Read more: http://infosinta.blogspot.com/2012/04/cara-unik-agar-potingan-di-blog-tidak.html#ixzz24oy9BWTE KPOP FANFICTION: FF Yadong/Honey Moon/Yadong NC21/One Shoot

Kamis, 06 September 2012

FF Yadong/Honey Moon/Yadong NC21/One Shoot

Diposkan oleh Nanda Chan di 06.42

Title:  Honeymoon
Author: Han Hyo Seok
Genre: Romance, Yadong NC 21
Lenght: One Shoot
Cast:
Kim Heechul
You as Lee Sora
Note: Mianhae jelek or aneh. Selamat Membaca!!

Author POV
“Apa ini? Surat untukku?”
[Yeobo-ah maaf setelah 3 hari perkawinan kita, aku tak sempat melewati malam pertamaku denganku. Hari ini pekerjaanku sudah selesai. Aku sudah memesan hotel disini. Tempatnya indah dan romantis. Cepatlah datang aku sudah menyiapkan sesorang menjemputmu nanti di bandara nanti. Kita bertemu setelah jam makan siang. Oh, iya aku sudah menyiapkan koper  untukmu. Didalamnya sudah ada tiket dan passpord. Bogoshippoyo. Kim Heechul, Hawai]
‘Honeymoon’ kata itu terlintas dibenakmu. Kau seharian memikirkan kata tersebut. Heecul suami sudah memesan hotel yang berada di Hawai. Sebenarnya ia ada tugas keluar selama 3 hari setelah 1 minggu perkawinan kami selesai. Kau sempat terkejut mendengarnya, namun ia adalah Heechul sang pekerja keras, giat, dan rajin. Walaupun sifat manjanya itu yang membuatmu malas.
*****
Hawai
“nona kim Sora?”
“ne?”
“naiklah, tuan Heechul sudah menunggu anda di restoran”
Kau mengikuti pria tersebut dan menaiki mobil mewah tersebut. Kau melihat sekelilingmu ketika berada dalam perjalanan. Terlihat banyak pasangan yang sedang bersama menikmati honeymoon mereka. Tidak lebih dari 15 menit aku sudah berada di Restoran dimana Heechul menungguku.
“oppa nado bogoshippoyo” bisikku dalam hati.
Kau melihat sesosok namja yang kau kenal melambaikan tangannya dan tersenyum padamu. Kau berjalan menghampirinya dengan penuh kegembiraan.
“oppa, neomu neomu bogoshippoyo” kau memeluknya erat.
“Nado, bogoshippo”
“kau ingin makan apa? Habis makan kita mau kemana?”
“aku lelah lebih baik setelah makan kita ke hotel saja”
Heechul memanggil waitress dan memesan 2 porsi makanan dan 2 buah desert disertai 2 gelas orange juice. Heechul menggenggam tangamu erat, ia tak memperdulikan tatapan orang lain ke kalian berdua.
*****
19.00
You POV
Setelah makan kami berbelanja baju di toko yang tak jauh dari restoran tersebut. Kini Heechul sedang membilas tubuhnya, aku menunggunya dikasur dengan batinku yang bergejolak.
Heechul keluar hanya menggunakan celana pendek selutut berwarna putih dan tubuh atasnya sudah naked. Aku sangat menyukainya saat ia tak memakai baju dengan rambutnya yang basah jadi terlihat lebih manly.
“apa kau ingin melakukannya?” tanyaku.
Ia hanya tersenyum nakal.
“baiklah aku mulai duluan” seruku.
Aku membuka resleting celana Heechul dan mengeluarkan miliknya yang masih melemas.
*****

Heechul POV
Tiba-tiba sora langsung membuka celanaku dan mengeluarkan penisku yang sempat melemas karena shock. Dengan kedua tangan ia membelai dan meremas-remas dengan lembut penisku yang sudah basah. Rasa horny dan keringat dingin masih menyelimuti tubuh dan pikiranku. Namun, kejantananku kembali berereksi di dalam belaian Jari-jari sora yang cekatan. Pandangan sora terus terpana pada penisku. Ketika penisku sudah mencapai ketegangan maksimalnya, mulut sora sedikit terbuka, nafasnya memburu sambil mengeluarkan desahan halus. Kuangkat dagunya sehingga aku dapat melihat wajahnya dengan dekat. Ia menginginkannya, itulah ekspresi yang tertulis jelas pada wajahnya.
Langsung kucumbu bibirnya yang segar dan kedua tanganku langsung menyingkap bagian pertengahan paha. Kejantananku bergetar dan menjadi lebih keras dan panjang. Pantatnya yang lembut dan kenyal ku remas-remas. Demi menghemat waktu, tangan kiriku langsung mendarat di vaginanya yang kebanjiran, dan tangan kananku menuju dadanya. Dadanya ku remas-remas dan klitorisnya pun mendapatkan pelayanan istimewa dari jari-jariku.
“ouchhhh ahhh ah ppalli palli”
“Hhhh ahh ahah ahhh oh hh”
Tubuh sora tak henti-hentinya bergetar dan mempercepat irama kocokan tangannya pada penisku. Kuangkat kaki kirinya, kemudian tangan kiriku menuntun kejantananku menuju vaginanya . Sora hanya berdiri pasrah menunggu penisku. Ketika ujung kepala penisku bersentuhan dengan bibir vaginanya yang basah dan hangat, Aku pun sempat bergetar. Perlahan-lahan kudorong masuk kepala penisku. Tidak ada hambatan dan gesekan yang berarti, karena celah vaginanya benar-benar basah dan licin. Mulut sora terbuka lebar, matanya tertutup rapat. Kudorong lagi sampai hampir setengah dari panjang penisku, kemudian kutarik keluar dan kudorong masuk lagi. Sedikit demi sedikit akhirnya seluruh penisku sudah tertanam di dalam vaginanya yang sempit dan basah. Untuk sesaat aku tidak bergerak dan merasakan dinding-dinging vaginanya mendekap kejantananku.
“Ahhhh ah hh” desahan itu keluar dari mulutnya.
*****
You POV
‘Penisnya besar dan kuat sekali..’ batinku sambil terus menikmati.
 Setelah aku selesai menikmati sisa-sisa orgasmeku, aku melepaskan diri dari dekapannya dan berlutut di hadapan kejantanannya.
Lidahku terjulur dan menyapu sepanjang batang penis Heechul yang basah diselimuti oleh madu cintanya. Dengan cekatan aku menjilati penisnya, kemudian mengulum kepala penisnya yang merah. Mulutku yang hangat ditambah dengan tarian liar yang dilakukan oleh lidahku membuat penisnya berdenyut-denyut seperti ingin orgasme *author sok tahu*#abaikan.
Cairan putih itu memenuhi mulutku. Aku hampir tersedak, aku menghentikan permainanku sebentar dan menatap suami tampanku.
“wae?” tanyanya dengan wajah polos.
“aku harus minum obat dulu” aku berdiri dan menuju lemari kecil diseelah kasur kami.
“yeobo~ah, tak usah. Aku sudah siap menjadi seorang appa.” Ia menarik tanganku dan mendekapku.
“are you seriously oppa?” aku menatapnya.
“ne, yeobo!”
Mendengar kalimat itu hatiku begitu senang. Tanpa sadar aku memeluknya. Sudah cukup lama aku menunggu kalimat itu keluar dari mulutnya langsung. Dulu ia belum siap menjadi appa karena akan takut tersaingi ketampanannya. Bukankah itu alasan yang sangat bodoh bukan? Bagaimana jika anaknya seorang yeoja aku lebih takut jika anakmu menyukaimu.
*****

Author POV
“yeobo, bisakah kita lanjutkan yang tadi?”
“Ne oppa” jawab kau semangat.
“bagaimana jika sekalian mandi? Bukankah sudah jarang sekali kita mandi brsama”
“aku malu”
“sudahlah, nanti airnya sudah tak jadi hangat.” Heechul menarikmu ke kamar mandi.
Heechul memasukkan air hangat ke dalam bak mandi. Kau memasukkan bodywash ke dalam bak sehingga mulai banyak busa. Kau segera menenggelamkan diri ditumpukkan busa tersebut.
Heechul juga ikut masuk dan kau sekarang membelakangi Heechul. Heechul mengusap punggungmu lembut serta menciumi.
“Hhhhh” desahmu pelan.
“mandikan aku!” Heechul berbisik di telingamu.
Kau mulai berbalik badan dan kini kalian saling berhadapan yang dihalangi oleh busa-busa putih.
Kau mengusap abs-nya dengan lembut dan tersenyum.
“oppa, aku baru sadar bahwa tubuhmu itu bagus. Rasanya aku ingin memelukmu setiap waktu” goda kau.
“Aishhhh, tubuhmu jauh lebih bagus. Lihat nipple ini sungguh menggodaku untuk segera pulang ke rumah lebih awal.” Heechul mencubit nipplemu yang mulai menegang.
“berbaliklah, oppa jangan nakal. Biar aku usapkan punggungmu” kau mendoroh tubuhnya berbalik arah.
Kau mengusap punggungnya yang mulus. Ia sempat mendesah ketika aku mengusap punggungnya.
“oppa, tebak ini!” aku mengusap jariku ke punggungnya dan menuliskan sebuah kata.
“sarang?”
“benar!” kau memberikan satu kecupan di lehernya sehigga meninggalkan bekas.
“kalau ini apa?” tanyaku balik.
“Heechul?” jawabnya.
“kau benar lagi, oppa”
“bisakah kau menggunakan nipplemu saja. Sepertiya lebih menyenangkan.”
“Ah, kau ini”
“jebal, yeobo ah!”
Akhirnya kau mengalah. Kau memegang dadamu dan mengarahkan putingmu ke punggungnya dan menggerakannya.
“Ahhh,, ini sungguh nikmat yeobo ahhhh” desahnya.
‘hhh.. kenapa aku juga menikmatinya’ batinmu.
“tebak apa?”
“Saranghaeyo??”
“ne!” kau mengangguk.
“nado saranghaeyo!” ia mengecup bibirmu lembut dan manis.
Ciumannya mulai panas ia melumat bibirmu dan menggigit bibirmu kecil agar lidahnya leluasa masuk ke dalam mulutmu.
“mmphh. . ”
Tangannya mulai bergerilya kedadamu. Mengusapkan busa kedadamu, memainkan putingmu yang sedari tadi sudah menegang. Tangannya meremas-remas dadamu. Membuatmu mendesah kenikmatan.
“ahh oppa”
Heechul menghentikan ciumannya dan menuntunmu untuk mandi di shower. Kau mengikutinya. Ia menyalakan air shower dan kembali memainkan dadamu.
“Kau tau hal yang paling kusukai dari tubuhmu?”
Kau hanya diam mendesah menikmati sentuham-sentuhan yang Heechul berikan.
“Anni hhhh”
“nipplemu”
“Ahh...” desahmu ketika Heechul menggigit nipplemu pelan.
Kau menggigit bibir bawahmu. Heechul mendekapmu.
“apa kau kedinginan yeobo-ah?”
Kau mengangguk.
*****

Heechul POV
“aku merasakan tubuhnya bergetar kedinginan ketika kami bermain derasnya air shower. Aku mematikan shower dan mengambil handuk menutupi tubuhnya yang kedinginan.
Kami duduk berdua di atas kasur, aku mendekapnya agar ia merasakan kehangatan.
“oppa, apa kau tak mau melanjutkannya?” tanyanya.
“jika kau ingin aku mau” jawabku.
“ne oppa berbaringlah”
Ia melempar handuknya ke sembarang, lalu menindih tubuhku. Ia memegang perlahan batangku yang masih menegang.ia mengelus perlahan dan mengocok milikku.
“yeobo-ah palli palli ahhh” aku tak kuat menahan sensasi tersebut.
Ia memasukkan penisku perlahan ke vaginanya.
“Ahhh” ia mendesah ketika milikku masuk di vaginanya.
Perlahan ia menaik-turunkan tubuhnya. Tangannya bertumpu pada abskku. Aku membantunya dengan memegang pinggul yeoboku.
“Ahhhh ahhh” desahnya.
“ahhh uh ng ahhhh”
Desahan-desahan darinya membuatku horny. Ku lihat wajahnya sudah mulai kelelahan. Aku mulai berganti posisi. Aku mulai melakukan ancang-ancang, perlahan ku maju mundurkan miliknya, lalu aku menggoyangkan ke kanan kiri memberikan sensasi tersendiri bagiku. Denyutan-denyutan yang terasa di milikku juga membuahku mendesah kenimatan.
Aku mulai bermain dengan tempo cepat. Tubuh sora mulai bergelinjang kenikmatan.
“akhh akhh oppaahh”
“yeobo ah bukankah ah ini uh nikmat?” tanyaku dengan sedikit desahan nikmat.
“ne oppa ne palli palli jebal  heechul oppa”
Aku terus menggenjot milikku didalam selangkangannya yang begitu nikmat.
“sepertinya kau hhh uh mau keluar” seruku.
“nado oppa ahh”
Pelukannya semakin erat.
“Ahhhhhhhhhhhhhhhghhhh uhhh” kami berdua mendesah ketika cairan hangat kami bercampur.
“Oppa jangan dilepaskan!” suruhnya.
“waeyo?”
“Aku merasakan dirimu lebih lama 5 menit saja.”
Aku hanya tersenyum dan mengecup pipinya.
 Aku benar-benar beruntung memiliki istri semanis dirinya. Ia selalu mengerti akan diriku, ia juga sangat perhatian setiap hari ia membawakan makan siang ke kantorku, memasak air hangat walaupun itu sudah larut malam, aku tak tahu apa yang harus kulakukan untuk membalas perbutannya padaku. Hanya satu yang aku bisa lakukan memberikan cintaku dan menumbuhkan seorang bayi yang manis di rahimnya nanti.
******

You POV
Aku melepaskan miliknya perlahan yang masih ada di vaginaku. Aku menyelimutinya yang sudah tertidur kelelahan selama bermain 2 ronde. Aku selalu beruntung memiliki suami sepertinya, wajahnya yang tampan, manis, pekerja keras, dan manja membuatku ingin terus bersamanya.
Aku mengecup keningnya dan segera memejamkan mataku. Annyeonghi Jumuseyo Yeobo-ah
END

0 komentar on "FF Yadong/Honey Moon/Yadong NC21/One Shoot"

Poskan Komentar

FF Yadong/Honey Moon/Yadong NC21/One Shoot


Title:  Honeymoon
Author: Han Hyo Seok
Genre: Romance, Yadong NC 21
Lenght: One Shoot
Cast:
Kim Heechul
You as Lee Sora
Note: Mianhae jelek or aneh. Selamat Membaca!!

Author POV
“Apa ini? Surat untukku?”
[Yeobo-ah maaf setelah 3 hari perkawinan kita, aku tak sempat melewati malam pertamaku denganku. Hari ini pekerjaanku sudah selesai. Aku sudah memesan hotel disini. Tempatnya indah dan romantis. Cepatlah datang aku sudah menyiapkan sesorang menjemputmu nanti di bandara nanti. Kita bertemu setelah jam makan siang. Oh, iya aku sudah menyiapkan koper  untukmu. Didalamnya sudah ada tiket dan passpord. Bogoshippoyo. Kim Heechul, Hawai]
‘Honeymoon’ kata itu terlintas dibenakmu. Kau seharian memikirkan kata tersebut. Heecul suami sudah memesan hotel yang berada di Hawai. Sebenarnya ia ada tugas keluar selama 3 hari setelah 1 minggu perkawinan kami selesai. Kau sempat terkejut mendengarnya, namun ia adalah Heechul sang pekerja keras, giat, dan rajin. Walaupun sifat manjanya itu yang membuatmu malas.
*****
Hawai
“nona kim Sora?”
“ne?”
“naiklah, tuan Heechul sudah menunggu anda di restoran”
Kau mengikuti pria tersebut dan menaiki mobil mewah tersebut. Kau melihat sekelilingmu ketika berada dalam perjalanan. Terlihat banyak pasangan yang sedang bersama menikmati honeymoon mereka. Tidak lebih dari 15 menit aku sudah berada di Restoran dimana Heechul menungguku.
“oppa nado bogoshippoyo” bisikku dalam hati.
Kau melihat sesosok namja yang kau kenal melambaikan tangannya dan tersenyum padamu. Kau berjalan menghampirinya dengan penuh kegembiraan.
“oppa, neomu neomu bogoshippoyo” kau memeluknya erat.
“Nado, bogoshippo”
“kau ingin makan apa? Habis makan kita mau kemana?”
“aku lelah lebih baik setelah makan kita ke hotel saja”
Heechul memanggil waitress dan memesan 2 porsi makanan dan 2 buah desert disertai 2 gelas orange juice. Heechul menggenggam tangamu erat, ia tak memperdulikan tatapan orang lain ke kalian berdua.
*****
19.00
You POV
Setelah makan kami berbelanja baju di toko yang tak jauh dari restoran tersebut. Kini Heechul sedang membilas tubuhnya, aku menunggunya dikasur dengan batinku yang bergejolak.
Heechul keluar hanya menggunakan celana pendek selutut berwarna putih dan tubuh atasnya sudah naked. Aku sangat menyukainya saat ia tak memakai baju dengan rambutnya yang basah jadi terlihat lebih manly.
“apa kau ingin melakukannya?” tanyaku.
Ia hanya tersenyum nakal.
“baiklah aku mulai duluan” seruku.
Aku membuka resleting celana Heechul dan mengeluarkan miliknya yang masih melemas.
*****

Heechul POV
Tiba-tiba sora langsung membuka celanaku dan mengeluarkan penisku yang sempat melemas karena shock. Dengan kedua tangan ia membelai dan meremas-remas dengan lembut penisku yang sudah basah. Rasa horny dan keringat dingin masih menyelimuti tubuh dan pikiranku. Namun, kejantananku kembali berereksi di dalam belaian Jari-jari sora yang cekatan. Pandangan sora terus terpana pada penisku. Ketika penisku sudah mencapai ketegangan maksimalnya, mulut sora sedikit terbuka, nafasnya memburu sambil mengeluarkan desahan halus. Kuangkat dagunya sehingga aku dapat melihat wajahnya dengan dekat. Ia menginginkannya, itulah ekspresi yang tertulis jelas pada wajahnya.
Langsung kucumbu bibirnya yang segar dan kedua tanganku langsung menyingkap bagian pertengahan paha. Kejantananku bergetar dan menjadi lebih keras dan panjang. Pantatnya yang lembut dan kenyal ku remas-remas. Demi menghemat waktu, tangan kiriku langsung mendarat di vaginanya yang kebanjiran, dan tangan kananku menuju dadanya. Dadanya ku remas-remas dan klitorisnya pun mendapatkan pelayanan istimewa dari jari-jariku.
“ouchhhh ahhh ah ppalli palli”
“Hhhh ahh ahah ahhh oh hh”
Tubuh sora tak henti-hentinya bergetar dan mempercepat irama kocokan tangannya pada penisku. Kuangkat kaki kirinya, kemudian tangan kiriku menuntun kejantananku menuju vaginanya . Sora hanya berdiri pasrah menunggu penisku. Ketika ujung kepala penisku bersentuhan dengan bibir vaginanya yang basah dan hangat, Aku pun sempat bergetar. Perlahan-lahan kudorong masuk kepala penisku. Tidak ada hambatan dan gesekan yang berarti, karena celah vaginanya benar-benar basah dan licin. Mulut sora terbuka lebar, matanya tertutup rapat. Kudorong lagi sampai hampir setengah dari panjang penisku, kemudian kutarik keluar dan kudorong masuk lagi. Sedikit demi sedikit akhirnya seluruh penisku sudah tertanam di dalam vaginanya yang sempit dan basah. Untuk sesaat aku tidak bergerak dan merasakan dinding-dinging vaginanya mendekap kejantananku.
“Ahhhh ah hh” desahan itu keluar dari mulutnya.
*****
You POV
‘Penisnya besar dan kuat sekali..’ batinku sambil terus menikmati.
 Setelah aku selesai menikmati sisa-sisa orgasmeku, aku melepaskan diri dari dekapannya dan berlutut di hadapan kejantanannya.
Lidahku terjulur dan menyapu sepanjang batang penis Heechul yang basah diselimuti oleh madu cintanya. Dengan cekatan aku menjilati penisnya, kemudian mengulum kepala penisnya yang merah. Mulutku yang hangat ditambah dengan tarian liar yang dilakukan oleh lidahku membuat penisnya berdenyut-denyut seperti ingin orgasme *author sok tahu*#abaikan.
Cairan putih itu memenuhi mulutku. Aku hampir tersedak, aku menghentikan permainanku sebentar dan menatap suami tampanku.
“wae?” tanyanya dengan wajah polos.
“aku harus minum obat dulu” aku berdiri dan menuju lemari kecil diseelah kasur kami.
“yeobo~ah, tak usah. Aku sudah siap menjadi seorang appa.” Ia menarik tanganku dan mendekapku.
“are you seriously oppa?” aku menatapnya.
“ne, yeobo!”
Mendengar kalimat itu hatiku begitu senang. Tanpa sadar aku memeluknya. Sudah cukup lama aku menunggu kalimat itu keluar dari mulutnya langsung. Dulu ia belum siap menjadi appa karena akan takut tersaingi ketampanannya. Bukankah itu alasan yang sangat bodoh bukan? Bagaimana jika anaknya seorang yeoja aku lebih takut jika anakmu menyukaimu.
*****

Author POV
“yeobo, bisakah kita lanjutkan yang tadi?”
“Ne oppa” jawab kau semangat.
“bagaimana jika sekalian mandi? Bukankah sudah jarang sekali kita mandi brsama”
“aku malu”
“sudahlah, nanti airnya sudah tak jadi hangat.” Heechul menarikmu ke kamar mandi.
Heechul memasukkan air hangat ke dalam bak mandi. Kau memasukkan bodywash ke dalam bak sehingga mulai banyak busa. Kau segera menenggelamkan diri ditumpukkan busa tersebut.
Heechul juga ikut masuk dan kau sekarang membelakangi Heechul. Heechul mengusap punggungmu lembut serta menciumi.
“Hhhhh” desahmu pelan.
“mandikan aku!” Heechul berbisik di telingamu.
Kau mulai berbalik badan dan kini kalian saling berhadapan yang dihalangi oleh busa-busa putih.
Kau mengusap abs-nya dengan lembut dan tersenyum.
“oppa, aku baru sadar bahwa tubuhmu itu bagus. Rasanya aku ingin memelukmu setiap waktu” goda kau.
“Aishhhh, tubuhmu jauh lebih bagus. Lihat nipple ini sungguh menggodaku untuk segera pulang ke rumah lebih awal.” Heechul mencubit nipplemu yang mulai menegang.
“berbaliklah, oppa jangan nakal. Biar aku usapkan punggungmu” kau mendoroh tubuhnya berbalik arah.
Kau mengusap punggungnya yang mulus. Ia sempat mendesah ketika aku mengusap punggungnya.
“oppa, tebak ini!” aku mengusap jariku ke punggungnya dan menuliskan sebuah kata.
“sarang?”
“benar!” kau memberikan satu kecupan di lehernya sehigga meninggalkan bekas.
“kalau ini apa?” tanyaku balik.
“Heechul?” jawabnya.
“kau benar lagi, oppa”
“bisakah kau menggunakan nipplemu saja. Sepertiya lebih menyenangkan.”
“Ah, kau ini”
“jebal, yeobo ah!”
Akhirnya kau mengalah. Kau memegang dadamu dan mengarahkan putingmu ke punggungnya dan menggerakannya.
“Ahhh,, ini sungguh nikmat yeobo ahhhh” desahnya.
‘hhh.. kenapa aku juga menikmatinya’ batinmu.
“tebak apa?”
“Saranghaeyo??”
“ne!” kau mengangguk.
“nado saranghaeyo!” ia mengecup bibirmu lembut dan manis.
Ciumannya mulai panas ia melumat bibirmu dan menggigit bibirmu kecil agar lidahnya leluasa masuk ke dalam mulutmu.
“mmphh. . ”
Tangannya mulai bergerilya kedadamu. Mengusapkan busa kedadamu, memainkan putingmu yang sedari tadi sudah menegang. Tangannya meremas-remas dadamu. Membuatmu mendesah kenikmatan.
“ahh oppa”
Heechul menghentikan ciumannya dan menuntunmu untuk mandi di shower. Kau mengikutinya. Ia menyalakan air shower dan kembali memainkan dadamu.
“Kau tau hal yang paling kusukai dari tubuhmu?”
Kau hanya diam mendesah menikmati sentuham-sentuhan yang Heechul berikan.
“Anni hhhh”
“nipplemu”
“Ahh...” desahmu ketika Heechul menggigit nipplemu pelan.
Kau menggigit bibir bawahmu. Heechul mendekapmu.
“apa kau kedinginan yeobo-ah?”
Kau mengangguk.
*****

Heechul POV
“aku merasakan tubuhnya bergetar kedinginan ketika kami bermain derasnya air shower. Aku mematikan shower dan mengambil handuk menutupi tubuhnya yang kedinginan.
Kami duduk berdua di atas kasur, aku mendekapnya agar ia merasakan kehangatan.
“oppa, apa kau tak mau melanjutkannya?” tanyanya.
“jika kau ingin aku mau” jawabku.
“ne oppa berbaringlah”
Ia melempar handuknya ke sembarang, lalu menindih tubuhku. Ia memegang perlahan batangku yang masih menegang.ia mengelus perlahan dan mengocok milikku.
“yeobo-ah palli palli ahhh” aku tak kuat menahan sensasi tersebut.
Ia memasukkan penisku perlahan ke vaginanya.
“Ahhh” ia mendesah ketika milikku masuk di vaginanya.
Perlahan ia menaik-turunkan tubuhnya. Tangannya bertumpu pada abskku. Aku membantunya dengan memegang pinggul yeoboku.
“Ahhhh ahhh” desahnya.
“ahhh uh ng ahhhh”
Desahan-desahan darinya membuatku horny. Ku lihat wajahnya sudah mulai kelelahan. Aku mulai berganti posisi. Aku mulai melakukan ancang-ancang, perlahan ku maju mundurkan miliknya, lalu aku menggoyangkan ke kanan kiri memberikan sensasi tersendiri bagiku. Denyutan-denyutan yang terasa di milikku juga membuahku mendesah kenimatan.
Aku mulai bermain dengan tempo cepat. Tubuh sora mulai bergelinjang kenikmatan.
“akhh akhh oppaahh”
“yeobo ah bukankah ah ini uh nikmat?” tanyaku dengan sedikit desahan nikmat.
“ne oppa ne palli palli jebal  heechul oppa”
Aku terus menggenjot milikku didalam selangkangannya yang begitu nikmat.
“sepertinya kau hhh uh mau keluar” seruku.
“nado oppa ahh”
Pelukannya semakin erat.
“Ahhhhhhhhhhhhhhhghhhh uhhh” kami berdua mendesah ketika cairan hangat kami bercampur.
“Oppa jangan dilepaskan!” suruhnya.
“waeyo?”
“Aku merasakan dirimu lebih lama 5 menit saja.”
Aku hanya tersenyum dan mengecup pipinya.
 Aku benar-benar beruntung memiliki istri semanis dirinya. Ia selalu mengerti akan diriku, ia juga sangat perhatian setiap hari ia membawakan makan siang ke kantorku, memasak air hangat walaupun itu sudah larut malam, aku tak tahu apa yang harus kulakukan untuk membalas perbutannya padaku. Hanya satu yang aku bisa lakukan memberikan cintaku dan menumbuhkan seorang bayi yang manis di rahimnya nanti.
******

You POV
Aku melepaskan miliknya perlahan yang masih ada di vaginaku. Aku menyelimutinya yang sudah tertidur kelelahan selama bermain 2 ronde. Aku selalu beruntung memiliki suami sepertinya, wajahnya yang tampan, manis, pekerja keras, dan manja membuatku ingin terus bersamanya.
Aku mengecup keningnya dan segera memejamkan mataku. Annyeonghi Jumuseyo Yeobo-ah
END

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar

 

©KPOP FANFICTION - Powered By Blogger Thanks to Blogger Templates | punta cana dominican republic