlah kejar dia” Ujar Sohee yang mencoba menguatkan tekadku.
Baiklah Sohee akan ku buktikan bahwa aku akan melakukan yang kata hatiku.

“Hey namja pabboya~” teriakku.
“Suzy, ada apa?” tanya Wooyoung.
“kau kira semudah itukah kau mengatakan hanya menjadi teman biasa.” Aku mencoba menarik rambutnya.
“Kyaaa Suzy-ah sakit”
“Aku tidak merasa kalau Wooyoung menyusahkan, aku masih belum mengerti dengan perasaanku. Tapi, aku tidak mau berpisah denganmu. Hiks..” teriakku dihadapannya.
“Bae Suzy. Apakah boleh aku menyukaimu? Bolehkah aku berada disampingmu?”
“iya”
Wooyoung menarik lenganku dan aku masuk kedalam pelukan hangatnya. Terimakasih Sohee-ah kau memang sahabat terbaikku. Aku berharap kisah cintamu dengan Donghae akan seperti diriku. Aku yakin suatu hari kau akan mendapatkan pri yang sangat mencintaimu.
“Wooyoung, jangan pernah membenciku”
“tak akan”

“Aku iri dengan kalian. Tapi, aku senang kalau  Suzy bahagia” Sohee tersenyum kearah kami berdua.
“tanpa kita bantu mereka sudah dekat seperti ini” ucap Donghae yang menghampiri kami bertiga.
“ah, Donghae aku pergi dulu” Sohee berlari menjauh dari kami bertiga.

Kurasa kali ini aku yang harus menyemangati Sohee.

To Be Continue. . .                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                         

0 komentar on "FF Romance/Love Story in Xiamen School/Romance/Three Shoot/Part One"

Poskan Komentar

FF Romance/Love Story in Xiamen School/Romance/Three Shoot/Part One


[Part 1]

Title: Love Story in Xiamen School
Author: Han Hyo Seok
Twitter: @nandiatiputri
Genre: Romance, Yadong NC 21
Lenght: Three Shoot
Cast:
|  You as Jung Sohee
|  Jang Wooyoung a.k.a Wooyoung
|  Bae Suzy a.k.a Suzy
|  Lee Donghae a.k.a Donghae
|  Choi Minho a.k.a Minho
|  Choi Sooyoung a.k.a Sooyoung

Happy Reading J

Author POV
‘Lee Donghae kenapa sikapmu harus sedingin itu kepadaku??’ batin Sohee yang menatap Donghae dari jauh.
Sohee seorang siswi kelas 3B yang bersekolah di Xiamen School. Sudah 6 tahun ia menyukai Donghae, namun tak pernah ada balasan dari Donghae. Sohee memang bukanlah siswi yang spesial di Xiame School. Sohee yeoja yang periang, mudah berteman, baik, namu kadang ceroboh.

Dari kejauhan Sohee menatap lekat kearah Donghae yang sedang berjalan meuju arah perpustakaan bersama Wooyoung. Tanpa sadar Sohee melupakan sahabatnya Suzy yang ada disebelahnya dengan wajah yang murung.
“kau baik-baik saja Suzy-ah?” tanya Sohee yang menghalangi pemandangan Suzy.
“eoh, tentu” seru Suzy terkejut.
“sepertinya ada yang aneh antara kau dan Wooyoung apa kau bertengkar?” tanya Sohee.
“mmm aku tidak tahu sepertinya aku membuat salah padanya. Ia menjauhiku akhir-akhir ini huftt” jelas Suzy dengan menghela napasnya dengan berat.

Sohee merasa kasian terhadap sahabatnya yang satu ini. Ia tahu sekali bahwa Suzy menyukai Wooyoung. Tapi, apa yang harus dilakukannya?

ooOoOoo

Donghae POV

Hmmm sepertinya ada yang aneh terhadap Wooyoung tidak biasanya ia seperti ini. Apa ada masalah dengannya.
“kau baik-baik saja?” tanyaku mencoba mencairkan suasana.
“yeahh” jawab Wooyoung tak bersemangat.
“bagaimana dengan Suzy apakah kau sudah menembaknya?” tanyaku kembali.
“belum”
“wae?”
“sepertinya akhir-akhir ini dia sering menjauhiku. Aku takut ia benar-benar membenciku”

Wooyoung, kenapa kau menjadi lemah seperti ini. Aku jadi kasihan terhadapmu. Sepertinya aku harus meminta bantuan kepada Sohee untuk mendekatkan kembali antara Suzy dan Wooyoung. Semoga saja ideku ini akan berhasil.

“Sohee-ah bisakah kita bicara sebentar?” panggilku.
“Ah, aku juga ingin membicarakan sesuatu padamu.”
“Kau lihat kan hubungan antara Wooyoung dan Suzy sepertinya menjauh. Wooyoung berfikir bahwa ia merasa dibenci oleh Suzy. Apakah itu benar?” tanyaku.
“ha, jinjjayo? Bukankah dia yang menjauhi Suzy?”
“sepertinya ada kesalahpahaman antara mereka berdua. Bisakah kau membantuku untuk mengembalikkan kembali hubungan pertemanan mereka.”
“tentu. gomawo” Sohee pun menyetujui rencanaku dengan senang.

Aku sering kali merasa aneh dengannya. Entah kenapa ia selalu memperhatikanku dari jauh atau hanya perasaanku saja ya? Entahlah. Semoga saja rencanaku dengan Sohee berhasil.

ooOoOoo

Sohee POV

Aigo, aku tak menyangka bisa sedekat ini dengan Donghae. Aku mengobrol dengannya saj sudah membuat kakiku lemas. Hmmm Suzy-ah terima kasih gara-gara kau aku bisa mengrol bersama dengan pangeran Donghae. Tenang saja Suzy-ah aku pasti akan membantumu kembali dekat dengan Wooyoung. Aku berjanji.
“Donghae-ahh” teriak Yeoja genit menghampiri kami berdua.
“Sooyoung? Ada apa kau kemari?” tanya Donghae.
“ayo kita ke kantin bersama” ajak Sooyoung dengan menggandeng lengan Donghae.
Aish yeoja penggangu. Kau tahu kami berdua sedang mengobrol bersama. Choi Sooyoung kau selalu saja membuatku kesal dan kenapa kau harus memeluk lengan pangeranku ini hah. Jangan sampai aku menjambak rambutmu Choi Sooyoung.
“tidak bisa. Masih ada yang harus aku bicarakan pada Donghae” aku mencoba menghalangi Sooyoung.
“siapa  kau? Apa kau yeojachingunya? Bukan kan, jadi kau tak berhak menghalangiku” Sooyoung mempererat kaitan tangannya di lengan Donghae.
Hyaaa aku tahu kau teman kecilnya tapi tak usah menggandeng lengannya seperti itu. Membuatku iri saja. Huahh lebih baik aku segera pergi daripada semakin panas disini.
“mianhae, donghae aku harus pergi. Bye” aku pun menjauhi mereka berdua dan kembali menghampiri Suzy yang masih termenung.

Seandainya saja aku orang yang pertama kali bertemu dengan Donghae mungkin aku sudah bisa sedekat itu.

ooOoOoo

Keesokkan Harinya

Author POV

Sudah lebih tiga hari Sohee dan Donghae selalu berduaan. Sohee merasa dirinya benar-benar beruntung bisa sedekat ini dengan Donghae.
Disaat pelajaran mereka terus membicarakan tentang rencana yang akan dibuat. Sampai-sampai Sohee dan Donghae dihukum berdua karena berisik di dalam kelas.
‘Hmmm sejak kapan aku bisa sedekat ini dengan Donghae’ batin Sohee.

Akhirnya rencana Donghae dan Sohee pun selesai juga. Tapi, Sohee merasakan sedih karena mungkin setelah rencana ini berhasil Sohee dan Donghae akan kembali seperti dulu seperti tak saling kenal. Sohee tak ingin seperti itu. Siapapun juga tak ingin seperti itu.

Sohee segera menulis surat untuk Wooyoung dan Donghae pun sebaliknya menulis surat untuk Suzy. Dan mereka berdua tinggal menunggu hasilnya.

Wooyoung POV

Hari ini perasaanku sedikit kacau. Suzy mengirimkanku surat untuk bertemu di taman belakag. Perasaanku sedikit gugup. Entah apa yang akan nanti dia katakan padaku.

“Suzy-ah” sapaku dengan gugup.
“ha.. Wooyoung..” Suzy menundukkan kepalanya.

Apakah ia tak ingin melihat wajahku? Apakah sebenci itukah kau padaku?

“huaahhh apa yang harus kulakukan?” ucapnya pelan yang masih terdengar olehku.
“suzy-a h sudahlah. Lebih baik kita berteman saja. Aku tau kau membenciku aku minta maaf jika aku berbuat salah padamu.” Ucapku lalu pergi meningglkannya.

Aku tak ingin membuat Suzy sedih. Lebih baik aku saja yang pergi daripada aku yang membuatnya sakit. Maafkan aku Suzy-ah.

ooOoOoo

Suzy POV

Bagaimana ini mulutku seakan terkunci dihadapan Wooyoung. Apayang harus kukatakan. Huaahh Wooyoung aku mohon mengertilah aku tak ingin kita seperti ini.

“suzy-a h sudahlah. Lebih baik kita berteman saja. Aku tau kau membenciku aku minta maaf jika aku berbuat salah padamu.” Ucap Wooyoung lalu pergi meningglkanku.
Shock. Aku benar-benar terkejut mendengar kalimatnya. Air mataku menetes perlahan.
“Suzy~” Sohee menghampiriku dan memelukku erat.
“Sohee, bagaimana ini dia bilang kita berteman saja. Aku sebenarnya ingin lebih dari teman. Kurasa dia membenciku. Apa yang harus kulakukan. Hiks hikss tetapi setelah Wooyoung mengatakan itu dadaku terasa sakit. Sohee apa yang harus kulakukan” jelasku padanya.

Sohee melepaskan pelukannya lalu menatapku lekat dan dalam.
“Dengarlah Suzy, dengarkan kata hatimu. Lakukanlah yang sesuai dengan kata hatimu. Kejarlah Wooyoung dan bilang apa yang ingin kau katakan sebelum semuanya terlambat. Aku ingin kau bahagia bukan menderita. Cepatlah kejar dia” Ujar Sohee yang mencoba menguatkan tekadku.
Baiklah Sohee akan ku buktikan bahwa aku akan melakukan yang kata hatiku.

“Hey namja pabboya~” teriakku.
“Suzy, ada apa?” tanya Wooyoung.
“kau kira semudah itukah kau mengatakan hanya menjadi teman biasa.” Aku mencoba menarik rambutnya.
“Kyaaa Suzy-ah sakit”
“Aku tidak merasa kalau Wooyoung menyusahkan, aku masih belum mengerti dengan perasaanku. Tapi, aku tidak mau berpisah denganmu. Hiks..” teriakku dihadapannya.
“Bae Suzy. Apakah boleh aku menyukaimu? Bolehkah aku berada disampingmu?”
“iya”
Wooyoung menarik lenganku dan aku masuk kedalam pelukan hangatnya. Terimakasih Sohee-ah kau memang sahabat terbaikku. Aku berharap kisah cintamu dengan Donghae akan seperti diriku. Aku yakin suatu hari kau akan mendapatkan pri yang sangat mencintaimu.
“Wooyoung, jangan pernah membenciku”
“tak akan”

“Aku iri dengan kalian. Tapi, aku senang kalau  Suzy bahagia” Sohee tersenyum kearah kami berdua.
“tanpa kita bantu mereka sudah dekat seperti ini” ucap Donghae yang menghampiri kami bertiga.
“ah, Donghae aku pergi dulu” Sohee berlari menjauh dari kami bertiga.

Kurasa kali ini aku yang harus menyemangati Sohee.

To Be Continue. . .                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                         

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar

 

©KPOP FANFICTION - Powered By Blogger Thanks to Blogger Templates | punta cana dominican republic