Read more: http://infosinta.blogspot.com/2012/04/cara-unik-agar-potingan-di-blog-tidak.html#ixzz24oy9BWTE KPOP FANFICTION: FF Yadong/From U/One Shoot/Yadong NC21

Sabtu, 01 September 2012

FF Yadong/From U/One Shoot/Yadong NC21

Diposkan oleh Nanda Chan di 07.52
Title: From U
Author: Han Hyo Seok
Genre: Romance, Yadong NC 21
Lenght: One Shoot
Cast:
Kim Heechul
You as Song Kara
Note: Mianhae jelek or aneh. Selamat Membaca!!

You POV
“Annyeong” sapaku dihadapan para karyawan kantor.
Aku menunggu didepan ruang tunggu. Tatapan tak mengenakkan itu menyambutku tatapan seperti singa lapar yang menyuruhku pergi jika tidak aku akan dimakan oleh mereka.
“Dia itu siapa sih? Sok ramah sekali” bisik seorang yeoja pada temannya.
“bukannya itu istrinyanya Heechul?” bisik teman satunya berkemeja putih molos.
“kenapa ia mau dengan wanita seperti itu ya? Lagipula bukankah Hechul itu sangt tampan bukan.”
“ia benar. Tetapi aku jauh lebih kasihan pada istrinya itu.”
“kasihan kenapa?” tanya teman-temannya heran.
“Heechul itu kan cuek, galak, dan bukankah sedikit sombong. Apalagi ia suka membentak karyawan. -.-“ bagaimana nanti jika ia disuruh bercinta pasti ia sangat kejam”
‘Hyaaa kenapa kalian membicarakan yeoboku >@<  . Aishh kalian iri aku menikah dengannya . Aku tau aku tidak secantik mereka. Tapi, aku juga sering bingung kenapa Hechul yang berwajah pangeran mau dengan diriku yang hanya orang biasa.’ Batinku. *muka kesal ala Geum Jandi*
“ada apa?” aku menghampiri mereka dengan senyum ‘sabar sabar sabar kara’
PING!!! (suara lift)
“ah, oppa! Aku membawakan makan siang untukmu” aku menghampiri Heechul yang baru saja keluar dari lift.
“kau baik sekali” Heechul mengecup keningku.
Aku membalikkan wajahku dan tersenyum kepada para yeoja tadi.
“ikut aku!” Heechul menarikku kedalam lift.
“wae oppa? Wajahmu lesu sekali.” Aku mengelus pipinya.
“aku lelah yeobo. Karyawan disini sangat susah sekali diatur. Apalagi mereka para yeoja yang sangat suka bergosip tentang diriku. Padahal obrolan mereka itu terdengar olehku.” Ucapnya anjang lebar.
“sudahlah! Kita mau kemana?”
“ruanganku saja. Aku hanya ingin berdua saja. Aku benar-benar lelah.”
‘kalian lihat bukan bahwa Heechul sangat menyayangiku dan dia sangat lembut’ batinku senang.
*****
Ruangan Director
Author POV
Setelah memakan bekal yang kau bawa, Heechul tertidur dipangkuanmu.
“sepertinya kau sangat lelah” kau mengelus pipinya yang mulus, putih, dan bersih.
“Kenapa kau tampan sekali? Sudah puluhan kali aku bertanya ‘mengapa kau menyukaiku’ tapi kau tidak pernah menjawabnya. Aku bingung!”
“aku memang tampan, semua karyawan selalu memujiku”
“ah, kau tidak tidur?”
“anni”
“ah, kau jahat!”
“kau mau tahu kenapa aku menyukaimu?”
“ne oppa?”
“cium aku dulu!”
“Aishh disini ada CCTV, aku malu”
“baiklah dirumah kau harus menungguku dan harus melayaniku baru kau akan tahu jawabannya.”
“Hyaaa, baru kemarin malam kita melakukannya”
“jika tidak mau yasudah!”
“ne baiklah!”
Kau mengecup pipinya dan segera pulang kerumah. Ia melambaikan tangannya padamu ketika kau sudah naik TAXI.
*****
Rumah 20.30
You POV
“aku pulang!”
“kau sudah pulang? cepat sekali”
Heechul menghampirimu didapur dan memeluk pingganmu dari belakang.
“ne, bogoshippo”
“nado oppa” aku menyentuh pipinya dan mencium bibirnya sekilas.
Kyaaa~
Heechul menggendongku ke arah kamar dan menurunkan perlahan dikasur.
“maukah kau memberikan cinta untuk malam ini?”
“yeobo ah kau baru melakukannya kemarin”
“tapi, aku sangat meringinginkanmu. Apa kau tak mau tahu jawaban pertanyaanmu itu”
“aku mau tapi.. .” ucapanmu terhenti ketika Heechul menindih tubuhmu.
“ayo kita lakukan, jebal yeobo” bisik Heechul sambil mengecup keningku.
“ne, baiklah. Tapi aku sedang memasak air hangat untuk kau mandi.”
“baik, aku matikan dulu. Dan mandi. Kau jangan lari” rutuknya.
Aku hanya bisa tersenyum melihat sikapnya.
*****

Heechul POV
Heechul kembali ke kamar dan ia terkejut  melihatmu yang hanya memakai pakaian dalam. Ia menghampirinya dan tersenyum didepan wajahnya.
“gomawo yeobo” ia memelukku.
“ne, cheonma”
Tiba-tiba Kara langsung membuka celanaku dan mengeluarkan penisku yang sempat melemas karena shock. Dengan kedua tangan ia membelai
dan meremas-remas dengan lembut penisku yang sudah basah. Rasa horny dan keringat dingin masih menyelimuti tubuh dan pikiranku. Namun, kejantananku kembali berereksi di dalam belaian Jari-jari Kara yang cekatan. Pandangan Kara terus terpana pada penisku. Ketika penisku sudah mencapai ketegangan maksimalnya, mulut Kara sedikit terbuka, nafasnya memburu sambil mengeluarkan desahan halus. Kuangkat dagunya sehingga aku dapat melihat wajahnya dengan dekat. Ia menginginkannya, itulah ekspresi yang tertulis jelas pada wajahnya.
Langsung kucumbu bibirnya yang segar dan kedua tanganku langsung menyingkap bagian pertengahan paha. Kejantananku bergetar dan menjadi lebih keras dan panjang. Pantatnya yang lembut dan kenyal ku remas-remas. Demi menghemat waktu, tangan kiriku langsung mendarat di lembah cintanya yang kebanjiran, dan tangan kananku menuju puncak buah dadanya. Dadanya ku remas-remas dan klitorisnya pun mendapatkan pelayanan istimewa dari jari-jariku.
“ouchhhh ahhh ah ppalli palli”
“Hhhh ahh ahah ahhh oh hh”
Tubuh Kara tak henti-hentinya bergetar dan mempercepat irama kocokan tangannya pada penisku. Kuangkat kaki kirinya, kemudian tangan kiriku menuntun kejantananku menuju vaginanya . Kara hanya berdiri pasrah menunggu penisku. Ketika ujung kepala penisku bersentuhan dengan bibir vaginanya yang basah dan hangat, Aku pun sempat bergetar. Perlahan-lahan kudorong masuk kepala penisku. Tidak ada hambatan dan gesekan yang berarti, karena celah vaginanya benar-benar basah dan licin. Mulut Kara terbuka lebar, matanya tertutup rapat. Kudorong lagi sampai hampir setengah dari panjang penisku, kemudian kutarik keluar dan kudorong masuk lagi. Sedikit demi sedikit akhirnya seluruh penisku sudah tertanam di dalam vaginanya yang sempit dan basah. Untuk sesaat aku tidak bergerak dan merasakan dinding-dinging liang cintanya mendekap kejantananku.
“Ahhhh ah hh” desahan itu keluar dari mulutnya.
“hhh ah aha ah”
Karaa memelukku dengan erat, aku langsung menyetubuhinya dengan perlahan-lahan. Setiap tarikan dan dorongan menciptakan sensasi erotis yang sangat indah. Irama kupercepat bagaikan orang memompa ban. Desahan dan erangan Kara makin membuatku bernafsu, apalagi tidak sampai 2 menit Kara sudah meluncur ke alam orgasme yang tiada batasnya. Aku jadi berpikir, siapa yang sebenarnya lebih horny dan menikmati permainan ini. Jawabannya sudah jelas.
You POV
‘Penisnya besar dan kuat sekali..’ batinku sambil terus menikmati persetubuhan ini.
 Setelah aku selesai menikmati sisa-sisa orgasmeku, aku melepaskan diri dari dekapannya dan berlutut di hadapan kejantanannya.
Lidahku terjulur dan menyapu sepanjang batang penis Heechul yang basah diselimuti oleh madu cintanya. Dengan cekatan aku menjilati penisnya, kemudian mengulum kepala penisnya yang merah. Mulutku yang hangat ditambah dengan tarian liar yang dilakukan oleh lidahnya membuat penisnya berdenyut-denyut seperti orgasme. Untuk beberapa saat aku hanya mengulum kepala penis Heechul. Heechul mendorong kepalaku dengan lembut.
Aku mengerti apa yang kuinginkan, aku mulai melahap seluruh batang penisnya. Guncangan kuat mengawali orgasmenya yang kencang dan hebat. Aku sempat tersedak dan mengeluarkan penisnya dari dalam mulutku. Kupegang penisnya sambil mengocoknya, mulutku  yang terbuka menjadi sasaran tembak madu kejantanannya.  Pemandangan yang erotis sekali.
Heechul POV
Aku menyuruhnya duduk, aku menatapnya dengan expresi puas dan nakal, senyumnya yang manja ditambah dengan noda madu putihku yang masih dan menempel di wajahnya membuat ku horny lagi. Jari telunjuk dan tengah tangan kanannya menyapu hidung dan pipinya, kemudian jarinya langsung dikulum di dalam mulutnya.
“Gomawo yeobo”
“ne, jadi apa jawabnya”
“kau tahu kenapa aku menyukaimu. Jawabannya ini” aku mengangkat telapak tangannya dan menaruhnya dipipiku.
“mwo?”
“ne, telapak tanganmu ini selalu membuatku bersemangat. Kau selalu menyentuh pipiku dan menyemangatiku, itu hal yang sangat manis. Aku selalu menyukaimu yang terus memberikanku senyuman. Kau adalah wanita yang selalu membuatku kuat yeobo.” Jelasnya panjang lebar.
“mwoya?”
Aku tersenyum.
“gomawo oppa, gomawo” ia menitihkan air matanya.
“uljima! Aku selalu bingung jika kau menangis”
“ne, hikss” ia mengusap air matanya.
Aku memeluknya lembut dan berbari tidur. Aku menyelimuti tubuhnya yang mulus itu.
“kau adalah namja yang sangat baik oppa J” ia tidur didalam dekapanku.
“aku tau. Cepatlah tidur agar esok kau bisa membuatkankun sarapan” ledekku.
“ne oppa”
Akhirnya kami tertidur dengan posisi yang menurutku romantis.

END

0 komentar on "FF Yadong/From U/One Shoot/Yadong NC21"

Poskan Komentar

FF Yadong/From U/One Shoot/Yadong NC21

Title: From U

Author: Han Hyo Seok
Genre: Romance, Yadong NC 21
Lenght: One Shoot
Cast:
Kim Heechul
You as Song Kara
Note: Mianhae jelek or aneh. Selamat Membaca!!

You POV
“Annyeong” sapaku dihadapan para karyawan kantor.
Aku menunggu didepan ruang tunggu. Tatapan tak mengenakkan itu menyambutku tatapan seperti singa lapar yang menyuruhku pergi jika tidak aku akan dimakan oleh mereka.
“Dia itu siapa sih? Sok ramah sekali” bisik seorang yeoja pada temannya.
“bukannya itu istrinyanya Heechul?” bisik teman satunya berkemeja putih molos.
“kenapa ia mau dengan wanita seperti itu ya? Lagipula bukankah Hechul itu sangt tampan bukan.”
“ia benar. Tetapi aku jauh lebih kasihan pada istrinya itu.”
“kasihan kenapa?” tanya teman-temannya heran.
“Heechul itu kan cuek, galak, dan bukankah sedikit sombong. Apalagi ia suka membentak karyawan. -.-“ bagaimana nanti jika ia disuruh bercinta pasti ia sangat kejam”
‘Hyaaa kenapa kalian membicarakan yeoboku >@<  . Aishh kalian iri aku menikah dengannya . Aku tau aku tidak secantik mereka. Tapi, aku juga sering bingung kenapa Hechul yang berwajah pangeran mau dengan diriku yang hanya orang biasa.’ Batinku. *muka kesal ala Geum Jandi*
“ada apa?” aku menghampiri mereka dengan senyum ‘sabar sabar sabar kara’
PING!!! (suara lift)
“ah, oppa! Aku membawakan makan siang untukmu” aku menghampiri Heechul yang baru saja keluar dari lift.
“kau baik sekali” Heechul mengecup keningku.
Aku membalikkan wajahku dan tersenyum kepada para yeoja tadi.
“ikut aku!” Heechul menarikku kedalam lift.
“wae oppa? Wajahmu lesu sekali.” Aku mengelus pipinya.
“aku lelah yeobo. Karyawan disini sangat susah sekali diatur. Apalagi mereka para yeoja yang sangat suka bergosip tentang diriku. Padahal obrolan mereka itu terdengar olehku.” Ucapnya anjang lebar.
“sudahlah! Kita mau kemana?”
“ruanganku saja. Aku hanya ingin berdua saja. Aku benar-benar lelah.”
‘kalian lihat bukan bahwa Heechul sangat menyayangiku dan dia sangat lembut’ batinku senang.
*****
Ruangan Director
Author POV
Setelah memakan bekal yang kau bawa, Heechul tertidur dipangkuanmu.
“sepertinya kau sangat lelah” kau mengelus pipinya yang mulus, putih, dan bersih.
“Kenapa kau tampan sekali? Sudah puluhan kali aku bertanya ‘mengapa kau menyukaiku’ tapi kau tidak pernah menjawabnya. Aku bingung!”
“aku memang tampan, semua karyawan selalu memujiku”
“ah, kau tidak tidur?”
“anni”
“ah, kau jahat!”
“kau mau tahu kenapa aku menyukaimu?”
“ne oppa?”
“cium aku dulu!”
“Aishh disini ada CCTV, aku malu”
“baiklah dirumah kau harus menungguku dan harus melayaniku baru kau akan tahu jawabannya.”
“Hyaaa, baru kemarin malam kita melakukannya”
“jika tidak mau yasudah!”
“ne baiklah!”
Kau mengecup pipinya dan segera pulang kerumah. Ia melambaikan tangannya padamu ketika kau sudah naik TAXI.
*****
Rumah 20.30
You POV
“aku pulang!”
“kau sudah pulang? cepat sekali”
Heechul menghampirimu didapur dan memeluk pingganmu dari belakang.
“ne, bogoshippo”
“nado oppa” aku menyentuh pipinya dan mencium bibirnya sekilas.
Kyaaa~
Heechul menggendongku ke arah kamar dan menurunkan perlahan dikasur.
“maukah kau memberikan cinta untuk malam ini?”
“yeobo ah kau baru melakukannya kemarin”
“tapi, aku sangat meringinginkanmu. Apa kau tak mau tahu jawaban pertanyaanmu itu”
“aku mau tapi.. .” ucapanmu terhenti ketika Heechul menindih tubuhmu.
“ayo kita lakukan, jebal yeobo” bisik Heechul sambil mengecup keningku.
“ne, baiklah. Tapi aku sedang memasak air hangat untuk kau mandi.”
“baik, aku matikan dulu. Dan mandi. Kau jangan lari” rutuknya.
Aku hanya bisa tersenyum melihat sikapnya.
*****

Heechul POV
Heechul kembali ke kamar dan ia terkejut  melihatmu yang hanya memakai pakaian dalam. Ia menghampirinya dan tersenyum didepan wajahnya.
“gomawo yeobo” ia memelukku.
“ne, cheonma”
Tiba-tiba Kara langsung membuka celanaku dan mengeluarkan penisku yang sempat melemas karena shock. Dengan kedua tangan ia membelai
dan meremas-remas dengan lembut penisku yang sudah basah. Rasa horny dan keringat dingin masih menyelimuti tubuh dan pikiranku. Namun, kejantananku kembali berereksi di dalam belaian Jari-jari Kara yang cekatan. Pandangan Kara terus terpana pada penisku. Ketika penisku sudah mencapai ketegangan maksimalnya, mulut Kara sedikit terbuka, nafasnya memburu sambil mengeluarkan desahan halus. Kuangkat dagunya sehingga aku dapat melihat wajahnya dengan dekat. Ia menginginkannya, itulah ekspresi yang tertulis jelas pada wajahnya.
Langsung kucumbu bibirnya yang segar dan kedua tanganku langsung menyingkap bagian pertengahan paha. Kejantananku bergetar dan menjadi lebih keras dan panjang. Pantatnya yang lembut dan kenyal ku remas-remas. Demi menghemat waktu, tangan kiriku langsung mendarat di lembah cintanya yang kebanjiran, dan tangan kananku menuju puncak buah dadanya. Dadanya ku remas-remas dan klitorisnya pun mendapatkan pelayanan istimewa dari jari-jariku.
“ouchhhh ahhh ah ppalli palli”
“Hhhh ahh ahah ahhh oh hh”
Tubuh Kara tak henti-hentinya bergetar dan mempercepat irama kocokan tangannya pada penisku. Kuangkat kaki kirinya, kemudian tangan kiriku menuntun kejantananku menuju vaginanya . Kara hanya berdiri pasrah menunggu penisku. Ketika ujung kepala penisku bersentuhan dengan bibir vaginanya yang basah dan hangat, Aku pun sempat bergetar. Perlahan-lahan kudorong masuk kepala penisku. Tidak ada hambatan dan gesekan yang berarti, karena celah vaginanya benar-benar basah dan licin. Mulut Kara terbuka lebar, matanya tertutup rapat. Kudorong lagi sampai hampir setengah dari panjang penisku, kemudian kutarik keluar dan kudorong masuk lagi. Sedikit demi sedikit akhirnya seluruh penisku sudah tertanam di dalam vaginanya yang sempit dan basah. Untuk sesaat aku tidak bergerak dan merasakan dinding-dinging liang cintanya mendekap kejantananku.
“Ahhhh ah hh” desahan itu keluar dari mulutnya.
“hhh ah aha ah”
Karaa memelukku dengan erat, aku langsung menyetubuhinya dengan perlahan-lahan. Setiap tarikan dan dorongan menciptakan sensasi erotis yang sangat indah. Irama kupercepat bagaikan orang memompa ban. Desahan dan erangan Kara makin membuatku bernafsu, apalagi tidak sampai 2 menit Kara sudah meluncur ke alam orgasme yang tiada batasnya. Aku jadi berpikir, siapa yang sebenarnya lebih horny dan menikmati permainan ini. Jawabannya sudah jelas.
You POV
‘Penisnya besar dan kuat sekali..’ batinku sambil terus menikmati persetubuhan ini.
 Setelah aku selesai menikmati sisa-sisa orgasmeku, aku melepaskan diri dari dekapannya dan berlutut di hadapan kejantanannya.
Lidahku terjulur dan menyapu sepanjang batang penis Heechul yang basah diselimuti oleh madu cintanya. Dengan cekatan aku menjilati penisnya, kemudian mengulum kepala penisnya yang merah. Mulutku yang hangat ditambah dengan tarian liar yang dilakukan oleh lidahnya membuat penisnya berdenyut-denyut seperti orgasme. Untuk beberapa saat aku hanya mengulum kepala penis Heechul. Heechul mendorong kepalaku dengan lembut.
Aku mengerti apa yang kuinginkan, aku mulai melahap seluruh batang penisnya. Guncangan kuat mengawali orgasmenya yang kencang dan hebat. Aku sempat tersedak dan mengeluarkan penisnya dari dalam mulutku. Kupegang penisnya sambil mengocoknya, mulutku  yang terbuka menjadi sasaran tembak madu kejantanannya.  Pemandangan yang erotis sekali.
Heechul POV
Aku menyuruhnya duduk, aku menatapnya dengan expresi puas dan nakal, senyumnya yang manja ditambah dengan noda madu putihku yang masih dan menempel di wajahnya membuat ku horny lagi. Jari telunjuk dan tengah tangan kanannya menyapu hidung dan pipinya, kemudian jarinya langsung dikulum di dalam mulutnya.
“Gomawo yeobo”
“ne, jadi apa jawabnya”
“kau tahu kenapa aku menyukaimu. Jawabannya ini” aku mengangkat telapak tangannya dan menaruhnya dipipiku.
“mwo?”
“ne, telapak tanganmu ini selalu membuatku bersemangat. Kau selalu menyentuh pipiku dan menyemangatiku, itu hal yang sangat manis. Aku selalu menyukaimu yang terus memberikanku senyuman. Kau adalah wanita yang selalu membuatku kuat yeobo.” Jelasnya panjang lebar.
“mwoya?”
Aku tersenyum.
“gomawo oppa, gomawo” ia menitihkan air matanya.
“uljima! Aku selalu bingung jika kau menangis”
“ne, hikss” ia mengusap air matanya.
Aku memeluknya lembut dan berbari tidur. Aku menyelimuti tubuhnya yang mulus itu.
“kau adalah namja yang sangat baik oppa J” ia tidur didalam dekapanku.
“aku tau. Cepatlah tidur agar esok kau bisa membuatkankun sarapan” ledekku.
“ne oppa”
Akhirnya kami tertidur dengan posisi yang menurutku romantis.

END

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar

 

©KPOP FANFICTION - Powered By Blogger Thanks to Blogger Templates | punta cana dominican republic