Read more: http://infosinta.blogspot.com/2012/04/cara-unik-agar-potingan-di-blog-tidak.html#ixzz24oy9BWTE KPOP FANFICTION: FF YADONG/My Oppa My Namja/ONE SHOOT/NC21

Senin, 08 Oktober 2012

FF YADONG/My Oppa My Namja/ONE SHOOT/NC21

Diposkan oleh Nanda Chan di 05.52


Title: My Oppa My Namja
Author: Han Hyo Seok
Genre: Yadong NC21
Lenght: One Shoot Shoot
Cast:
Choi Siwon
You

You POV
Menurutku oppa adalah namja yang sangat keren jauh lebih keren dari siapapun. Tangannya yang seksi, tatapan matanya yang mempesona, dan saat memakai kacamata ia benar-benar tampan. Aku sudah terlanjur jatuh kedalam jebakan cinta. Ia selalu membuatku terangsang.
"aku lelah! Selamat tidur"
Siwon oppa pergi ke kamarnya meninggalkanku sendiri di ruang tamu. Dengan postur tubuh dan jari-jarinya itu benar-benar membuatku frustasi.
"*namamu* aku masuk"
"mwo0o0?"
aku terkejut saat ia masuk tiba-tiba kekamarku.
"dimana kamusku?"
"di rak buku itu. Seharusnya kau ketuk pintu dahulu sebelum masuk" bentakku.
"mianhae, aku lupa"
******

Author POV
"Kyaaa lihat itu Siwon dari kelas 3A ia sangat keren bukan" teriak seorang yeoja.
Semua para yeoja berkumpul di lapangan basket karena ada pertandingan antar kelas. Memang dimatamu selalu Siwon lah yang mencolok.
"hey, kau tau dia kan sudah punya yeojachingu!" ucap seorang yeoja disebelahmu.
"kau serius" seruku sehingga membuat dua yeoja itu kaget.
"*namamu* pinjam ya!" Siwon mengambil sapu tangan yang kau bawa.
"kalian saling mengenal?" tanya dua yeoja itu.
"ne!"
*****

You POV
"eomma aku pulang. Dimana oppa?" tanyaku tergesa-gesa.
"ia dikamar bersama pacarnya"
"mwo??"
"wae, makanlah dulu!"
"nanti saja, aku tidak lapar"
aku berlari menuju kamar kakak.
"*namamu*!!"
"adikmu? Perkenalkan aku Yoona teman sekelasnya siwon" tanya yeoja yang bersamaku.
"a. . .a . .aku *namamu*. Aku kekamar dulu"
Aigo, ia memanggil siwon. Aku saja selama ini hanya memanggilnya oppa. Ukhhh. .
Apakah dia orangnya? Bukan aku? Aku terlalu cemburu, aku bisa gila jika seperti ini.
*****

Author POV
Pagi ini berbeda dengan pagi sebelumnya. Hari sabtu ini begitu berbeda dari sabtu sebelumnya.
"eomma, aku lupa kemarin Jung Songsaenim memberiku surat bahwa Oppa akan pindah. Benarkah itu?" tanyamu.
"nde!" ucap Siwon.
"mwo? Wae oppa?"
"gwaenchana teruskanlah makanmu"
"eomma, kenapa oppa pergi?"
"eomma tak tau!!"

Oppa langsung masuk ke kamarnya. Kau pun mengikutinya.
"oppa, wae akhir-akhir ini kau sering menghindariku?"
"keluarlah!" suruhnya.
"tak mau. Jawab dulu pertanyaanku." kau memeluknya menggenggam erat tubuhnya. Kau rasakan absnya menempel diwajahmu. Wangi tubuhnya yang begitu manly membuat otakmu dipenuhi olehnya.
"sudah ku putuskan aku harus pergi aku tak mau perasaanku semakin menjadi-jadi"
"maksudmu?"
"dulu aku pernah menciummu. Kau sangat manis. Aku menyukaimu dari pertama kita bertemu. Dan sekarang kau sudah dewasa. Dan rasa suka ku semakin besar. Mianhae aku oppa yang jahat menyukai saeng sendiri. Lebih baik aku pergi" oppa memelukku erat.


Author POV
Siwon masih memelukmu erat. Kau mengadahkan wajahmu ke atas menatap matanya.
"oppa, nado saranghaeyo. Aku menyukaimu. Setiap melihatmu aku selalu terangsang. Aku merasa diriku sudah terhubung darimu. Aku tau ini percintaan yang salah. Kita tinggal di atap yang sama dan saling mencintai"
"ini begitu salah, tapi ini juga benar bagi kita yang dilanda cinta. Aku harus pergi agar cinta ini tidak berlebih"
"jangan oppa! Biarkan kita saling menyukai akan bilang pada eomma bahwa kita saling mencintai. Walaupun aku tak tau dengan reaksi eomma"

Cekrekk. .
Eomma membuka pintu kamar oppa. Kau terkejut, kalian berdua melepaskan pelukan kalian.
"coba katakan sekali lagi pada eomma!" paksa eommamu.
"mwo? Katakan apa?" tanyamu berbohong.
"cepat katakan" bujuk eomma.
"aku dan oppa saling mencintai. Mianhae jika aku mencintai kaka angkatku sendiri tapi aku tak bisa membendung lagi perasaan ini" kau menundukkan wajahmu.
*****

You POV
"kalian berdua duduklah dikasur!"
aku dan oppa duduk bersebelahan. Tangan kami saling bertautan.
"Siwon! Kau tau kenapa kami membawamu kemari disaat kau berumur 10 thn?" tanya eomma.
"anni, bukankah kalian mengadopsiku karena orang tuaku sudah tiada dan kalian berdua teman dari orang tuaku makanya kau mengapdosiku" ucap Oppa.
"kau salah. Kami memang teman dari orang tuamu. Tapi kami bukan mengadopsi jadi anak kami.. ." ucapan eomma terhenti.
"lalu? Kenapa kau membawaku kemari?" oppa berdiri dari kasur.
" sebenarnya sebelum mereka kecelakaan aku dan eomma berniat menjodohkan kalian berdua. Makanya aku membawamu kerumah kami agar kelak kau menjaga anakku yaitu *namamu*-ssi"
"eomma? Kau serius?"
"ne!!"
aku begitu tercengang mendengar penjelasan eomma. Aku sangat senang sehingga air mata haru pun turun membasahi pipiku. Siwon oppa tak kalah terkejut. Ia juga memeluk eomma. Eomma hanya bisa tersenyum.

Kini aku dan oppa memulai jalinan cinta yang baru dengan restu eomma dan ternyata cintaku dengan oppa bukanlah cinta terlarang. Aku sangat senang mendengar hal ini.
*****

Author POV
Esoknya kau dan siwon meminta izin pada eomma untuk berlibur sebelum siwon pergi. Siwon tetap bersikukuh untuk melanjutkan ke luar negeri. Kau dan Siwon oppa berkencan seharian. Kalian menaiki bianglala, menaiki permainan adrenalin, memasuki rumah hantu, dan sebagainya. Karena kau dan oppa pulang larut malam kalian memesan kamar dihotel.
"eon, aku pesan dua kamar" pinta Siwon.
"oppa kita pesan satu saja!"
"mwo? Kau yakin? Bukankah kau tau jika seorang yeoja berada di dalam kamar berduaan saja dengan namjanya" bisik Siwon.
"ne, aku tau. Makanya aku ingin bersamamu malam ini. Aku sudah siap"

Siwon akhirnya menuruti perintahmu. Kalian berdua akhirnya satu kamar. Kau begitu gugup saat dikamar mandi. Kau akhirnya keluar dengan mengenakan handuk.
******

You POV
Siwon oppa terkejut ketika melihat tubuhku yang hanya terbalut handuk. Kami duduk bersebelahan dengan tampang bodoh.
"oppa lakukanlah!"
"kau serius *namamu*?"
"ne, oppa aku terlalu mencintaimu"

Siwon oppa menidurkanku. Dibukanya handukku dan terpampan jelaslah tubuhku yang naked. Ia menciummi bibirku. Aku mencium aroma tubuh siwon yang berbeda. Akhirnya sekian lama aku menunggu untuk mendapatkan sebuah ciuman dari bibir seksi itu terwujud juga.
Tanganku dengan nakal meremas-remas junior siwon oppa yang menegang. Siwon oppa pun tak ingin kalah dimasukkan lidahnya kedalam mulutku. Decakan-decakan ciuman kami membuat sebuah irama di kamar hotel. Tangan siwon juga meremas-remas kencang didadaku. Dipilin-pilinya nipple. Remasan-remasannya begitu nikmat. Akhh aku benar-benar terangsang padahal baru diremas saja. Ciuman oppa turun ke vaginaku. Diciumnya lenbut vaginaku, lidahnya kini bermain-main dengan clit-ku. Mulai dari gerakan memutar, gerakan menjilat hingga gerakan masuk dan keluar.
*****

Author POV
"eummmhh ahh mm enak sekali oppa"
"ne, ini nikmat sekali. Slurp. . Slurpp ahh"
"bisakah kau lebih cepat aku sudah tak tahan"
Siwon memainkan terus lidahnya divaginamu. Kau mendorong kepalanya agar jilatannya semakin dalam. Ahhhhhhhhh . .
Kau pun banjir. Siwon oppa menjilati cairanmu. Diambilnya sedikit cairanmu dan dioleskannya ke juniornya. Perlahan-lahan ia memasukkan juniornya.
"akhh oppa sakit aww perihh"
"mianhae, aku akan lbh pelan-pelan"
darah dari vaginamu mengalir. Selaput daramu kini sudah robek. Namun kau mempercayakan siwon oppa.
"aku masukkan lagi ya!" bujuknya.
Kau mengangguk pelan. Perlahan-lahan rasa perih itu hilang ketika Siwon memaju mundurkan juniornya.
"aahhhh. . . "
siwon mulai mempercepat sedikit gerakannya. Kini tubuhmu pun terguncang. Lama kelamaan siwon memaju mundurkannya lebih cepat dari sebelumnya. Siwon merasakan bahwa ia hampir klimaks.

15 menit kemudian kau pun klimaks. Siwon pun melepaskan juniornya karena ia tak ingin kau hamil. Kau pun mengocoknya dengan cepat. Seketika siwon memejamkan mata lalu mendesah panjang. Akhhhghh!!
Siwon pun klimaks. Setelah selesai melakukan H. Kalian berdua tertidur dengan posisi Siwon merangkulmu.
*****

esoknya
"oppa jangan lupa email, telepon, dan sms aku ya!"
"ne, jaga dirimu baik-baik. Eomma aku pergi dulu"
"oppa tunggu"
aku menarik lengannya lalu mengecup bibirnya.
"*namamu*-ssi tunggulah aku, 3 tahun yang akan datang aku akan menjemputmu dan melamarmu. Disaat itu aku pasti sudah menjadi namja dewasa. Jagalah hatimu untukku" bisik siwon padamu.

Siwon oppa menaiki taksi dan pergi meninggalkanku berdua dengan eomma.
'suatu hari nanti aku pasti akan menjadi yeoja yang pantas untukmu oppa' batinmu.

END

2 komentar on "FF YADONG/My Oppa My Namja/ONE SHOOT/NC21"

Eka Ramadhaniee on 30 April 2013 07.21 mengatakan...

Imut banget sih BLOG nya...
pengen punya BLOG kya gini >.<
Mampir ya ke BLOG abru q yg Berantakan
http://ramadhanieeka09.blogspot.com/

Nanda Chan on 2 Mei 2013 05.09 mengatakan...

hehe ^^ makasih eonni :)

Poskan Komentar

FF YADONG/My Oppa My Namja/ONE SHOOT/NC21



Title: My Oppa My Namja
Author: Han Hyo Seok
Genre: Yadong NC21
Lenght: One Shoot Shoot
Cast:
Choi Siwon
You

You POV
Menurutku oppa adalah namja yang sangat keren jauh lebih keren dari siapapun. Tangannya yang seksi, tatapan matanya yang mempesona, dan saat memakai kacamata ia benar-benar tampan. Aku sudah terlanjur jatuh kedalam jebakan cinta. Ia selalu membuatku terangsang.
"aku lelah! Selamat tidur"
Siwon oppa pergi ke kamarnya meninggalkanku sendiri di ruang tamu. Dengan postur tubuh dan jari-jarinya itu benar-benar membuatku frustasi.
"*namamu* aku masuk"
"mwo0o0?"
aku terkejut saat ia masuk tiba-tiba kekamarku.
"dimana kamusku?"
"di rak buku itu. Seharusnya kau ketuk pintu dahulu sebelum masuk" bentakku.
"mianhae, aku lupa"
******

Author POV
"Kyaaa lihat itu Siwon dari kelas 3A ia sangat keren bukan" teriak seorang yeoja.
Semua para yeoja berkumpul di lapangan basket karena ada pertandingan antar kelas. Memang dimatamu selalu Siwon lah yang mencolok.
"hey, kau tau dia kan sudah punya yeojachingu!" ucap seorang yeoja disebelahmu.
"kau serius" seruku sehingga membuat dua yeoja itu kaget.
"*namamu* pinjam ya!" Siwon mengambil sapu tangan yang kau bawa.
"kalian saling mengenal?" tanya dua yeoja itu.
"ne!"
*****

You POV
"eomma aku pulang. Dimana oppa?" tanyaku tergesa-gesa.
"ia dikamar bersama pacarnya"
"mwo??"
"wae, makanlah dulu!"
"nanti saja, aku tidak lapar"
aku berlari menuju kamar kakak.
"*namamu*!!"
"adikmu? Perkenalkan aku Yoona teman sekelasnya siwon" tanya yeoja yang bersamaku.
"a. . .a . .aku *namamu*. Aku kekamar dulu"
Aigo, ia memanggil siwon. Aku saja selama ini hanya memanggilnya oppa. Ukhhh. .
Apakah dia orangnya? Bukan aku? Aku terlalu cemburu, aku bisa gila jika seperti ini.
*****

Author POV
Pagi ini berbeda dengan pagi sebelumnya. Hari sabtu ini begitu berbeda dari sabtu sebelumnya.
"eomma, aku lupa kemarin Jung Songsaenim memberiku surat bahwa Oppa akan pindah. Benarkah itu?" tanyamu.
"nde!" ucap Siwon.
"mwo? Wae oppa?"
"gwaenchana teruskanlah makanmu"
"eomma, kenapa oppa pergi?"
"eomma tak tau!!"

Oppa langsung masuk ke kamarnya. Kau pun mengikutinya.
"oppa, wae akhir-akhir ini kau sering menghindariku?"
"keluarlah!" suruhnya.
"tak mau. Jawab dulu pertanyaanku." kau memeluknya menggenggam erat tubuhnya. Kau rasakan absnya menempel diwajahmu. Wangi tubuhnya yang begitu manly membuat otakmu dipenuhi olehnya.
"sudah ku putuskan aku harus pergi aku tak mau perasaanku semakin menjadi-jadi"
"maksudmu?"
"dulu aku pernah menciummu. Kau sangat manis. Aku menyukaimu dari pertama kita bertemu. Dan sekarang kau sudah dewasa. Dan rasa suka ku semakin besar. Mianhae aku oppa yang jahat menyukai saeng sendiri. Lebih baik aku pergi" oppa memelukku erat.


Author POV
Siwon masih memelukmu erat. Kau mengadahkan wajahmu ke atas menatap matanya.
"oppa, nado saranghaeyo. Aku menyukaimu. Setiap melihatmu aku selalu terangsang. Aku merasa diriku sudah terhubung darimu. Aku tau ini percintaan yang salah. Kita tinggal di atap yang sama dan saling mencintai"
"ini begitu salah, tapi ini juga benar bagi kita yang dilanda cinta. Aku harus pergi agar cinta ini tidak berlebih"
"jangan oppa! Biarkan kita saling menyukai akan bilang pada eomma bahwa kita saling mencintai. Walaupun aku tak tau dengan reaksi eomma"

Cekrekk. .
Eomma membuka pintu kamar oppa. Kau terkejut, kalian berdua melepaskan pelukan kalian.
"coba katakan sekali lagi pada eomma!" paksa eommamu.
"mwo? Katakan apa?" tanyamu berbohong.
"cepat katakan" bujuk eomma.
"aku dan oppa saling mencintai. Mianhae jika aku mencintai kaka angkatku sendiri tapi aku tak bisa membendung lagi perasaan ini" kau menundukkan wajahmu.
*****

You POV
"kalian berdua duduklah dikasur!"
aku dan oppa duduk bersebelahan. Tangan kami saling bertautan.
"Siwon! Kau tau kenapa kami membawamu kemari disaat kau berumur 10 thn?" tanya eomma.
"anni, bukankah kalian mengadopsiku karena orang tuaku sudah tiada dan kalian berdua teman dari orang tuaku makanya kau mengapdosiku" ucap Oppa.
"kau salah. Kami memang teman dari orang tuamu. Tapi kami bukan mengadopsi jadi anak kami.. ." ucapan eomma terhenti.
"lalu? Kenapa kau membawaku kemari?" oppa berdiri dari kasur.
" sebenarnya sebelum mereka kecelakaan aku dan eomma berniat menjodohkan kalian berdua. Makanya aku membawamu kerumah kami agar kelak kau menjaga anakku yaitu *namamu*-ssi"
"eomma? Kau serius?"
"ne!!"
aku begitu tercengang mendengar penjelasan eomma. Aku sangat senang sehingga air mata haru pun turun membasahi pipiku. Siwon oppa tak kalah terkejut. Ia juga memeluk eomma. Eomma hanya bisa tersenyum.

Kini aku dan oppa memulai jalinan cinta yang baru dengan restu eomma dan ternyata cintaku dengan oppa bukanlah cinta terlarang. Aku sangat senang mendengar hal ini.
*****

Author POV
Esoknya kau dan siwon meminta izin pada eomma untuk berlibur sebelum siwon pergi. Siwon tetap bersikukuh untuk melanjutkan ke luar negeri. Kau dan Siwon oppa berkencan seharian. Kalian menaiki bianglala, menaiki permainan adrenalin, memasuki rumah hantu, dan sebagainya. Karena kau dan oppa pulang larut malam kalian memesan kamar dihotel.
"eon, aku pesan dua kamar" pinta Siwon.
"oppa kita pesan satu saja!"
"mwo? Kau yakin? Bukankah kau tau jika seorang yeoja berada di dalam kamar berduaan saja dengan namjanya" bisik Siwon.
"ne, aku tau. Makanya aku ingin bersamamu malam ini. Aku sudah siap"

Siwon akhirnya menuruti perintahmu. Kalian berdua akhirnya satu kamar. Kau begitu gugup saat dikamar mandi. Kau akhirnya keluar dengan mengenakan handuk.
******

You POV
Siwon oppa terkejut ketika melihat tubuhku yang hanya terbalut handuk. Kami duduk bersebelahan dengan tampang bodoh.
"oppa lakukanlah!"
"kau serius *namamu*?"
"ne, oppa aku terlalu mencintaimu"

Siwon oppa menidurkanku. Dibukanya handukku dan terpampan jelaslah tubuhku yang naked. Ia menciummi bibirku. Aku mencium aroma tubuh siwon yang berbeda. Akhirnya sekian lama aku menunggu untuk mendapatkan sebuah ciuman dari bibir seksi itu terwujud juga.
Tanganku dengan nakal meremas-remas junior siwon oppa yang menegang. Siwon oppa pun tak ingin kalah dimasukkan lidahnya kedalam mulutku. Decakan-decakan ciuman kami membuat sebuah irama di kamar hotel. Tangan siwon juga meremas-remas kencang didadaku. Dipilin-pilinya nipple. Remasan-remasannya begitu nikmat. Akhh aku benar-benar terangsang padahal baru diremas saja. Ciuman oppa turun ke vaginaku. Diciumnya lenbut vaginaku, lidahnya kini bermain-main dengan clit-ku. Mulai dari gerakan memutar, gerakan menjilat hingga gerakan masuk dan keluar.
*****

Author POV
"eummmhh ahh mm enak sekali oppa"
"ne, ini nikmat sekali. Slurp. . Slurpp ahh"
"bisakah kau lebih cepat aku sudah tak tahan"
Siwon memainkan terus lidahnya divaginamu. Kau mendorong kepalanya agar jilatannya semakin dalam. Ahhhhhhhhh . .
Kau pun banjir. Siwon oppa menjilati cairanmu. Diambilnya sedikit cairanmu dan dioleskannya ke juniornya. Perlahan-lahan ia memasukkan juniornya.
"akhh oppa sakit aww perihh"
"mianhae, aku akan lbh pelan-pelan"
darah dari vaginamu mengalir. Selaput daramu kini sudah robek. Namun kau mempercayakan siwon oppa.
"aku masukkan lagi ya!" bujuknya.
Kau mengangguk pelan. Perlahan-lahan rasa perih itu hilang ketika Siwon memaju mundurkan juniornya.
"aahhhh. . . "
siwon mulai mempercepat sedikit gerakannya. Kini tubuhmu pun terguncang. Lama kelamaan siwon memaju mundurkannya lebih cepat dari sebelumnya. Siwon merasakan bahwa ia hampir klimaks.

15 menit kemudian kau pun klimaks. Siwon pun melepaskan juniornya karena ia tak ingin kau hamil. Kau pun mengocoknya dengan cepat. Seketika siwon memejamkan mata lalu mendesah panjang. Akhhhghh!!
Siwon pun klimaks. Setelah selesai melakukan H. Kalian berdua tertidur dengan posisi Siwon merangkulmu.
*****

esoknya
"oppa jangan lupa email, telepon, dan sms aku ya!"
"ne, jaga dirimu baik-baik. Eomma aku pergi dulu"
"oppa tunggu"
aku menarik lengannya lalu mengecup bibirnya.
"*namamu*-ssi tunggulah aku, 3 tahun yang akan datang aku akan menjemputmu dan melamarmu. Disaat itu aku pasti sudah menjadi namja dewasa. Jagalah hatimu untukku" bisik siwon padamu.

Siwon oppa menaiki taksi dan pergi meninggalkanku berdua dengan eomma.
'suatu hari nanti aku pasti akan menjadi yeoja yang pantas untukmu oppa' batinmu.

END

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

2 komentar:

Eka Ramadhaniee mengatakan...

Imut banget sih BLOG nya...
pengen punya BLOG kya gini >.<
Mampir ya ke BLOG abru q yg Berantakan
http://ramadhanieeka09.blogspot.com/

Nanda Chan mengatakan...

hehe ^^ makasih eonni :)

Poskan Komentar

 

©KPOP FANFICTION - Powered By Blogger Thanks to Blogger Templates | punta cana dominican republic