Read more: http://infosinta.blogspot.com/2012/04/cara-unik-agar-potingan-di-blog-tidak.html#ixzz24oy9BWTE KPOP FANFICTION: FF Yadong/Erotical House/Part 3/END

Senin, 27 Agustus 2012

FF Yadong/Erotical House/Part 3/END

Diposkan oleh Nanda Chan di 22.24
FF Yadong/Erotical House/NC21/Three Shoot/Part 3

Title: Erotical House [part 3]
Author: Han Hyo Seok
Genre: Yadong NC 21, Comedy 
Lenght: Three Shoot
Cast: 
Choi Siwon
You as Park Gyu Won
Lee Hyuk Jae
Other Cast (Member Shinee)
Note: mianhae lama menunggu. Dan mianhe jika aneh. Jangan lupa tinggalkan pesan setelah membaca ya! Selamat membaca.

Author POV
‘ouchhhh sial aku menginginkannya juga.” Ucapmu pelan.
Kau yang sedang berdiri di sudut toilet sambil tanganmu mengusap-usap selangkanganmu. Rasa nikmat menjelujur di sekujur tubuhmu.
‘sial aku mudah sekali horny’
Brakkkk. . . Tiba-tiba pintu toiletmu terbuka.
[SHOCK]
Tanganmu yang masih berada diselangkangan dan kancing bajumu yang telah terbuka setengah. Membuatmu panik setengah mati.
“Ssssstttt...” Hyukjae menaruh jari telunjuknya di bibirmu.
“Ka... kau.. kau.. sedang apa disini?” kau berbicara dengan gugup.
“Mereka semua mengejarku, jadi aku berlari ke toilet khusus yeoja saja. Pasti mereka tak kepikiran jika aku masuk sini.” Ucapnya panjang lebar.
“Ahhh.. akhhh.. kita keluar bersama ya!”
“Suara siapa itu?” tanya Hyukjae.
“Minho dan Sulli” jawabku yang membetulkan kancingku.
“Kau horny ya mendengar mereka makanya kau melakukan ini.” Hyukjae menyelipkap tangan kirinya pas diselangkanganku.
“Aigo.. lepaskan ssshshhhh...”
“tidak mau, lagipula kau menikmatinya bukan.”
“Ah...uh.. ini nikmat shhhh” kau mendesah ketika jari tengah Hyukjae bermain di klitorismu.
“bukankah jauh lebih nikmat jia aku yang memainkanmu” ledeknya.
“ouchhh palli Hyuk palli” jari Hyukjae melakukan gerakan maju-mundur dengan cepat.
“haha baik!”
Trenggg Trenggg
“Sial, kenapa disaat seperti ini” Hyukjae kesal.
“Ouchhh. . . aku keluar..” kau mendesah tepat ditelinga.
“Cepat bereskan bajumu, sudah bel masuk.”
Hyukjae membantumu merapikan pakaianmu.
“cepattt...” Hyukjae menarik tanganmu menuju kelas.
‘Kyaaaa aa jantungku berdetak cepat sekali, semoga ia tak mendengarnya.’ Kau menunduk.
Siswi-siswi dikelasmu menatapmu tajam. Mereka seperti ingin melemparimu dengan batu, namun kenyataannya mereka tak memegang batu -.-“
*****

You POV
“eomma, aku pulang!” kau berbaring lemas disofa.
“tta!” seseorang memberiku teh hijau hangat.
“mwo? Ka.. kau siapa?” tanyaku.
“Choi Siwon. Penghuni baru disini. Eommamu bilang rumahmu tempat kos. Jadi aku pindah kesinii” jawabnya panjang lebar.
“dimana barang-barangmu?” tanyaku kembali.
“nanti akan diantar oleh teman-tamanku.”
Choi Siwon, namja tampan ini akan tinggal dirumahku. Eomma, kau benar-benar hebat bisa mendatangkan pria tampan.
“teman-temanmu?”
Ting Tong Ting Tong
“Biar aku saja yang membuka.” Ia memberikan senyum padaku.
Baik sekali dia tak seperti Hyukjae. Oh, iya dimana Hyukjae pabbo itu kenapa ia belu pulang. aishh kenapa aku jadi teringat dirinya.
“Annyeong!” Sapa namja-namja keren.
“A...Annyeong!” Aku begitu terkejut melihat mereka.”
“Perkenalkan mereka temanku di satu entertaiment”
“Kau artis?” tanyaku.
“ne..” Siwon terlihat malu.
“Hai, Aku Taemin, dia onew, key dan Jonghyun. Dimana si dongsaeng itu?” tanya Taemin yang menengok ke belakang.
“Mianhae aku telat, koper ini berat sekali.”
“MINHO??”
“kalian saling mengenal?” tanya Siwon padaku.
“Dia artis? Kalian serius?”
“Dia memang artis. Waeyo?”
“Pantas saja banyak yeoja mengejarnya.”
Mereka semua mengangkat satu-persatu koper milik Siwon. Mereka semua benar-benar keren. Dan Siwon yang paling mencolok karena sepertinya dia orang kaya dan badannya juga terlihat kekar.
*****

Sudah jam segini kenapa Hyukjae belum pulang ya? Ada apa dengannya.
5 menit kemudian tak ada hasil. Hyukjae yang biasanya sudah menggodaku kenapa sekarang aku menginginkannya. Harusnya aku senang dia tak ada dirumah.
Tokk Tokk Tokk
“Siapa?” tamyaku dalam kamar.
“Choi Siwon”
“oh, ne masuklah!”
“tidak aku diluar saja. Aku hanya ingin bertanya apakah boleh mengajak yeoja ke dalam kamar?”
‘Aigo, dia sudah punya pacar’
“wae oppa? Apa kau ingin mengajak pacarmu?”
“andwee”
Aku melenguh malas, ternyata Siwon oppa sudah punya pacar.

Tanpa sadar aku malah tertidur.
Brakkkk~
“Kyaaa suara apa itu?”
Aku berjalan turun kebawah. Gelap dan sunyi. Eomma dan Siwon oppa masih tetap dikamarnya.
“eomma apakah itu kau?”
“Mmmphh” seseorang menutup mulutku.
“mmmpphh lepaskan”
“Sssstttt. . . ini aku.”
“Hyukjae? Kenapa kau pulang larut malam?” tanyaku curiga.
“bisa kau buatkan teh untukku. Aku kedinginan. Nanti bawakan kekamarku ya, aku mau mandi dulu.”
Aku segera kedapur membuatkan teh untuknya. Kurasa ia menerjang hujan, memang malam ini dingin sekali.
“tta” aku menaru teh dimejanya.
“tunggu” Hyukjae menarik tanganku hingga aku terjatuh dalam pangkuannya.
Kurasankan suhu tubuhnya yang kedinginan. ABS-nya yang menempel dengan punggungku.
“tutuplah matamu” suruh Hyukjae.
“anni”
“sudah tutuplah”
Aku menutu mataku. Tiba-tiba seperti ada yang menempel dijariku.
“bukalah sekarang.”
“hwaa indah sekali. Untukku?”
“ne. Bukankah aku sudah bilang bahwa aku menyukaimu”
“tapi, ku kira kau hanya menginginkan tubuhku.”
“aniya, mana mungkin aku sekejam itu. Tapi, memang tubuhsangat menggiurkan.” Hyukjae mempererat pelukannya.
Cuuppp
Sebuah ciuman mendarat dipipi kananku.
“nado saranghae Hyuk. Apa kau pulang selarut ini untuk membelikan cincin untukku”
Hyukjae hanya menunduk.

Author POV
“saranghae Gyuwon” Hyukjae mendaratkan sebuah ciuman dibibir merahmu.
Kau membalas ciumannya.
“mmmphhh”
Tangan Hyukjae dengan sigap menarik celana tidurku.
“apa kau mempikanku lagi? Kau basah sekali chagi” goda Hyukjae.
Tangan kirinya masuk kedalam celana dalamku. Tangan kanannya tak tinggal diam ia meraba dadaku. Bibirnya masih melekat dibibirmu.
“uhh.. ahh..ukhh.. mmm..” aku mendesah begitu nikmat ketika bibirnya turun dileherku.
“ahhh...” Hyukjae ikut mendesah ketika tanganmu meremas adiknya yang sedaritadi ingin keluar.
“oughh chagi.. teruss”
Hyukjae melepas kancing baju tidurmu. Perlahan ia juga membuka kaitan bramu.
“Milikmu besar sekali chagiya. Aku akan memuaskanmu” ledekmu ketika kau mengeluarkan milik Hyukjae.

Posisimu mulai berubah Hyukjae duduk dipinggir kasur dan kau berada dibawahnya.
Kau mengusap pelan milik Hyukjae yang besar itu. Sebenarnya ini pertama kalinya bagimu, namun karena kau sudah pernah melihat video yadong dengan yakin kau melakukannya terhadap Hyukjae.
“uh ah uhh ohh” Hyukjae mendesah karena permainan lidahmu.
Kau menjilatinya naik turun, mengocoknya, memainkannya. Kau mengepit milik Hyukjae didadamu dan menaik turunkan didadamu.
“Ah,, palli chagi palli.. ahhh. Ahh..”
“ne oppa” kau tersenyum melihat reaksi Hyukjae.
“Ouchhh aku keluar!!!”
Cairan putih sudah melekat di dada dan wajahmu.
“sekarang giliranku chagiya”
Hyukjae membaringkanmu dikasur. Ia menjilati sperma yang ada diwajahmu dan membuatmu geli. Jilatannya smakin turun d, namun karena kau sudah pernah melihat video yadong dengan yakin kau melakukannya terhadap Hyukjae.
“uh ah uhh ohh” Hyukjae mendesah karena permainan lidahmu.
Kau menjilatinya naik turun, mengocoknya, memainkannya. Kau mengepit milik Hyukjae didadamu dan menaik turunkan didadamu.
“Ah,, palli chagi palli.. ahhh. Ahh..”
“ne oppa” kau tersenyum melihat reaksi Hyukjae.
“Ouchhh aku keluar!!!”
Cairan putih sudah melekat di dada dan wajahmu.
“sekarang giliranku chagiya”
Hyukjae membaringkanmu dikasur. Ia menjilati sperma yang ada diwajahmu dan membuatmu geli. Jilatannya smakin turun d, namun karena kau sudah pernah melihat video yadong dengan yakin kau melakukannya terhadap Hyukjae.
“uh ah uhh ohh” Hyukjae mendesah karena permainan lidahmu.
Kau menjilatinya naik turun, mengocoknya, memainkannya. Kau mengepit milik Hyukjae didadamu dan menaik turunkan didadamu.
“Ah,, palli chagi palli.. ahhh. Ahh..”
“ne oppa” kau tersenyum melihat reaksi Hyukjae.
“Ouchhh aku keluar!!!”
Cairan putih sudah melekat di dada dan wajahmu.
“sekarang giliranku chagiya”
Hyukjae membaringkanmu dikasur. Ia menjilati sperma yang ada diwajahmu dan membuatmu geli. Jilatannya smakin turun didadamu. Kedua tangannya meremas pinggulmu. Di sekitar dadamu sudah terdapat bekas-bekas ciuman dari Hyukjae. Hyukjae turun diselangkanganmu ia mulai bermain diselangkangan dengan lidahnya. Kau mendesah tak karuan.
“o..oppa bisakah kau masukkan punyamu aku sudah tak tahan”
“ne chagiya. Oh ya sejak kapan kau mulai memanggilku dengan oppa?”
“mwo??? Pertanyaan bodoh itu kenapa harus kau tanyakan” kau bangkit dari tidurmu.
“hehehe mianhae aku hanya bercada” Hyukjae mencium keningmu.
“disaat seperti ini kau masih bisa bercanda? Eomeo eomeo”
Hyukjae menyuruhmu tengkurap dan ia menaikkan pinggulmu. Perlahan ia menggesekkan miliknya di miss.v mu membuat kau bergelinjang kenikmatan.
“Oppa, palli jangan permainkan aku”
Dengan perlahan Hyukjae memasukkan miliknya diselangkanganmu.
“kau sudah siap?”
“ne!” kau memejamkan matamu.
AHHHHHhhhhh
“sakit hyuk sakit ohh”
“sabar aku akan memasukannya perlahan”
“Hyuk. Ahh hhh”
Akhirnya Hyukjae mendiamkan miliknya sebentar. Ia menatapmu lekat dan mencium kedua kelopak matamu perlahan.
“Mianhae, aku melakukan hal kejam kepadamu” Ia mecium keningmu.
“Gwaenchana oppa.”
Hyukjae memulai kembali aksinya. Ia memajukan mundurkan miliknya. Untuk mehilangkan rasa sakitnya ia memainkan putingmu.
“ahhh.. hhh” kau kembali mendesah.
“hhhh.. oppa ahhh”
Hyukjae mengerti bahwa kau sudah tak kesakitan. Ia mulai mepercepat permainannya. Tangannya terus memainkan putingmu. Bibirnya mencium bibirmu lembut.
“ohh. Ahhh ahh”
“mmmphhhm”
“Hyukjae sudah mencapi puncaknya. Ia terus memaju mundurkan miliknya dengan cepat.
“ouchh apa kau ingin keluar?” taya Hyuk.
“Mmmm” kau hanya mengangguk sambil menggigit bibir bawahmu.
Dadamu yang naik turun membuat pemandangan yang menarik di mata Hyukjae. Hyukjae tersenyum tak karuan ketika melihat dadamu yang berguncang.
“Oppa jangan melihatku seperti itu. Ahhh hhh aku hh malu” ucapmu dengan nada yang terengah.
Tokk Tokk Tokkk
“Ahhh ada yang mengetuk pintu. Sial padahal aku hampir mencapai puncak” Hyukjae tak memperdulikan.
“Bagaimana hhh ahhh hh kalau itu oh ouchhh itu eomma ahh~”
“biarkan saja!”
Tokk Tokk Tokk
“ouchh aku hampir sampai Hyukjae”
“aku juga chagi..”
Ckrekkkkkk
Matamu, Mata Hyukjae menatap lurus ke pintu. Lalu kalian berdua saling menatap. Hyukjae yang masih memegang pinggulmu dan kau meremas sprei tidurmu. Permainan kami terhenti. Seperti kaset yadong sedang PAUSE. Pemandangan saat ini pun dapat membuat orang shock berat .Tapi, tidak untuk dia.
“Mianhae kalian sedang melakukannya ya? Sebenarnya aku hanya ingin meminjam kaset yadong. Tapi, kau malah sedang melakukannya. Mianhae jeongmal mianhae donsaeng. Mianhae Gyuwon ahh. Hehehe”
CHOI SIWON???
Ia pergi meninggalkan kami dengan senyuman nakalnya. Aihhh hampir saja. Kalian menghela napas bersamaan. Hyukjae menatapmu dan tersenyum. Tanpa aba-aba ia memulai kembali permainannya.
“palli.. palli Hyuk”
Hyukjae memegang pinggulmu untuk memudahkan dirinya memaju mundurkan miliknya.
“Ouchhhhh” kalian keluar bersamaan.
“Tunggu, jangan dikeluarkan Hyuk. Hhhh.. aku ingin merasakan dirimu lebih lama” kau menggoda Hyukjae.
“ne, chagiya. gomawo” Hyukjae mencium cincin yang berada dijari manisku.
*****
Esoknya

Kau terbangun dari tidurmu. Untungnya hari ini hari sabtu kau tidak masuk sekolah. Kau menatap wajah Aegyo Hyukjae yang tertidur pulas. Perlahan kau mencium bibirnya.
“mmmmphh” Hyukjae merasakan sedikit terganggu atas ciumanmu sehingga ia terbangun.
“Joheun achim chagiya!” Hyukjae menatapmu.
“Joheun achim Hyuk” kau menundukkan kepalamu sehingga kau tenggelam dalam selimutmu.
“wae Gyuwon? Apakah masih sakit?”
“aniyo oppa! Aku hanya malu menatapmu.”
“Hey, kenapa malunya sekarang harusnya tadi malam”
“Aishh jahat!” kau menepuk ABS hyuk yang juga terbenam dalam selimut.
Hyukjae juga ikut membenamkan dirinya didalam selimut.
“tubuhmu indah sekali Gyuwon. Tadi malam aku memperhatikanmu”
“mwoya? Jahat jahat jahat dasar namja yadong” kau menepuk nepuk ABS –nya.
“haha anni, aku hanya bercanda”
“Aishh dasar” kau membenamkan kepalamu di ABS Hyukjae.
Hyukjae mengelus rambutmu.
“Hyk, wajahmu aegyeo sekali saat tidur. Kau memang benar-benar tampan” goda kau.
“....”pipinya mejadi merah. Ia tersipu malu.
“wae oppa? Yo are blushed. Kau malu? Bukanyya kau sudah biasa mendengar kalau banyak yeoja bilang kau tampan, kenapa sekarang kau malu??”
“memang. Tapi, jika yang mengatakannya yeoja yang kusukai. Rasanya jadi beda”
“hahaha kau manis sekali hyuk” kau mengelus pipinya.
“Gyuwon-ah apa kau tau kenapa aku memberikanmu cincin”
“wae oppa?” kau mendongakkan kepalamu.
“karena nanti kelak aku akan memberikan cincin asli didepan eommamu”
Kau tersenyum haru mendengar kalimatnya. Hyukjae menaikkan tengkukmu dan menciummu lembut.
“Gomawo Hyuk”

“Hyukjae apa kau sudah bangun? Aku ingin mengambil selimut untuk dibawa ke laundry.”
“eomma?” aku terkejut dan menatap Hyukjae.
“Ahjumma, akan masuk”
Aku dan Hyukjae saling menatap dengan wajah yang panik.

KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA . . .

END

0 komentar on "FF Yadong/Erotical House/Part 3/END"

Poskan Komentar

FF Yadong/Erotical House/Part 3/END

FF Yadong/Erotical House/NC21/Three Shoot/Part 3

Title: Erotical House [part 3]
Author: Han Hyo Seok
Genre: Yadong NC 21, Comedy 
Lenght: Three Shoot
Cast: 
Choi Siwon
You as Park Gyu Won
Lee Hyuk Jae

Other Cast (Member Shinee)
Note: mianhae lama menunggu. Dan mianhe jika aneh. Jangan lupa tinggalkan pesan setelah membaca ya! Selamat membaca.

Author POV
‘ouchhhh sial aku menginginkannya juga.” Ucapmu pelan.
Kau yang sedang berdiri di sudut toilet sambil tanganmu mengusap-usap selangkanganmu. Rasa nikmat menjelujur di sekujur tubuhmu.
‘sial aku mudah sekali horny’
Brakkkk. . . Tiba-tiba pintu toiletmu terbuka.
[SHOCK]
Tanganmu yang masih berada diselangkangan dan kancing bajumu yang telah terbuka setengah. Membuatmu panik setengah mati.
“Ssssstttt...” Hyukjae menaruh jari telunjuknya di bibirmu.
“Ka... kau.. kau.. sedang apa disini?” kau berbicara dengan gugup.
“Mereka semua mengejarku, jadi aku berlari ke toilet khusus yeoja saja. Pasti mereka tak kepikiran jika aku masuk sini.” Ucapnya panjang lebar.
“Ahhh.. akhhh.. kita keluar bersama ya!”
“Suara siapa itu?” tanya Hyukjae.
“Minho dan Sulli” jawabku yang membetulkan kancingku.
“Kau horny ya mendengar mereka makanya kau melakukan ini.” Hyukjae menyelipkap tangan kirinya pas diselangkanganku.
“Aigo.. lepaskan ssshshhhh...”
“tidak mau, lagipula kau menikmatinya bukan.”
“Ah...uh.. ini nikmat shhhh” kau mendesah ketika jari tengah Hyukjae bermain di klitorismu.
“bukankah jauh lebih nikmat jia aku yang memainkanmu” ledeknya.
“ouchhh palli Hyuk palli” jari Hyukjae melakukan gerakan maju-mundur dengan cepat.
“haha baik!”
Trenggg Trenggg
“Sial, kenapa disaat seperti ini” Hyukjae kesal.
“Ouchhh. . . aku keluar..” kau mendesah tepat ditelinga.
“Cepat bereskan bajumu, sudah bel masuk.”
Hyukjae membantumu merapikan pakaianmu.
“cepattt...” Hyukjae menarik tanganmu menuju kelas.
‘Kyaaaa aa jantungku berdetak cepat sekali, semoga ia tak mendengarnya.’ Kau menunduk.
Siswi-siswi dikelasmu menatapmu tajam. Mereka seperti ingin melemparimu dengan batu, namun kenyataannya mereka tak memegang batu -.-“
*****

You POV
“eomma, aku pulang!” kau berbaring lemas disofa.
“tta!” seseorang memberiku teh hijau hangat.
“mwo? Ka.. kau siapa?” tanyaku.
“Choi Siwon. Penghuni baru disini. Eommamu bilang rumahmu tempat kos. Jadi aku pindah kesinii” jawabnya panjang lebar.
“dimana barang-barangmu?” tanyaku kembali.
“nanti akan diantar oleh teman-tamanku.”
Choi Siwon, namja tampan ini akan tinggal dirumahku. Eomma, kau benar-benar hebat bisa mendatangkan pria tampan.
“teman-temanmu?”
Ting Tong Ting Tong
“Biar aku saja yang membuka.” Ia memberikan senyum padaku.
Baik sekali dia tak seperti Hyukjae. Oh, iya dimana Hyukjae pabbo itu kenapa ia belu pulang. aishh kenapa aku jadi teringat dirinya.
“Annyeong!” Sapa namja-namja keren.
“A...Annyeong!” Aku begitu terkejut melihat mereka.”
“Perkenalkan mereka temanku di satu entertaiment”
“Kau artis?” tanyaku.
“ne..” Siwon terlihat malu.
“Hai, Aku Taemin, dia onew, key dan Jonghyun. Dimana si dongsaeng itu?” tanya Taemin yang menengok ke belakang.
“Mianhae aku telat, koper ini berat sekali.”
“MINHO??”
“kalian saling mengenal?” tanya Siwon padaku.
“Dia artis? Kalian serius?”
“Dia memang artis. Waeyo?”
“Pantas saja banyak yeoja mengejarnya.”
Mereka semua mengangkat satu-persatu koper milik Siwon. Mereka semua benar-benar keren. Dan Siwon yang paling mencolok karena sepertinya dia orang kaya dan badannya juga terlihat kekar.
*****

Sudah jam segini kenapa Hyukjae belum pulang ya? Ada apa dengannya.
5 menit kemudian tak ada hasil. Hyukjae yang biasanya sudah menggodaku kenapa sekarang aku menginginkannya. Harusnya aku senang dia tak ada dirumah.
Tokk Tokk Tokk
“Siapa?” tamyaku dalam kamar.
“Choi Siwon”
“oh, ne masuklah!”
“tidak aku diluar saja. Aku hanya ingin bertanya apakah boleh mengajak yeoja ke dalam kamar?”
‘Aigo, dia sudah punya pacar’
“wae oppa? Apa kau ingin mengajak pacarmu?”
“andwee”
Aku melenguh malas, ternyata Siwon oppa sudah punya pacar.

Tanpa sadar aku malah tertidur.
Brakkkk~
“Kyaaa suara apa itu?”
Aku berjalan turun kebawah. Gelap dan sunyi. Eomma dan Siwon oppa masih tetap dikamarnya.
“eomma apakah itu kau?”
“Mmmphh” seseorang menutup mulutku.
“mmmpphh lepaskan”
“Sssstttt. . . ini aku.”
“Hyukjae? Kenapa kau pulang larut malam?” tanyaku curiga.
“bisa kau buatkan teh untukku. Aku kedinginan. Nanti bawakan kekamarku ya, aku mau mandi dulu.”
Aku segera kedapur membuatkan teh untuknya. Kurasa ia menerjang hujan, memang malam ini dingin sekali.
“tta” aku menaru teh dimejanya.
“tunggu” Hyukjae menarik tanganku hingga aku terjatuh dalam pangkuannya.
Kurasankan suhu tubuhnya yang kedinginan. ABS-nya yang menempel dengan punggungku.
“tutuplah matamu” suruh Hyukjae.
“anni”
“sudah tutuplah”
Aku menutu mataku. Tiba-tiba seperti ada yang menempel dijariku.
“bukalah sekarang.”
“hwaa indah sekali. Untukku?”
“ne. Bukankah aku sudah bilang bahwa aku menyukaimu”
“tapi, ku kira kau hanya menginginkan tubuhku.”
“aniya, mana mungkin aku sekejam itu. Tapi, memang tubuhsangat menggiurkan.” Hyukjae mempererat pelukannya.
Cuuppp
Sebuah ciuman mendarat dipipi kananku.
“nado saranghae Hyuk. Apa kau pulang selarut ini untuk membelikan cincin untukku”
Hyukjae hanya menunduk.

Author POV
“saranghae Gyuwon” Hyukjae mendaratkan sebuah ciuman dibibir merahmu.
Kau membalas ciumannya.
“mmmphhh”
Tangan Hyukjae dengan sigap menarik celana tidurku.
“apa kau mempikanku lagi? Kau basah sekali chagi” goda Hyukjae.
Tangan kirinya masuk kedalam celana dalamku. Tangan kanannya tak tinggal diam ia meraba dadaku. Bibirnya masih melekat dibibirmu.
“uhh.. ahh..ukhh.. mmm..” aku mendesah begitu nikmat ketika bibirnya turun dileherku.
“ahhh...” Hyukjae ikut mendesah ketika tanganmu meremas adiknya yang sedaritadi ingin keluar.
“oughh chagi.. teruss”
Hyukjae melepas kancing baju tidurmu. Perlahan ia juga membuka kaitan bramu.
“Milikmu besar sekali chagiya. Aku akan memuaskanmu” ledekmu ketika kau mengeluarkan milik Hyukjae.

Posisimu mulai berubah Hyukjae duduk dipinggir kasur dan kau berada dibawahnya.
Kau mengusap pelan milik Hyukjae yang besar itu. Sebenarnya ini pertama kalinya bagimu, namun karena kau sudah pernah melihat video yadong dengan yakin kau melakukannya terhadap Hyukjae.
“uh ah uhh ohh” Hyukjae mendesah karena permainan lidahmu.
Kau menjilatinya naik turun, mengocoknya, memainkannya. Kau mengepit milik Hyukjae didadamu dan menaik turunkan didadamu.
“Ah,, palli chagi palli.. ahhh. Ahh..”
“ne oppa” kau tersenyum melihat reaksi Hyukjae.
“Ouchhh aku keluar!!!”
Cairan putih sudah melekat di dada dan wajahmu.
“sekarang giliranku chagiya”
Hyukjae membaringkanmu dikasur. Ia menjilati sperma yang ada diwajahmu dan membuatmu geli. Jilatannya smakin turun d, namun karena kau sudah pernah melihat video yadong dengan yakin kau melakukannya terhadap Hyukjae.
“uh ah uhh ohh” Hyukjae mendesah karena permainan lidahmu.
Kau menjilatinya naik turun, mengocoknya, memainkannya. Kau mengepit milik Hyukjae didadamu dan menaik turunkan didadamu.
“Ah,, palli chagi palli.. ahhh. Ahh..”
“ne oppa” kau tersenyum melihat reaksi Hyukjae.
“Ouchhh aku keluar!!!”
Cairan putih sudah melekat di dada dan wajahmu.
“sekarang giliranku chagiya”
Hyukjae membaringkanmu dikasur. Ia menjilati sperma yang ada diwajahmu dan membuatmu geli. Jilatannya smakin turun d, namun karena kau sudah pernah melihat video yadong dengan yakin kau melakukannya terhadap Hyukjae.
“uh ah uhh ohh” Hyukjae mendesah karena permainan lidahmu.
Kau menjilatinya naik turun, mengocoknya, memainkannya. Kau mengepit milik Hyukjae didadamu dan menaik turunkan didadamu.
“Ah,, palli chagi palli.. ahhh. Ahh..”
“ne oppa” kau tersenyum melihat reaksi Hyukjae.
“Ouchhh aku keluar!!!”
Cairan putih sudah melekat di dada dan wajahmu.
“sekarang giliranku chagiya”
Hyukjae membaringkanmu dikasur. Ia menjilati sperma yang ada diwajahmu dan membuatmu geli. Jilatannya smakin turun didadamu. Kedua tangannya meremas pinggulmu. Di sekitar dadamu sudah terdapat bekas-bekas ciuman dari Hyukjae. Hyukjae turun diselangkanganmu ia mulai bermain diselangkangan dengan lidahnya. Kau mendesah tak karuan.
“o..oppa bisakah kau masukkan punyamu aku sudah tak tahan”
“ne chagiya. Oh ya sejak kapan kau mulai memanggilku dengan oppa?”
“mwo??? Pertanyaan bodoh itu kenapa harus kau tanyakan” kau bangkit dari tidurmu.
“hehehe mianhae aku hanya bercada” Hyukjae mencium keningmu.
“disaat seperti ini kau masih bisa bercanda? Eomeo eomeo”
Hyukjae menyuruhmu tengkurap dan ia menaikkan pinggulmu. Perlahan ia menggesekkan miliknya di miss.v mu membuat kau bergelinjang kenikmatan.
“Oppa, palli jangan permainkan aku”
Dengan perlahan Hyukjae memasukkan miliknya diselangkanganmu.
“kau sudah siap?”
“ne!” kau memejamkan matamu.
AHHHHHhhhhh
“sakit hyuk sakit ohh”
“sabar aku akan memasukannya perlahan”
“Hyuk. Ahh hhh”
Akhirnya Hyukjae mendiamkan miliknya sebentar. Ia menatapmu lekat dan mencium kedua kelopak matamu perlahan.
“Mianhae, aku melakukan hal kejam kepadamu” Ia mecium keningmu.
“Gwaenchana oppa.”
Hyukjae memulai kembali aksinya. Ia memajukan mundurkan miliknya. Untuk mehilangkan rasa sakitnya ia memainkan putingmu.
“ahhh.. hhh” kau kembali mendesah.
“hhhh.. oppa ahhh”
Hyukjae mengerti bahwa kau sudah tak kesakitan. Ia mulai mepercepat permainannya. Tangannya terus memainkan putingmu. Bibirnya mencium bibirmu lembut.
“ohh. Ahhh ahh”
“mmmphhhm”
“Hyukjae sudah mencapi puncaknya. Ia terus memaju mundurkan miliknya dengan cepat.
“ouchh apa kau ingin keluar?” taya Hyuk.
“Mmmm” kau hanya mengangguk sambil menggigit bibir bawahmu.
Dadamu yang naik turun membuat pemandangan yang menarik di mata Hyukjae. Hyukjae tersenyum tak karuan ketika melihat dadamu yang berguncang.
“Oppa jangan melihatku seperti itu. Ahhh hhh aku hh malu” ucapmu dengan nada yang terengah.
Tokk Tokk Tokkk
“Ahhh ada yang mengetuk pintu. Sial padahal aku hampir mencapai puncak” Hyukjae tak memperdulikan.
“Bagaimana hhh ahhh hh kalau itu oh ouchhh itu eomma ahh~”
“biarkan saja!”
Tokk Tokk Tokk
“ouchh aku hampir sampai Hyukjae”
“aku juga chagi..”
Ckrekkkkkk
Matamu, Mata Hyukjae menatap lurus ke pintu. Lalu kalian berdua saling menatap. Hyukjae yang masih memegang pinggulmu dan kau meremas sprei tidurmu. Permainan kami terhenti. Seperti kaset yadong sedang PAUSE. Pemandangan saat ini pun dapat membuat orang shock berat .Tapi, tidak untuk dia.
“Mianhae kalian sedang melakukannya ya? Sebenarnya aku hanya ingin meminjam kaset yadong. Tapi, kau malah sedang melakukannya. Mianhae jeongmal mianhae donsaeng. Mianhae Gyuwon ahh. Hehehe”
CHOI SIWON???
Ia pergi meninggalkan kami dengan senyuman nakalnya. Aihhh hampir saja. Kalian menghela napas bersamaan. Hyukjae menatapmu dan tersenyum. Tanpa aba-aba ia memulai kembali permainannya.
“palli.. palli Hyuk”
Hyukjae memegang pinggulmu untuk memudahkan dirinya memaju mundurkan miliknya.
“Ouchhhhh” kalian keluar bersamaan.
“Tunggu, jangan dikeluarkan Hyuk. Hhhh.. aku ingin merasakan dirimu lebih lama” kau menggoda Hyukjae.
“ne, chagiya. gomawo” Hyukjae mencium cincin yang berada dijari manisku.
*****
Esoknya

Kau terbangun dari tidurmu. Untungnya hari ini hari sabtu kau tidak masuk sekolah. Kau menatap wajah Aegyo Hyukjae yang tertidur pulas. Perlahan kau mencium bibirnya.
“mmmmphh” Hyukjae merasakan sedikit terganggu atas ciumanmu sehingga ia terbangun.
“Joheun achim chagiya!” Hyukjae menatapmu.
“Joheun achim Hyuk” kau menundukkan kepalamu sehingga kau tenggelam dalam selimutmu.
“wae Gyuwon? Apakah masih sakit?”
“aniyo oppa! Aku hanya malu menatapmu.”
“Hey, kenapa malunya sekarang harusnya tadi malam”
“Aishh jahat!” kau menepuk ABS hyuk yang juga terbenam dalam selimut.
Hyukjae juga ikut membenamkan dirinya didalam selimut.
“tubuhmu indah sekali Gyuwon. Tadi malam aku memperhatikanmu”
“mwoya? Jahat jahat jahat dasar namja yadong” kau menepuk nepuk ABS –nya.
“haha anni, aku hanya bercanda”
“Aishh dasar” kau membenamkan kepalamu di ABS Hyukjae.
Hyukjae mengelus rambutmu.
“Hyk, wajahmu aegyeo sekali saat tidur. Kau memang benar-benar tampan” goda kau.
“....”pipinya mejadi merah. Ia tersipu malu.
“wae oppa? Yo are blushed. Kau malu? Bukanyya kau sudah biasa mendengar kalau banyak yeoja bilang kau tampan, kenapa sekarang kau malu??”
“memang. Tapi, jika yang mengatakannya yeoja yang kusukai. Rasanya jadi beda”
“hahaha kau manis sekali hyuk” kau mengelus pipinya.
“Gyuwon-ah apa kau tau kenapa aku memberikanmu cincin”
“wae oppa?” kau mendongakkan kepalamu.
“karena nanti kelak aku akan memberikan cincin asli didepan eommamu”
Kau tersenyum haru mendengar kalimatnya. Hyukjae menaikkan tengkukmu dan menciummu lembut.
“Gomawo Hyuk”

“Hyukjae apa kau sudah bangun? Aku ingin mengambil selimut untuk dibawa ke laundry.”
“eomma?” aku terkejut dan menatap Hyukjae.
“Ahjumma, akan masuk”
Aku dan Hyukjae saling menatap dengan wajah yang panik.

KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA . . .

END

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar

 

©KPOP FANFICTION - Powered By Blogger Thanks to Blogger Templates | punta cana dominican republic