Read more: http://infosinta.blogspot.com/2012/04/cara-unik-agar-potingan-di-blog-tidak.html#ixzz24oy9BWTE KPOP FANFICTION: FF Romance/ When I Kiss You/Continous/Part 3 and Part 4

Rabu, 17 Oktober 2012

FF Romance/ When I Kiss You/Continous/Part 3 and Part 4

Diposkan oleh Nanda Chan di 05.27
[Part 3]
Title: When I Kiss You
Author: Han Hyo Seok
Twitter: @nandiatiputri
Genre: Romance
Lenght: Continous
Cast:
Park Dara Im
Kim Nanchan
Park Jung Soo a.k.a Leeteuk (Your Hyung)
Lee Hyuk Jae a.k.a Eunhyuk

note: mianhae telat ngepost. Mimin abz latihan volly.

Happy Reading :)

Dara POV

Akhhh. . Kenapa aku dijadikan budak? Aigo, apa sih maunya namja itu. Tetapi, bukankah harusnya aku senang ya? Pergi kemana-mana berdua dengan bintang populer.
Huft, seharusnya aku tak menyetujuinya.

FLASHBACK
"mwo? K. . .k .k .kau membacanya?" kataku terkejut.
"ne" ucapnya santai, lalu melanjutkan kembali pembicaraan. "jadi, apa kau mau aku balikan ini atau ku pasang ini di mading?"
"mmmwooo? Jangan! Tolong kembalikan punyaku" pintaku.
"mmm baiklah? Tapi ada syaratnya"
"mwoya? Syarat apa itu"
"kau harus menjadi budakku selama 1 minggu"
"what? Once week? Aigo. . Nanchan what i must do did?"
"so, why?"
"hhhh, ok" ucapku terpaksa.

Cupppp. .
Sekilas ciuman menempel dibibirku tanpa aba-aba. Akhh untuk kedua kalinya aku dicium olehnya.

"ahh, jangan lupa besok sebelum bel masuk belikan aku coffe espresso. Jika tidak diary ini akan ku umumkan"

[Flashback END]

Aku mencoba menutup mataku namun masih tetap tak bisa tertidur. Bayang bayang Eunhyuk selalu ada di otakku. Sepertinya ini efek dari ciuman tersebut. Lebih baik aku paksakan tidur jika tidak aku pasti akan telat esok.

ooOoOoo

Author POV

KYAaaaaa. .
Dara berteriak kencang yang memekakkan telinga Leeteuk. Hampir saja gelas kaca itu pecah jika Dara terus berteriak seperti itu.
Dara begitu histeris ketika melihat jam wekernya menunjukkan jam 6 pagi.

"Dara cepatlah turun oppamu sudah menunggu" teriak eomma dari ruang makan.
"tidak biasanya ia telat" ucap appa pelan.
Dara segera menuruni tangga sampai-sampai ia tak sempat merapikan rambutnya.

"oppa, ayo berangkat! Kajja kajja palliwa oppa" Seru Dara yang menarik lengan baju Leeteuk.
"aishhh rotiku belum habis"
"sudahlah cepat. Aku benar-benar sudah telat"

Leeteuk segera menancapkan gas motornya. Tak lupa mereka berpamitan dengan appa dan eomma.

oo0o0oo

Brukkk. .
Dara melempar tasnya ke atas meja yang membuat Nanchan tersentak kaget.
"ohayou gozamasuuuu~ kenapa kau terlihat lelah sekali?" sapa Nanchan.
"hahhh hampir saja aku telat. Huftt untunglah"
"hahh?? Telat apa? Jam masuk 10 menit lagi"
"bukan telat masuk. Aku hampir telat karena kesiangan membeli coffe"
"ha? Coffe? Untuk siapa?"
"AKU"

Tiba-tiba tanpa undangan Eunhyuk datang membawa segelas coffe yang masih hangat.

"Eunhyukkk? Kau? Sejak kapan kalian dekat?" tanya Nanchan celingak celinguk.

Para yeoja dikelas terkejut. Tak seperti biasanya namja populer itu ke kelas mereka.

"sejak kemarin" ucap Eunhyuk singkat.

Dara hanya menundukkan kepalanya malu. Ia juga merasa menyesal karena belum menceritakan hal penting kepada chingunya itu.

"thanks for your coffe dear" goda Eunhyuk.
"dear??" tanya Nanchan
"see you in libary at 10 o'clock. Don't forget that"

Eunhyuk pergi meninggalkan kelas Dara. Lalu, melambaikan tangan pada Nanchan yang terlihat jelas sedang menggoda. Nanchan yang tak tau apa-apa hanya membalas cengiran aneh ke Eunhyuk.

"jadi, bisa kau bicarakan padaku apa yang terjadi? Kenapa namja populer itu mengenalmu dan melambaikan tangan padaku?" Nanchan memulai introgasi terhadap Dara.





Author POV

Dara akhirnya menceritakan tentang first kissnya yang diambil Eunhyuk sampai tentang coffe. Nanchan yang begitu antusias dengan cerita Dara merasa kesal karena tingkah Eunhyuk dibalik wajah tampannya itu.

[Perpustakaan]

Dara begitu kesal menunggu Eunhyuk. Padahal ia yang menyuruhnya kesini. Tak lama kemudian Eunhyuk datang dengan wajah yang lelah.

"kau kenapa lama sekali? Jadi apa mau mu?" bentak Dara kesal.
"kenapa kau ketus sekali? Bukankah kau suka padaku? Seharusnya kau bersikap baik dan merasa senang bisa dekat denganku" omel Eunhyuk.
"Omo! Bisakah kau tak membahas isi diaryku?" elak Dara.
"haha kau pasti malu. Tta dengan uang ini cepat belikan aku sushi dan lemon tea" suruh Eunhyuk sembari memberikan 1 lembar uang kertas.
"ha? Uang segini mana cukup? Kau ini pabbo sekali. Ternyata cuma tampanmu saja yang keren tetapi otakmu . ." ucapan Dara terhenti ketika Eunhyuk menciumnya.

KYAAAAA
"apa yang kau lakukan?" teriak Dara sehingga penjaga perpustakaan memandang tajam ke arahnya.
"sssttt tenanglah! Ini perpustakaan" Eunhyuk menaruh jari telunjuknya dibibir Dara.

Dengan segera Dara berlari sebelum namja itu mengerjainya terus. Sudah 3 kali Dara berciuman. Setiap kali setelah kissu bersama Eunhyuk wajahnya berubah menjadi merah padam seperti udang rebus dan bibirnya terasa panas.

"Daraaa, kemarilah! Makan bersamaku. Hey, kenapa kau berwajah merah seperti itu kau sakit?"
"anni. Aku hanya . . ." bisik Dara.
"Aigo dia menciummu lagi?" ucap Nanchan heboh.

Dara hanya mengangguk malu. Karena, ia juga cukup senang mendapatkan ciuman dari namja itu.

"Hyaaa Nanchan kau bawa Sushi"
"nae, waeyo? Kau mau?"
"tentu. Tapi, untuk Eunhyuk"
"Eunhyuk?"
"iya dia menyuruhku membeli sushi dan lemon tea tapi ia hanya memberikanku segini" keluh Dara.
"hahh memangnya kau tak lelah menjadi budaknya?"
"budak? Siapa yang menjadi budak?"

Hampir saja Nanchan tersedak ketika Leeteuk sudah ada dihadapan mereka berdua. Dara dan Nanchan saling menatap dan menggeleng kepala.

"ah. . I. I.. . Itu ah Nanchan bilang jika kau menolaknya sebagai kekasih ia mau menjadi budak oppa. Buka begitu?" Dara mencoba berbohong pada eoppanya.
"Ahhh benarkah??" Dara menginjak kaki Nanchan "Awww nae oppa aku mau jadi budakmu jika kau menolak cintaku" Nanchan pun ikut berbohong karena terpaksa.
"Aishhh, kalian ini oppa jadi malu. Dara, nanti kita tak bisa pulang bersama oppa harus pergi ke toko buku" jelas Leeteuk.
"benarkah? Nanchan bilang ia juga ingin kesana. Ia ingin membeli novel"

Dara tersenyum nakal pada Nanchan. Nanchan hanya bisa menahan kesal, bingung, dan kesakitan di kakinya.

"baiklah, nanti kita bertemu di tempat parkir" ajak Leeteuk sembari ingin meninggalkan kelas.
"Oppa tunggu! Boleh aku minta tea mu? Rasa apa itu?" tanya Dara.
"Lemon? Kau mau? Ambilah!" Leeteuk memberikan lemon teanya lalu berlalu lalang pergi.
"yeay! Akhirnya aku bisa dapatkan semuanya."

Dara segera mengambil dua buah sushi milik nanchan dan membawa lemon tea ke arah ruang perpustakaan. Tak lupa ia memberikan senyuman tanda terimakasih.

Dara masuk diam-diam membawa makanan ke dalam perpustakaan. Eunhyuk yang terpana melihatmu membawa sushi dan lemontea membuatmu hampir pingsan. Tatapan itu tetap melekat padamu.

"wahh darimana kau mendapatkan ini? Dara daebak!" ucap Eunhyuk seperti anak kecil.
"ahh gomawo makanlah!" suruh Dara.
"eh, tetapi aku ingin ada desertnya?" pinta Eunhyuk.

#GUBRAKK

Dara terjatuh dari kursinya membuat para pengunjung perpustakaan menatapnya aneh.
'Ishhh namja pabbo ini' batin Dara kesal

to be continue. . 

0 komentar on "FF Romance/ When I Kiss You/Continous/Part 3 and Part 4"

Poskan Komentar

FF Romance/ When I Kiss You/Continous/Part 3 and Part 4

[Part 3]
Title: When I Kiss You
Author: Han Hyo Seok
Twitter: @nandiatiputri
Genre: Romance
Lenght: Continous
Cast:
Park Dara Im
Kim Nanchan
Park Jung Soo a.k.a Leeteuk (Your Hyung)

Lee Hyuk Jae a.k.a Eunhyuk

note: mianhae telat ngepost. Mimin abz latihan volly.

Happy Reading :)

Dara POV

Akhhh. . Kenapa aku dijadikan budak? Aigo, apa sih maunya namja itu. Tetapi, bukankah harusnya aku senang ya? Pergi kemana-mana berdua dengan bintang populer.
Huft, seharusnya aku tak menyetujuinya.

FLASHBACK
"mwo? K. . .k .k .kau membacanya?" kataku terkejut.
"ne" ucapnya santai, lalu melanjutkan kembali pembicaraan. "jadi, apa kau mau aku balikan ini atau ku pasang ini di mading?"
"mmmwooo? Jangan! Tolong kembalikan punyaku" pintaku.
"mmm baiklah? Tapi ada syaratnya"
"mwoya? Syarat apa itu"
"kau harus menjadi budakku selama 1 minggu"
"what? Once week? Aigo. . Nanchan what i must do did?"
"so, why?"
"hhhh, ok" ucapku terpaksa.

Cupppp. .
Sekilas ciuman menempel dibibirku tanpa aba-aba. Akhh untuk kedua kalinya aku dicium olehnya.

"ahh, jangan lupa besok sebelum bel masuk belikan aku coffe espresso. Jika tidak diary ini akan ku umumkan"

[Flashback END]

Aku mencoba menutup mataku namun masih tetap tak bisa tertidur. Bayang bayang Eunhyuk selalu ada di otakku. Sepertinya ini efek dari ciuman tersebut. Lebih baik aku paksakan tidur jika tidak aku pasti akan telat esok.

ooOoOoo

Author POV

KYAaaaaa. .
Dara berteriak kencang yang memekakkan telinga Leeteuk. Hampir saja gelas kaca itu pecah jika Dara terus berteriak seperti itu.
Dara begitu histeris ketika melihat jam wekernya menunjukkan jam 6 pagi.

"Dara cepatlah turun oppamu sudah menunggu" teriak eomma dari ruang makan.
"tidak biasanya ia telat" ucap appa pelan.
Dara segera menuruni tangga sampai-sampai ia tak sempat merapikan rambutnya.

"oppa, ayo berangkat! Kajja kajja palliwa oppa" Seru Dara yang menarik lengan baju Leeteuk.
"aishhh rotiku belum habis"
"sudahlah cepat. Aku benar-benar sudah telat"

Leeteuk segera menancapkan gas motornya. Tak lupa mereka berpamitan dengan appa dan eomma.

oo0o0oo

Brukkk. .
Dara melempar tasnya ke atas meja yang membuat Nanchan tersentak kaget.
"ohayou gozamasuuuu~ kenapa kau terlihat lelah sekali?" sapa Nanchan.
"hahhh hampir saja aku telat. Huftt untunglah"
"hahh?? Telat apa? Jam masuk 10 menit lagi"
"bukan telat masuk. Aku hampir telat karena kesiangan membeli coffe"
"ha? Coffe? Untuk siapa?"
"AKU"

Tiba-tiba tanpa undangan Eunhyuk datang membawa segelas coffe yang masih hangat.

"Eunhyukkk? Kau? Sejak kapan kalian dekat?" tanya Nanchan celingak celinguk.

Para yeoja dikelas terkejut. Tak seperti biasanya namja populer itu ke kelas mereka.

"sejak kemarin" ucap Eunhyuk singkat.

Dara hanya menundukkan kepalanya malu. Ia juga merasa menyesal karena belum menceritakan hal penting kepada chingunya itu.

"thanks for your coffe dear" goda Eunhyuk.
"dear??" tanya Nanchan
"see you in libary at 10 o'clock. Don't forget that"

Eunhyuk pergi meninggalkan kelas Dara. Lalu, melambaikan tangan pada Nanchan yang terlihat jelas sedang menggoda. Nanchan yang tak tau apa-apa hanya membalas cengiran aneh ke Eunhyuk.

"jadi, bisa kau bicarakan padaku apa yang terjadi? Kenapa namja populer itu mengenalmu dan melambaikan tangan padaku?" Nanchan memulai introgasi terhadap Dara.





Author POV

Dara akhirnya menceritakan tentang first kissnya yang diambil Eunhyuk sampai tentang coffe. Nanchan yang begitu antusias dengan cerita Dara merasa kesal karena tingkah Eunhyuk dibalik wajah tampannya itu.

[Perpustakaan]

Dara begitu kesal menunggu Eunhyuk. Padahal ia yang menyuruhnya kesini. Tak lama kemudian Eunhyuk datang dengan wajah yang lelah.

"kau kenapa lama sekali? Jadi apa mau mu?" bentak Dara kesal.
"kenapa kau ketus sekali? Bukankah kau suka padaku? Seharusnya kau bersikap baik dan merasa senang bisa dekat denganku" omel Eunhyuk.
"Omo! Bisakah kau tak membahas isi diaryku?" elak Dara.
"haha kau pasti malu. Tta dengan uang ini cepat belikan aku sushi dan lemon tea" suruh Eunhyuk sembari memberikan 1 lembar uang kertas.
"ha? Uang segini mana cukup? Kau ini pabbo sekali. Ternyata cuma tampanmu saja yang keren tetapi otakmu . ." ucapan Dara terhenti ketika Eunhyuk menciumnya.

KYAAAAA
"apa yang kau lakukan?" teriak Dara sehingga penjaga perpustakaan memandang tajam ke arahnya.
"sssttt tenanglah! Ini perpustakaan" Eunhyuk menaruh jari telunjuknya dibibir Dara.

Dengan segera Dara berlari sebelum namja itu mengerjainya terus. Sudah 3 kali Dara berciuman. Setiap kali setelah kissu bersama Eunhyuk wajahnya berubah menjadi merah padam seperti udang rebus dan bibirnya terasa panas.

"Daraaa, kemarilah! Makan bersamaku. Hey, kenapa kau berwajah merah seperti itu kau sakit?"
"anni. Aku hanya . . ." bisik Dara.
"Aigo dia menciummu lagi?" ucap Nanchan heboh.

Dara hanya mengangguk malu. Karena, ia juga cukup senang mendapatkan ciuman dari namja itu.

"Hyaaa Nanchan kau bawa Sushi"
"nae, waeyo? Kau mau?"
"tentu. Tapi, untuk Eunhyuk"
"Eunhyuk?"
"iya dia menyuruhku membeli sushi dan lemon tea tapi ia hanya memberikanku segini" keluh Dara.
"hahh memangnya kau tak lelah menjadi budaknya?"
"budak? Siapa yang menjadi budak?"

Hampir saja Nanchan tersedak ketika Leeteuk sudah ada dihadapan mereka berdua. Dara dan Nanchan saling menatap dan menggeleng kepala.

"ah. . I. I.. . Itu ah Nanchan bilang jika kau menolaknya sebagai kekasih ia mau menjadi budak oppa. Buka begitu?" Dara mencoba berbohong pada eoppanya.
"Ahhh benarkah??" Dara menginjak kaki Nanchan "Awww nae oppa aku mau jadi budakmu jika kau menolak cintaku" Nanchan pun ikut berbohong karena terpaksa.
"Aishhh, kalian ini oppa jadi malu. Dara, nanti kita tak bisa pulang bersama oppa harus pergi ke toko buku" jelas Leeteuk.
"benarkah? Nanchan bilang ia juga ingin kesana. Ia ingin membeli novel"

Dara tersenyum nakal pada Nanchan. Nanchan hanya bisa menahan kesal, bingung, dan kesakitan di kakinya.

"baiklah, nanti kita bertemu di tempat parkir" ajak Leeteuk sembari ingin meninggalkan kelas.
"Oppa tunggu! Boleh aku minta tea mu? Rasa apa itu?" tanya Dara.
"Lemon? Kau mau? Ambilah!" Leeteuk memberikan lemon teanya lalu berlalu lalang pergi.
"yeay! Akhirnya aku bisa dapatkan semuanya."

Dara segera mengambil dua buah sushi milik nanchan dan membawa lemon tea ke arah ruang perpustakaan. Tak lupa ia memberikan senyuman tanda terimakasih.

Dara masuk diam-diam membawa makanan ke dalam perpustakaan. Eunhyuk yang terpana melihatmu membawa sushi dan lemontea membuatmu hampir pingsan. Tatapan itu tetap melekat padamu.

"wahh darimana kau mendapatkan ini? Dara daebak!" ucap Eunhyuk seperti anak kecil.
"ahh gomawo makanlah!" suruh Dara.
"eh, tetapi aku ingin ada desertnya?" pinta Eunhyuk.

#GUBRAKK

Dara terjatuh dari kursinya membuat para pengunjung perpustakaan menatapnya aneh.
'Ishhh namja pabbo ini' batin Dara kesal

to be continue. . 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar

 

©KPOP FANFICTION - Powered By Blogger Thanks to Blogger Templates | punta cana dominican republic