Read more: http://infosinta.blogspot.com/2012/04/cara-unik-agar-potingan-di-blog-tidak.html#ixzz24oy9BWTE KPOP FANFICTION: FF Yadong/[sequel] Happines With Oppa/ NC 21/One Shoot

Kamis, 06 September 2012

FF Yadong/[sequel] Happines With Oppa/ NC 21/One Shoot

Diposkan oleh Nanda Chan di 06.45

Title: Happines With Oppa (seque dari FF Help Me, Oppa)
Author: Han Hyo Seok
Genre: Romance, Yadong NC 21
Lenght: One Shoot
Cast:
·         Kim Kibum
·         You As Lee Junhee
·         Amber f(x)
·         Kim Ji Sun
Note: Fanfiction ini merupakan sequel dari Help Me, Oppa. Bagi yang lupa atau tidak tau cerita awalnya bisa mengecek di Nandachan26.blogspot.com . Mianhae kalau jelek ataupun aneh. Selamat membaca!
Author POV
Sejak hari itu, hari dimana pertama kalinya kau dan kibum oppa bertemu appa-mu langsung menyetujui perjodohan ini. Sebenarnya kau sempat terkejut bahwa kibum oppa yang tampan ini adalah kakak dari amber sahabatmu. Hari ini ialah hari pertama kau tinggal dengan seorang namja di satu atap. Perjanjian satu minggu dengannya pun sudah kau jalani dengan Kibum oppa dan sekarang kau sudah menjadi istri yang sah.
“Bagaimana dengan rumahnya kau suka? Tidak cukup jauh kan dari sekolahmu.” Tanya Kibum yang melihat sekeliling rumah. *rumahnya seperti rumah shin jihyun 49days*
“ne, aku juga. Tapi, bukankah ini terlalu besar untuk kita berdua?”
“aniyo! Bukankah nanti rumah ini akan dipenuhi dengan namja dan yeoja cilik?” Kibum melingkarkan tangannya diperutmu dan menghela napas di lehermu.
“Hei, pengantar barannya sudah datang. Cepat keluarlah.”
Kau terkejut dan menghampiri amber. “ne, aku kesana”
‘hampir saja ia memakanku’ batinmu.
******

You POV
Setelah rumah kami rapi dan semua barang telah diletakkan ditempatnya masing-masing, Amer pulang meninggalkan kami berdua yang duduk disofa ruang tamu.
“Huahhh aku lelah, besok sudah mulai bekerja dan kau pergi sekolah. Menyebalkan!!” lirihnya.
‘ah, bagaimana ini apa ia ingin melakukan malam pertama sekarang? Aku belum siap lagipula besok aku harus sekolah, dan aku juga belu pernah melakukan lebih dari ciuman. Bagaimana ini?’ batinku resah.
“Junhee-ah lebih baik kau mandi. Dan sehabis itu kita tidur”
“ki.. ki ta?” tanyaku gugup.
“ne” jawabnya santai.
Aku segera menuju kamar mandi. Aku mebasahkan tubuhku menikmati kesegaran airyang menghujani tubuhku.
‘aigo. Aku lupa membawa bajuku! Dasar yeoja pabbo. Apa aku keluar dengan menggunaka handuk saja ya?’ pikirku.
“chagiya, bisakah ambilkan baju untukku”
“maksudmu chagi?”
“bajuku! Aku lupa membawanya sewaktu ingin mandi” teriakku lam kamar mandi.
“bukan itu. Maksudku kenapa kau memanggilku chagiya?”
“ah, ah itu a maaf aku lupa maksudku yeobo-ah tolong ambilkan bajuku cepat”
“ne ne  aku ambilkan.tta”
Aku segera memakai piyama yang ia berikan padaku.
“oppa, mandilah selagi ada sisa air hangatnya” suruhku.
“ne” ia tersenyum nakal padaku.
‘aigo senyuman maut itu berartikan apa? Apakah ia menginginkannya.’
Aku segera naik kekasur dan menyelimuti tubuhku. Ckreeekkk *suara pintu kamar mandi*
Kibum mulai naik ketempat tidur dan menatapmu dengan wajah manisnya.
“waeyo yeobo-ah?” aku menatapnya balik.
Ia mendekatkan wajahnya padaku dan perlahan bibirnya hampir menyentuh bibirku.
‘eomeo, kenapa hatiku berdebar-debar tidak seperti waktu Taemin menciumku dulu?’ pikirku.
Kibum oppa melepaskan ciumannya dan tangannya memelukku, mengunci tubuhku agar tak bisa kemana-mana.
******

Author POV
KYAAAA
Kau memasukkan kepalamu kedalam balik selimut.
“waeyo yeobo?” tanya Kibum dengan tersenyum.
“a..a a.aku belum biasa tidur bersama namja disatu kasur. Dan aku juga belum siap melakukan hal itu. Bagaimana ini? Aku tau kau kesal, tapi aku mencintaimu sungguh. Bisakah kau menunggu sampai aku siap?” ucapmu panjang lebar dengan memejamkan matamu.
“hahahaha kau lucu yeobo-ah. Haha bukalah matamu, tatap mataku.” Ia hanya tertawa geli mendengarkan ucapanmu.
Kau menatapnya dengan malu.
“hahaha dengar aku tau kau mencintaiku dan aku tau kalau kau belum siap. Hahaha kenapa ini lu sekali? hahaha” kibum tertawa geli.
“oppa, kenapa kau tertawa apa kau mengerjaiku?”
“nae haha” jawabnya dengan tawa geli.”
“kau jahat jahat!” kau menepuk abs-nya yang tertutup kaos coklatnya.
Ia masih tertawa dan segera bangun membawa bantal dan berjalan keluar kamar.
“yeobo-ah kau mau kemana?” kau bangun dan menghampirinya.
“bukankah tadi kau bilang kau belum terbiasa tidur dengan namja tampan sepertiku disatu kasur? Lebih baik aku tidur disofa saja.”
“aniyo, tidurlah bersamaku agar aku terbiasa tidur didekatmu. Tapi, jangan lakukan ‘itu’” aku menundukkan kepalaku karena malu mengucapkan hal bodoh.
“ne, baiklah jika itu maumu. Tapi, bolehkah aku memelukmu?”
Kau mengangguk.”ingat hanya memeluk” perintahmu.
*****
You POV
Akhirnya Kibum tertidur lelap, lenganya mendekapku. Aku benar-benar senang dijodohkan dengan namja sebaik dia. Walaupun ia sempat menyebalkan. Aigo, wajahnya manis sekali saat tidur. Aku rasa aku wanita paling beruntung mendapatkan namja yang perhatian dan mengerti keadaanku sekarang.
Cupppp aku mendaratkan kecupan dipipinya.
*****
Esoknya
“joheun achim yeobo-ah!” kibum mengecup keningku.
“mmmm. . jam berapa sekarang oppa?”
“jam 6?”
“MWO? AKU TELAT!”
“hahaha, tidak aku bercanda. Sekarang baru jam 5 pagi.”
“Aishh kau ini ya!” aku segera mandi dan tidak lupa membawa seragam sekolahku.
Uwaaaa Segar sekali. Oh, iya aku ini seorang istri seharusnya aku bangun lebih awal dan menyiapkan sarapan. Aigo, aku lupa! Aku segera belari ke dapur dan aku terkejut melihat 2 piring nasi goreng, roti, selai coklat, susu, dan orange juice. Siapa yang memasak ini semua? Apakah ada pembantu baru? Setauku kibum hanya bisa memasak mie ramyun dan pancake.
“kau sudah bangun yeoja cilik?” seorang yeoja mengkagetkanku.
“kau siapa? Dimana Kibum oppa?” tanyaku.
“Kim Jisun. Teman saku kuliah dan satu kantor Kibum. Dan aku cinta pertamanya. Aku yakin Kibum akan mati kelaparan jika aku tak kesini. Kenapa ia mau ya sama bocah SMA ini. Harusnya kan kau yang membuatkan sarapan. Hah, dasar! Oh, ya kibum sedang keluar membeli sesuatu ia bilang.” ia melirikku dari atas ke bawah.
“baiklah!” sakit. Sakit itu yang kurasakan mendengar kalimat itu.
Aku mengambil nasi goreng dan susuku bawa ke kamarku agar ia tak dapat menjelek-jelekan diriku. Aku tak tahu jika oppa punya teman secantik dan se-sexy dia. Jika dibandingkan, aku malah 5 dan dia 10.
*pintu kamar terbuka*
“yeobo-ah kenapa kau makan dikamar?” tanya Kibum menghampiriku.
“a a aku aku malu. Sebagai istrimu harusnya aku yang menyiapkan sarapan dan harusnya kau bangu lebih pagi tapi kenyataanya malah kau yang lebih dulu bangun. Dan aku lebih malu yang menyiapkan sarapanmu malah cinta pertamamu bukan istrimu -_-, hiks” aku menunduk memnyesal.
“nde, gwaenchana chagiya. Jisun itu hanya temanku, ia rekan kerjaku, bukan cinta pertamaku. Kaulah cinta pertamaku.” Kibum mengelus kepalaku.
“kau bohong?” elakku.
“aku serius. Kau bisa tanyakan eommaku. Dulu aku itu tidak pernah memikirkan yeoja satu pun. Sampai akhirnya hatiku luluh melihatmu ekspresimu yang berubah waktu kau sedang bersedih. Wajahmu yang sedih, berubah jadi kesal, lalu senang, dan bingung. Dalam sekejap kau mengubah air mukamu itu sangat menarik dan satu lagi aku suka kepolosanmu.” Ia mengecup bibirku sekilas.
Awalnya aku ingin menangis mendengarpenjelasannya, tetapi kibum sudah terlanjur mencium bibirku.
“kau tahu ciuman pertamaku itu adalah kau” ia menatapku tajam.
“Kibummmm sarapannya sudah siap” teriak yeoja itu.
“ne, aku mandi dulu” teriak Kibum.
“apa kau ingin kita mandi bersama?”
“aish, kau genit sekali. Aku sudah mandi.”
Kibum oppa tertawa kecil dan berjalan arah kamar mandi. “yeobo-ah!” panggilku.
“ne?”
Cupppp aku mencium bibirnya lembut dan membiarkannya membalas ciumanku.
“ini pertama kalinya kau berinisiatif menciumku lebih dulu.” Ledeknya.
“oppa!” aku mencubit lengannya.
*******

Author POV
Kalian mulai berangkat ke tujuan masing-masing, seharusnya kau duduk disamping Kibum namun tempat itu sudah direbut oleh yeoja itu.
“baiklah oppa, aku turun disini saja kau tak usah masuk kedalam” suruh kau.
“yeobo-ah tunggu,  mmmphhmm” Kibum menarik lenganmu dan mencium bibirmu.
Kau seakan  tak mau kalah aku membalas ciuman Kibum oppa. Lalu, kami melepaskan ciuman kami dan tersenyum.
“Hei, tadi aku lihat loh! Kau berciumankan didepan gang sekolah” ledek Amber.
“mwo?”
“satu kelas membicarakanmu.”
“really?”
“hey, chagiya bagaimana dengan malam pertamamu dengan oppaku? Ia sangat manis bukan disaat tertidur?” ledek amber.
“ah, memang dia sangat manis ttetapi dia suka sekali menjahiliku. Dia sangat pengertian terhadapku. Tadi malam aku bilang belum siap dan ia mengerti. Tetapi, aku menyuruhnya untuk tidur dikasur yang sama denganku. Oh, ya kau tahu ada seorang yeoja yang menyebalkan namanya Jisun eonni. Dia sepertinya tidak suka denganku.”
“mungkin perasaanmu saja!”
“entahlah”
*****

Bel Pulang telah berkumandang. Namun, kau belum melihat kibum. Kau menunggu dan terus menunggu.
Tiinnnnn tinnnn *suara mobil*
“Mianhae aku baru sampai, aku habis ke rumah eommamu”
“eomma? Kau kenapa kesana?”
“gwaenchana hanya berkunjung”
Tanpa sadar selama perjalanan kau tertidur pulas. Dan kau terkejut ketika kau membuka matamu sudah berada dikamar. Kau merasa sangat malu.
“kau sudah bangun?” kibum masuk ke kamar dan membawa teh hangat.
“ne, gomawo oppa.” Kau menyeruput teh.
Kau menatap wajah kibum dan kibum tersenyum menatapmu. Deg deg deg ‘kenapa jantungku berdebar kencang sekali’
Kau menaruh teh itu dan berlari kekamar mandi. Kau melpas pakaianmu dan merendamkan diri dibak mandi. Kau benar-benar merasa dirimu aneh. Entah kenapa kau selalu malu ketika bertatapan dengan wajahnya.
5 menit kemudian kau belun juga keluar dari kamar mandi. Kibum merasa resah ia meneriakkan namamu dari luar kamar mandi namun tak ada jawaban. Kibum segera mendobrak pintu ternyata kau pingsan karena terlalu lama berendam diair hangat. Ia mengangkat tubuhmu dan membaringkanmu dikasur.
******

You POV

Perlahan aku membuka mataku dan kyaaa kenapa aku sudah berada di kamar? Dan kenapa aku memakai baju ini?
“Ahh, kaui sudah bangun?”
“ne, oppa kenapa aku bisa dikamar?”
“tadi kau pingsan. Dan aku mengankatmu”
“jadi, kau melihat tubuhku yang naked?”
“ne, wae? Bukankah kita sudah bersuami-istri”
“ta.. tapi..”
“mianhae aku juga tak tahu harus berbuat apa jadi aku langsung mengangkat tubuhmu dengan handuk lalu. .” ucapannya terhenti ketika aku mecium bibirnya sekilas.
“oppa aku percaya padamu. Walaupun itu sakit tapi aku ingin menyerahkan diriku. Saranghae oppa”
Kibum tersenyum lembut dan membaringkan tubuhku dibukanya bajuku. Lalu ia menciumi tubuhku dari keningku, turun ke bibirku, lalu menjilati leherku dan akhirnya turun di dadaku. Aku merasakan sentuhan lembut lidahnya didaku. Ia mengemut nippleku dan meremas-remas dadaku. Ia seperti sudah ahli melakukan hal ini.
Ciumannya turun ke salangkanganku yang sudah banjir.
“oppa, lakukan perlahan”
Ia menatapku dan mencium keningku.
Kibum membuka lebar-lebar pahaku. Terlihat jelas vaginaku yang masih perawan ia menciuminya lembut lalu menjulurkan lidanya menjilat-jilati klitorisku membuatku kegelian. Jarinya mengekspos mencari-cari titik kelemahan ku dan ouchhhhhhhhhhhh aku keluar tepat diwajahnya.
Ia menjilati vaginaku kembali.
“aku masukkan ya!”
“ne, pelan-pelan”
Ia memasukkan juniornya dan akhh sakit itu yang kurasakan.
“punyamu sempit sekali uhh”
Kibum terus memasukkan miliknya perlahan dan . . . darah perawanmu keluar. Kau menangis kesakitan kibum mengecup keningmu dan menghentikan permainan sejenak.
“hello hello uljimaaaa” kibum bernyanyi pelan dan aku memberikan senyuman.
“aku lanjutkan?”
“ne oppa aku sudah tak apa”
Kibum memasukkannya juniornya sampai pangkalnya. Lalu memaju mundurkan miliknya. Perlahan aku merintih kesakitan namun aku malah kenikmatan.
“ahh oppa hhh”
“hhh panggil namaku”
“kimbum ahh uh akhh” desahku.
Aku memeluknya erat dan memejamkan matamu.
‘jika tau senikmat ini harusnya aku sudah melakukannya kemarin’ batinmu.
“oppa sepertinya aku mau..”
“ne, tunggu lah aku juga akan keluar”
Kibum oppa terus memaju mundurkan juniornya ke milikku. Bibirnya menempel di bibirku.
“ahh hhh ah aha ah oppa”
“yeobo ah ahhhh”
“aku sudah ingin keluar”
“Ouchhhhhhhhh” kalian keluar bersamaan dan merasakan cairang hangat.
Kibum melepaskan miliknya dan ia berbaring disampingmu.
“apakah sakit?” tanyanya khawatir.
“sedikit”
Aku mengecup pipinya dan tersenyum sepertinya rasa sukaku bertambah dan aku merasa bahwa aku tak malu lagi menatap wajahnya itu. Kami tertidur dan kibum seperti biasa memelukku.
END

0 komentar on "FF Yadong/[sequel] Happines With Oppa/ NC 21/One Shoot "

Poskan Komentar

FF Yadong/[sequel] Happines With Oppa/ NC 21/One Shoot


Title: Happines With Oppa (seque dari FF Help Me, Oppa)
Author: Han Hyo Seok
Genre: Romance, Yadong NC 21
Lenght: One Shoot
Cast:
·         Kim Kibum
·         You As Lee Junhee
·         Amber f(x)
·         Kim Ji Sun
Note: Fanfiction ini merupakan sequel dari Help Me, Oppa. Bagi yang lupa atau tidak tau cerita awalnya bisa mengecek di Nandachan26.blogspot.com . Mianhae kalau jelek ataupun aneh. Selamat membaca!
Author POV
Sejak hari itu, hari dimana pertama kalinya kau dan kibum oppa bertemu appa-mu langsung menyetujui perjodohan ini. Sebenarnya kau sempat terkejut bahwa kibum oppa yang tampan ini adalah kakak dari amber sahabatmu. Hari ini ialah hari pertama kau tinggal dengan seorang namja di satu atap. Perjanjian satu minggu dengannya pun sudah kau jalani dengan Kibum oppa dan sekarang kau sudah menjadi istri yang sah.
“Bagaimana dengan rumahnya kau suka? Tidak cukup jauh kan dari sekolahmu.” Tanya Kibum yang melihat sekeliling rumah. *rumahnya seperti rumah shin jihyun 49days*
“ne, aku juga. Tapi, bukankah ini terlalu besar untuk kita berdua?”
“aniyo! Bukankah nanti rumah ini akan dipenuhi dengan namja dan yeoja cilik?” Kibum melingkarkan tangannya diperutmu dan menghela napas di lehermu.
“Hei, pengantar barannya sudah datang. Cepat keluarlah.”
Kau terkejut dan menghampiri amber. “ne, aku kesana”
‘hampir saja ia memakanku’ batinmu.
******

You POV
Setelah rumah kami rapi dan semua barang telah diletakkan ditempatnya masing-masing, Amer pulang meninggalkan kami berdua yang duduk disofa ruang tamu.
“Huahhh aku lelah, besok sudah mulai bekerja dan kau pergi sekolah. Menyebalkan!!” lirihnya.
‘ah, bagaimana ini apa ia ingin melakukan malam pertama sekarang? Aku belum siap lagipula besok aku harus sekolah, dan aku juga belu pernah melakukan lebih dari ciuman. Bagaimana ini?’ batinku resah.
“Junhee-ah lebih baik kau mandi. Dan sehabis itu kita tidur”
“ki.. ki ta?” tanyaku gugup.
“ne” jawabnya santai.
Aku segera menuju kamar mandi. Aku mebasahkan tubuhku menikmati kesegaran airyang menghujani tubuhku.
‘aigo. Aku lupa membawa bajuku! Dasar yeoja pabbo. Apa aku keluar dengan menggunaka handuk saja ya?’ pikirku.
“chagiya, bisakah ambilkan baju untukku”
“maksudmu chagi?”
“bajuku! Aku lupa membawanya sewaktu ingin mandi” teriakku lam kamar mandi.
“bukan itu. Maksudku kenapa kau memanggilku chagiya?”
“ah, ah itu a maaf aku lupa maksudku yeobo-ah tolong ambilkan bajuku cepat”
“ne ne  aku ambilkan.tta”
Aku segera memakai piyama yang ia berikan padaku.
“oppa, mandilah selagi ada sisa air hangatnya” suruhku.
“ne” ia tersenyum nakal padaku.
‘aigo senyuman maut itu berartikan apa? Apakah ia menginginkannya.’
Aku segera naik kekasur dan menyelimuti tubuhku. Ckreeekkk *suara pintu kamar mandi*
Kibum mulai naik ketempat tidur dan menatapmu dengan wajah manisnya.
“waeyo yeobo-ah?” aku menatapnya balik.
Ia mendekatkan wajahnya padaku dan perlahan bibirnya hampir menyentuh bibirku.
‘eomeo, kenapa hatiku berdebar-debar tidak seperti waktu Taemin menciumku dulu?’ pikirku.
Kibum oppa melepaskan ciumannya dan tangannya memelukku, mengunci tubuhku agar tak bisa kemana-mana.
******

Author POV
KYAAAA
Kau memasukkan kepalamu kedalam balik selimut.
“waeyo yeobo?” tanya Kibum dengan tersenyum.
“a..a a.aku belum biasa tidur bersama namja disatu kasur. Dan aku juga belum siap melakukan hal itu. Bagaimana ini? Aku tau kau kesal, tapi aku mencintaimu sungguh. Bisakah kau menunggu sampai aku siap?” ucapmu panjang lebar dengan memejamkan matamu.
“hahahaha kau lucu yeobo-ah. Haha bukalah matamu, tatap mataku.” Ia hanya tertawa geli mendengarkan ucapanmu.
Kau menatapnya dengan malu.
“hahaha dengar aku tau kau mencintaiku dan aku tau kalau kau belum siap. Hahaha kenapa ini lu sekali? hahaha” kibum tertawa geli.
“oppa, kenapa kau tertawa apa kau mengerjaiku?”
“nae haha” jawabnya dengan tawa geli.”
“kau jahat jahat!” kau menepuk abs-nya yang tertutup kaos coklatnya.
Ia masih tertawa dan segera bangun membawa bantal dan berjalan keluar kamar.
“yeobo-ah kau mau kemana?” kau bangun dan menghampirinya.
“bukankah tadi kau bilang kau belum terbiasa tidur dengan namja tampan sepertiku disatu kasur? Lebih baik aku tidur disofa saja.”
“aniyo, tidurlah bersamaku agar aku terbiasa tidur didekatmu. Tapi, jangan lakukan ‘itu’” aku menundukkan kepalaku karena malu mengucapkan hal bodoh.
“ne, baiklah jika itu maumu. Tapi, bolehkah aku memelukmu?”
Kau mengangguk.”ingat hanya memeluk” perintahmu.
*****
You POV
Akhirnya Kibum tertidur lelap, lenganya mendekapku. Aku benar-benar senang dijodohkan dengan namja sebaik dia. Walaupun ia sempat menyebalkan. Aigo, wajahnya manis sekali saat tidur. Aku rasa aku wanita paling beruntung mendapatkan namja yang perhatian dan mengerti keadaanku sekarang.
Cupppp aku mendaratkan kecupan dipipinya.
*****
Esoknya
“joheun achim yeobo-ah!” kibum mengecup keningku.
“mmmm. . jam berapa sekarang oppa?”
“jam 6?”
“MWO? AKU TELAT!”
“hahaha, tidak aku bercanda. Sekarang baru jam 5 pagi.”
“Aishh kau ini ya!” aku segera mandi dan tidak lupa membawa seragam sekolahku.
Uwaaaa Segar sekali. Oh, iya aku ini seorang istri seharusnya aku bangun lebih awal dan menyiapkan sarapan. Aigo, aku lupa! Aku segera belari ke dapur dan aku terkejut melihat 2 piring nasi goreng, roti, selai coklat, susu, dan orange juice. Siapa yang memasak ini semua? Apakah ada pembantu baru? Setauku kibum hanya bisa memasak mie ramyun dan pancake.
“kau sudah bangun yeoja cilik?” seorang yeoja mengkagetkanku.
“kau siapa? Dimana Kibum oppa?” tanyaku.
“Kim Jisun. Teman saku kuliah dan satu kantor Kibum. Dan aku cinta pertamanya. Aku yakin Kibum akan mati kelaparan jika aku tak kesini. Kenapa ia mau ya sama bocah SMA ini. Harusnya kan kau yang membuatkan sarapan. Hah, dasar! Oh, ya kibum sedang keluar membeli sesuatu ia bilang.” ia melirikku dari atas ke bawah.
“baiklah!” sakit. Sakit itu yang kurasakan mendengar kalimat itu.
Aku mengambil nasi goreng dan susuku bawa ke kamarku agar ia tak dapat menjelek-jelekan diriku. Aku tak tahu jika oppa punya teman secantik dan se-sexy dia. Jika dibandingkan, aku malah 5 dan dia 10.
*pintu kamar terbuka*
“yeobo-ah kenapa kau makan dikamar?” tanya Kibum menghampiriku.
“a a aku aku malu. Sebagai istrimu harusnya aku yang menyiapkan sarapan dan harusnya kau bangu lebih pagi tapi kenyataanya malah kau yang lebih dulu bangun. Dan aku lebih malu yang menyiapkan sarapanmu malah cinta pertamamu bukan istrimu -_-, hiks” aku menunduk memnyesal.
“nde, gwaenchana chagiya. Jisun itu hanya temanku, ia rekan kerjaku, bukan cinta pertamaku. Kaulah cinta pertamaku.” Kibum mengelus kepalaku.
“kau bohong?” elakku.
“aku serius. Kau bisa tanyakan eommaku. Dulu aku itu tidak pernah memikirkan yeoja satu pun. Sampai akhirnya hatiku luluh melihatmu ekspresimu yang berubah waktu kau sedang bersedih. Wajahmu yang sedih, berubah jadi kesal, lalu senang, dan bingung. Dalam sekejap kau mengubah air mukamu itu sangat menarik dan satu lagi aku suka kepolosanmu.” Ia mengecup bibirku sekilas.
Awalnya aku ingin menangis mendengarpenjelasannya, tetapi kibum sudah terlanjur mencium bibirku.
“kau tahu ciuman pertamaku itu adalah kau” ia menatapku tajam.
“Kibummmm sarapannya sudah siap” teriak yeoja itu.
“ne, aku mandi dulu” teriak Kibum.
“apa kau ingin kita mandi bersama?”
“aish, kau genit sekali. Aku sudah mandi.”
Kibum oppa tertawa kecil dan berjalan arah kamar mandi. “yeobo-ah!” panggilku.
“ne?”
Cupppp aku mencium bibirnya lembut dan membiarkannya membalas ciumanku.
“ini pertama kalinya kau berinisiatif menciumku lebih dulu.” Ledeknya.
“oppa!” aku mencubit lengannya.
*******

Author POV
Kalian mulai berangkat ke tujuan masing-masing, seharusnya kau duduk disamping Kibum namun tempat itu sudah direbut oleh yeoja itu.
“baiklah oppa, aku turun disini saja kau tak usah masuk kedalam” suruh kau.
“yeobo-ah tunggu,  mmmphhmm” Kibum menarik lenganmu dan mencium bibirmu.
Kau seakan  tak mau kalah aku membalas ciuman Kibum oppa. Lalu, kami melepaskan ciuman kami dan tersenyum.
“Hei, tadi aku lihat loh! Kau berciumankan didepan gang sekolah” ledek Amber.
“mwo?”
“satu kelas membicarakanmu.”
“really?”
“hey, chagiya bagaimana dengan malam pertamamu dengan oppaku? Ia sangat manis bukan disaat tertidur?” ledek amber.
“ah, memang dia sangat manis ttetapi dia suka sekali menjahiliku. Dia sangat pengertian terhadapku. Tadi malam aku bilang belum siap dan ia mengerti. Tetapi, aku menyuruhnya untuk tidur dikasur yang sama denganku. Oh, ya kau tahu ada seorang yeoja yang menyebalkan namanya Jisun eonni. Dia sepertinya tidak suka denganku.”
“mungkin perasaanmu saja!”
“entahlah”
*****

Bel Pulang telah berkumandang. Namun, kau belum melihat kibum. Kau menunggu dan terus menunggu.
Tiinnnnn tinnnn *suara mobil*
“Mianhae aku baru sampai, aku habis ke rumah eommamu”
“eomma? Kau kenapa kesana?”
“gwaenchana hanya berkunjung”
Tanpa sadar selama perjalanan kau tertidur pulas. Dan kau terkejut ketika kau membuka matamu sudah berada dikamar. Kau merasa sangat malu.
“kau sudah bangun?” kibum masuk ke kamar dan membawa teh hangat.
“ne, gomawo oppa.” Kau menyeruput teh.
Kau menatap wajah kibum dan kibum tersenyum menatapmu. Deg deg deg ‘kenapa jantungku berdebar kencang sekali’
Kau menaruh teh itu dan berlari kekamar mandi. Kau melpas pakaianmu dan merendamkan diri dibak mandi. Kau benar-benar merasa dirimu aneh. Entah kenapa kau selalu malu ketika bertatapan dengan wajahnya.
5 menit kemudian kau belun juga keluar dari kamar mandi. Kibum merasa resah ia meneriakkan namamu dari luar kamar mandi namun tak ada jawaban. Kibum segera mendobrak pintu ternyata kau pingsan karena terlalu lama berendam diair hangat. Ia mengangkat tubuhmu dan membaringkanmu dikasur.
******

You POV

Perlahan aku membuka mataku dan kyaaa kenapa aku sudah berada di kamar? Dan kenapa aku memakai baju ini?
“Ahh, kaui sudah bangun?”
“ne, oppa kenapa aku bisa dikamar?”
“tadi kau pingsan. Dan aku mengankatmu”
“jadi, kau melihat tubuhku yang naked?”
“ne, wae? Bukankah kita sudah bersuami-istri”
“ta.. tapi..”
“mianhae aku juga tak tahu harus berbuat apa jadi aku langsung mengangkat tubuhmu dengan handuk lalu. .” ucapannya terhenti ketika aku mecium bibirnya sekilas.
“oppa aku percaya padamu. Walaupun itu sakit tapi aku ingin menyerahkan diriku. Saranghae oppa”
Kibum tersenyum lembut dan membaringkan tubuhku dibukanya bajuku. Lalu ia menciumi tubuhku dari keningku, turun ke bibirku, lalu menjilati leherku dan akhirnya turun di dadaku. Aku merasakan sentuhan lembut lidahnya didaku. Ia mengemut nippleku dan meremas-remas dadaku. Ia seperti sudah ahli melakukan hal ini.
Ciumannya turun ke salangkanganku yang sudah banjir.
“oppa, lakukan perlahan”
Ia menatapku dan mencium keningku.
Kibum membuka lebar-lebar pahaku. Terlihat jelas vaginaku yang masih perawan ia menciuminya lembut lalu menjulurkan lidanya menjilat-jilati klitorisku membuatku kegelian. Jarinya mengekspos mencari-cari titik kelemahan ku dan ouchhhhhhhhhhhh aku keluar tepat diwajahnya.
Ia menjilati vaginaku kembali.
“aku masukkan ya!”
“ne, pelan-pelan”
Ia memasukkan juniornya dan akhh sakit itu yang kurasakan.
“punyamu sempit sekali uhh”
Kibum terus memasukkan miliknya perlahan dan . . . darah perawanmu keluar. Kau menangis kesakitan kibum mengecup keningmu dan menghentikan permainan sejenak.
“hello hello uljimaaaa” kibum bernyanyi pelan dan aku memberikan senyuman.
“aku lanjutkan?”
“ne oppa aku sudah tak apa”
Kibum memasukkannya juniornya sampai pangkalnya. Lalu memaju mundurkan miliknya. Perlahan aku merintih kesakitan namun aku malah kenikmatan.
“ahh oppa hhh”
“hhh panggil namaku”
“kimbum ahh uh akhh” desahku.
Aku memeluknya erat dan memejamkan matamu.
‘jika tau senikmat ini harusnya aku sudah melakukannya kemarin’ batinmu.
“oppa sepertinya aku mau..”
“ne, tunggu lah aku juga akan keluar”
Kibum oppa terus memaju mundurkan juniornya ke milikku. Bibirnya menempel di bibirku.
“ahh hhh ah aha ah oppa”
“yeobo ah ahhhh”
“aku sudah ingin keluar”
“Ouchhhhhhhhh” kalian keluar bersamaan dan merasakan cairang hangat.
Kibum melepaskan miliknya dan ia berbaring disampingmu.
“apakah sakit?” tanyanya khawatir.
“sedikit”
Aku mengecup pipinya dan tersenyum sepertinya rasa sukaku bertambah dan aku merasa bahwa aku tak malu lagi menatap wajahnya itu. Kami tertidur dan kibum seperti biasa memelukku.
END

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar

 

©KPOP FANFICTION - Powered By Blogger Thanks to Blogger Templates | punta cana dominican republic